
"Kak, memangnya pria benar-benar bisa mencintai dua orang sekaligus?" Alexa bertanya saat ia dan Zayn sudah berbaring di ranjang yang sama berduaan.
"Entah. Aku tidak tau Alexa! jangankan mencintai dua orang sekaligus, aku bahkan kesulitan untuk mencintai seseorang." Zayn mengusap lembut perut Alexa sesuai petmintaan istrinya. Tapi otak kotornya kembali menguasainya tangan kekarnya naik ke atas kelembutan Alexa dan mere masnya sebentar. "Rasanya lebih besar dari terakhir kali aku menyentuhnya." Zayn menyempatkan senyuman mesumnya.
"Ih, Kak Zayn ga sopan." Alexa menepuk lengan suaminya.
"Ya Allah pelit sekali. Padahal hanya megang sebentar." Sekali lagi Zayn mere mas.
"Aaahhh ..." Alexa sedikit terpekik. Tapi Zayn justru menanggapi lain pekikan Alexa. Keperkasaannya kini sudah tegak. Zayn memang sangat sensitif.
"Lexa, haruskah aku menemui Aksa? untuk menanyakan obat apa yang ia campurkan pada minumanmu! Aku sungguh menginginkanmu." Zayn menenggelamkan wajahnya di antara ceruk leher Alexa dan hal itu membuat Lexa meremang seketika.
Zayn bahkan menjulurkan lidahnya untuk mencicipi rasa dari istrinya.
"Kak, jangan seperti ini!" Alexa sungguh tak nyaman berada di posisi ini. Zayn malah semakin melancarkan aksinya.
__ADS_1
"Lebih baik kak Zayn ibadah saja! Shalat malam atau mengaji kitab suci." Alexa memberikan opsi pada Zayn agar suaminya itu bisa memilih.
"Aku mau ibadah yang lain Xa." Zayn kini sudah mengungkung tubuh Alexa dan menatap lekat wajah polos istrinya, semoga saja malam ini ia berhasil menuntaskan hasratnya pada wanita halalnya.,
"Kau tau? Seorang istri yang menolak keinginan suaminya akan di laknat para melaikat sampai esok pagi." Katakan Zayn seorang yang licik. Saat dirinya tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan Zayn menggunakan dalil agar Alexa mau melayaninya.
Sebenarnya Zayn bisa saja memaksa Alexa hanya saja ia ingin Alexa juga turut menikmati permainan. Kecuali jika Alexa masih tetap menolaknya maka Zayn mau tak mau harus memperkosa istrinya.
"Kak, ish. Kak jangan seperti ini terus, aku belum siap jika harus mengulang malam itu. Lagi pula besoknya aku harus kuliah aku gak mau sakit."
"Aku tetap gak mau kak."
"Kau tidak mengerti Alexa, tentang bagaimana tersiksanya aku saat berdekatan dengan seorang wanita yang halal untukku sentuh. Apa lagi sebelumnya aku sudah pernah merasakan dirimu. Aku butuh penyaluran Alexa." Zayn bergerak gelisah diatas tubuh istrinya. Menggerakan pusat tubuhnya di antara paha Alexa.
"Kau merasakannya? Dia butuh tidur. Sangat tidak nyaman membuatnya bangun terus menerus." Zayn kembali berbisik.
__ADS_1
"Kak Zayn tersiksa saat berdekatan denganku?" Zayn menganguk menatap wajah cantik di bawahnya.
"Awas dulu kak! Aku akan tidur di kamar lain supaya kakak bisa tidur." Yang benar saja Alexa ini. Hasrat Zayn sudah di ubun-ubun tapi Alexa berencana meninggalkannya, tak ada cara lain, jalur satu-satunya ya di paksa.
Zayn merapalkan do'a khusus sebelum memulai aksinya. "Lain kali kita harus mengucapkannya bersama."
Alexa terpaku, ia tau maksud dari do'a itu. Di malam itu Zayn tidakkb membacanya. Tapi sekarang Zayn mebacanya dengan fasih.
"Kak!" Alexa hendak melepaskan diri.
"Diam! Jangan sampai aku memaksamu Alexa. Cukup diam dan nikmati perlakuanku." Zayn membeti jarak ia melucuti tubuhnya sendiri dan kembali pada posisi sebrlumnya mengungkung tubuh Alexa.
"Sentuh dan rasakan tubuhku Alexa. Aku priamu." Zayn membawa tangan Alexa untuk menyentuh tubuh bagian depannya.
"Kau tidak memiliki hak untuk menolak." Zayn membenamkan ciuman di bibir ranum istrinya.
__ADS_1