Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Drama istri terabaikan


__ADS_3

Mama Lexi sudah sadarkan diri, rupanya mama Lexi terpeleser saat di kamar mandi dan menyebabkan ia patah kaki di bagian dekat lututnya. Juga mengalami luka di bagian keningnya karna terhantuk ke bathup kamar mandi.


Alexa sendiri masih belum sadarkan diri di atas kursi sofa di ruangan Mama Lexi.


Zayn tengah membalurkan minyak kayu putih di bagian tubuh Alexa seperti perut dan dada.


"Sayang apa yang terjadi hingga kau terjatuh?" Papa Kahfa menatap Mama Lexi dengan penuh rasa khawatir.


"Entahlah, tiba tiba saja aku terpeleset dan kehilangan keseimnangan. Untung saja ada Alexa kalo tidak aku tidak tau apa yang terjadi." Mama Lexi berucap pelan dengan bibir pucatnya.


"Apa aku harus menghubungi Hanna?" Papa Kahfa bertanya pada istrinya.


"Tidak usah Pa. Aku takut Hanna malah kepikiran." Mama Lexi tak ingin mengganggu acara bulan madu putri serta menantunya. Yang baru tadi siang berangkat.


"Alexa Hey, bangun sayang." Zayn terus berusaha membangunkan istrinya yang sejak tadi memejamkan mata.


"Zayn coba panggil dokter lagi." Ujar Mama Lexi. Tapi belum sempat Zayn memanggil dokter Alexa sudah menerjapkan matanya.


"Kau tak papa?" Zayn mengusap wajah Alexa dengan penuh kelembutan.


"Mama." Alexa terbangun dan langsung duduk dengan tegak. Kemudian mengedarkan pandangannya beberapa kali, seolah mencari sesuatu atau lebih tepatnya seseorang.


"Ada apa? Kau mencari sesuatu?" Zayn berujar khawatir namun Alexa sejenak membisu dengan tatapan matanya yang terlihat bingung.


"A-aku tidak papa." Alexa berdiri dan melangkahkan kaki mendekat ke arah ibu mertuanya.


Zayn jelas tak berpikir jika Alexa baru saja bermimpi dalam ketidak sadarannya.


"Apa mama tidak papa? Apa yang terjadi?" Alexa dapat melihat kaki ibu mertuanya yang di gip juga dengan kain kasa yang melingkari hampir seluruh kaki Mama Lexi, hanya telapak, punggunh dan jemari kaki kanannya saja yang terlihat.


"Kaki Mama patah Alexa." ucap Mama Lexi pelan. Wanita itu pun terlihat menundukan wajahnya.


"Astaghfirullah. Sampai seperti ini, mama yang sabar ya semoga Mama lekas membaik." Alexa menggenggam tangan Mama Lexi.


"Terimakasih. Untung ada ada Alexa, jika tidak Mama bisa saja ke habisan darah di kamar mandi. Ini sakit sekali." Mama Lexi menunjuk kepalanya yang terluka. "Tubuh Mama juga terasa sakit semua, Alexa jangan pulang ke rumah Mama Green dulu ya. Mama tak ada temannya di rumah." Mama Lexi terlihat memohon, sedangkan Alexa sudah mengangguk pasrah.

__ADS_1


Zayn dan Papa Kahfa terlihat saling tatap, pulang? Apa Alexa bermaksud pulang? Hal itu membuat Zayn semakin terlihat khawatir, artinya Alexa tak main main dengan surat gugatan cerai itu.


Ponsel Alexa berdering, membuat Alexa memijat pelipisnya beberapa kali kemudian ia permisi keluar untuk mengangkat telepon.


"Zayn. Alexa sempat bilang sama Mama jika dia ingin pulang ke rumahnya. Sebenarnya ada masalah apa antara kau dan Alexa? sampai dia tetap kukuh ingin berpisah darimu." Mama Lexi bertanya serius ke pada putranya di antara kepalanya yang kembali berputar.


"Zayn juga tak tau Ma. Tiba tiba saja dia ingin berpisah dari Zayn. Padahal hubunganku dengan Alexa baik baik saja sebelum aku mengantar Om Ali ke dingapore." Zayn kini terlihat gelisah, ia juga tak tau sampai kapan ia harus memperjuangkan hubungannya, jika Alexa masih keras kepala.


"Apa ada hubungannya dengan perlakuan Raffi tempo hari?" tanya Papa Kahfa.


"Entahlah Pa. Aku juga tak tau." Zayn juga bingung apa penyebab Alexa yang seperti ini.


"Kau benar benar mencintainya Zayn?" tanya Mama Lexi tiba tiba.


Zayn mengangguk. "Zayn yakin Zayn mencintainya, Zaynpun berkali kali mengungkapkan itu."


"Pertahankan. Apapun yang terjadi pertahankan Alexa, wanita itu akan kembali melupakan keinginannya pergi darimu jika kau mampu merayunya lagi." Mama Lexi memberikan nasihatnya, karna sekuat kuatnya seorang wanita ingin pergi jika seorang pria masih bisa mempertahankannya maka keinginannya akan sia sia.


Tiba tiba Zayn teringat sesuatu. "Zayn tak akan menunda memiliki anak lagi setelah ini. Setidaknya seorang anak akan memberatkan seorang wanita kan Ma?"


"Memangnya kau menundanya Zayn?" Papa Kahfa terlihat terkejut.


Alexa membawa banyak makanan ke ruangan itu, padahal Alexa hanya pergi beberapa waktu dalam hitungan menit. Tak mungkin Alexa membeli semua itu dalam jangka waktu yang terbilang singkat.


"Siapa yang memberikan makanan sebanyak ini kepadamu Alexa?" Zayn bertanya dengan wajah tak suka. Ada kecemburuan yang terpatri di wajahnya.


"Kak Adam." ujar Alexa santai.


"Adam?"


Kedua tangan Zayn saling bertautan dengan amarah.


"Dalam rangka apa dia memberikan ini padamu? Kau berulang tahun" Zayn tersenyum sinis. Namun tak ia kira ucapannya memang benar.


"Ya aku ulang tahun. Makanya Kak Adam mengirimkan semua ini ke padaku melalui seseorang." Alexa membawa beberapa makanan juga sebuah cake dengan sebuah ucapan manis.

__ADS_1


"Kau salah pertanyaan Son." Kahfa hampir saja tergelak karna pernyataan konyol putranya.


Mama Lexi sudah memejamkan matanya. Mungkin mama Lexi terlelap karna pengaruh obat.


"Papa titip Mamamu. Papa mau makan siang dulu." Sebenarnya Papa Kahfa ingin memberikan ruang untuk sepasang suami istri itu.


Hening untuk beberapa saat.


Zayn mendekat ke arah Alexa yang tengah memakan makanannya dengan lahap. Ia belum makan siang. Alexa sempat berpikir jika Zayn pergi sedari subuh bersiap untuk memberinya kejutan, rupanya pria itu bahkan tak tau sama sekali akan ulang tahunnya. Alexa juga sempat berpikir jika Zayn akan mengajaknya makan siang romantis sebelum ke jadian Mama Lexi jatuh.


Alexa membenci tebakannya kali ini. Bisa bisanya ia berpikir jika Zayn akan memberikannya kejutan di saat hubungannya tengan di terpa guncangan atas keinginannya sendiri.


"Alexa maaf. Aku tidak tau jika kau ulang tahun hari ini." Aku Zayn jujur, ia tidak lupa hanya saja tidak tau akan hari jadi istrinya sendiri.


"Tidak usah meminta maaf! Tidak penting juga." Sahut Alexa tak acuh sembari menikmati makanan yang di kirimkan Adam padanya lengkap dengan hadiah dan satu buket bunga. Sungguh Zayn menyumpahi pria itu agar cepat memiliki istri supaya tak mengganggu istrinya kembali.


Adakah hubungan yang baik baik saja? Jangan ada orang lain atau masalah lain? Zayn merasa banyak sekali cobaan dalam kisah mereka.


"Alexa bukan seperti itu. Tapi aku benar benar tak tau."


"Aku paham itu Zayn. Kau tak menganggapku pentingkan? Kau bahkan mengabaikanku saat aku meminta di antar untuk mengambil minum malam itu. Kau bilang lelah dan kau bilang aku harus terbiasa melakukan sesuatu semuanya sendirikan? Kau juga tak berdiskusi kepadaku saat hendak pergi mengantar Om Ali ke singapore, kau memutuskan segala sesuatu sendiri, tanpa diriku. Lalu untuk apa kau ingin bersamaku jika segala sesuatu kau putuskan sendiri?" Alexa juga mengungkit beberapa hal yang tidak ia sukai dari Zayn. Zayn selalu menganggap enteng hal hal sepele.


"Astaghfirullah. Hanya itu? Hanya karna hal itu kau menilai dirimu tak penting Alexa?" Zayn mengerti sekarang, rupanya Alexa mengumpulkan kekesalannya dari hal hal kecil.


"Hanya? Kau bilang hanya? Aku selalu di paksa untuk memahami dan menuruti inginmu. Tapi caramu menyepelekan hal hal kecil membuatku jenuh Zayn. Hampir setahun kita hidup bersama, dan lebih dari dua belas tahun kau mengenalku, rupanya kau tak ingin memahami tentangku Zayn bahkan kau tak tau ulang tahunku. Apa susahnya kau mengingat sehari hari kelahiranku?" Alexa kerap kali meledak ledak sejak dulu. Dan semenjak ia meminta cerai ia semakin menjadi jadi.


Zayn bungkam. Ia juga menyalahkan Hanna. Mengapa adiknya tak memberitahu pasal tanggal lahir istrinya, ah sialnya ia juga salah karna tak bertanya.


"Aku tau kau hanya mencari pasal untuk bertengkar denganku Alexa." Zayn sudah pusing untuk berdebat, Alexa memang tengah mengorek semua kesalahannya agar niatnya mulus untuk berpisah darinya.


"Baguslah jika kau tau." Alexa sengaja menyudahi makannya dan membuka hadiah dari Adam.


"Dia selalu manis." ucapnya pelan. Alexa membuka kotak kecil yang mana di dalamnya menunjukan sebuah gelang emas dengan ukiran nama Alexa sendiri, sangat indah.


Belum sempat Alexa memakaikan gelang itu di tangannya, Zayn lebih dulu merampas gelang itu dan membuangnya ke tong sampah. Harga dirinya terluka saat istrinya hendak mengenakan barang dari pria lain. Meskipun Zayn tau Alexa melakukan itu untuk memancing emosinya.

__ADS_1


"Belilah perhiasan sebanyak yang kau mau! Dan seindah yang kau inginkan" Zayn memberikan sebuah kartu hitam yang jarang ia pergunakan. Bahkan dengan kartu itu Alexa mampu membeli beberapa mobil limited edition secara bersamaan.


"Kartu ini untukmu." ucap Zayn datar, padahal ia berusaha membujuk Alexa agar tidak memperpanjang dramanya sebagai istri terabaikan. Namun nadanya yang kesal tak bisa berkata lembut apa lagi bersikap manis.


__ADS_2