
"Kak Zayn. Berhenti di atm depan ya." ujar Alexa selepas dirinya menghabiskan sisa bakso di tangannya.
Alexa membeli seporsi bakso dan ia makan dari dalam pelastik sepertinya, syndrom ngidamnya kambuh kembali, dan Zayn baru saja menjalankan mobil selama kurang lebih tiga menit tapi Alexa meminta untuk berhenti di depan Atm.
"Uang tunai di dompetku masih ada Yank. Tidak usah ke atm."
"Pokonya aku ibgin ke atm." kukuh Alexa.
"Baiklah." Zayn pasrah atas apa keinginan istrinya.
Akhirnya karna tak ingin berdebat, karna Zayn sangat yakin jika Alexa tak akan mau mengalah, seandainya Alexa mengalahpun resikonya akan lebih mengerikan Alexa akan terus mendiamkan Zayn selama beberapa waktu yang tidak di tentukan.
Terdapat tiga orang yang sudah mengantri sebelum kedatangan Zayn dan Alexa akhirnya Zayn dan Alexa turut berderet antri. Alexa bersenandung pelan sembari menunggu antrian.
"Kak Zayn tunggu di luar dulu biar aku masuk sendiri saja." ujar Alexa, saat antrian di depannya tinggal satu orang saja.
Setelah semua orang di depan Alexa mendapatkan antrian Alexa segera masuk. Panas di luar Atm sangatlah terik, karna memang sekarang pukul sebelas siang. Zayn bahkan merasa kerongkongannya sangat kering, ia mencari penjual minuman Keliling tapi tak menemukannya, tapi jika ia berjalan lebih jauh ia takut Alexa akan mencarinya dan berakhir dengan marahnya macan betinanya itu lah Alasannya Zayn trletap memaku tubuhnya di depan pintu Atm.
Satu, dua, tiga, dan empat orang di belakang Zayn sudah ada yang mengantri lagi. Jika di hitung hitung Alexa berada di dalam ruang sempit itu sudah lebih dari 15 menit, tapi tidak ada tanda tanda wanita itu akan keluar.
Dari balik kaca transparan yang dapat di tembus pandang oleh mata Zayn, terlihat Alexa yang hanya berdiri di depan mesin atm tanpa melakukan sesuatu. Perasaan Zayn mulai tak enak, di tambah beberapa orang di belang Zayn sudah menggeru dan mengeluh akan lamanya Alexa di dalam ruang atm.
"Ya ampun lama sekali. Tidur kali tuh orang."
"Ketuk pintunya suruh buruan ngantri ini." ujar ibu ibu do belakang Zayn.
Tanpa mengatakan apapun Zayn segera memasuki ruang atm itu.
"Sudah belum?"
"Belum." ujar Alexa sembari menggelengkan kepalanya.
"Mana kartunya biar aku yang ambil." Zayn menyodorkan tangannya meminta sebuah kartu pada iatrinya.
"Aku tidak membawa kartu." jawab acuh Alexa.
"Lalu untuk apa kau berdiri di sini jika tak membawa kartu atm. Kenapa tidak meminta kartuku?" Zayn berujar dengan nada jengkel.
"Aku hanya ngadem sebentar Kak. Di sinikan adem di luar panas."
"Astaghfirulah Alexa. Kau itu benar benar, aku rasa otakmu kurang sekilooo! Kau tak kasihan pada orang orang di luar sana? Lihatlah di luar sudah mengantri!" Zayn menarik tangan Alexa untuk keluar dari Atm. Sudah cukup Alexa berbuat konyol hari ini.
"Ibu bapak. Mohon maaf atas ketidak nyamanannya!" ucap Zayn sebelum meninggalkan beberapa orang di depan pintu atm.
Zayn memasukan tubuh Alexa ke dalam mobil. Dan menutup pintu dengan sangat kencang karna kesal oleh tindakan Alexa yang menurutnya merugikan orang lain.
Buukkk ...
"Aaaaaaa ..." teriak Alexa nyaring.
Zayn terkejut, ia panik apa tangan atau kaki Alexa terjepit dan terluka?
Zayn segera membuka kembali pintu mobil dan meneliti semua tubuh Alexa.
"Apa ada yang terluka?" Zayn berujar panik. Tangannya segera menyentuh tangan dan kaki Alexa.
Alexa mengerjapkan matanya berkali-kali melihat kepanikan di wajah suaminya.
"Mana yang sakit?" manik Zayn bergulir menatap wajah Alexa.
__ADS_1
"Hehehe ... Aku hanya terkejut kak." Alexa menunjukan senyum pongahnya.
"Syukurlah. Kupikir kau terluka." terdengar hembusan nafas lega.
Bup.
Kali ini Zayn menutup pintunya dengan perlahan.
Zayn menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran atm.
"Alexa apa alasannya kau mengadem dan berdiam diri di atm bahkan nyaris setengah jam?"
"Aku tadi gerah sekali kak. Abis makan bakso, panas pedes juga kan? Ac mobil juga ga sedingin di atm." ujar Alexa yang tengah membenarkan tindakannya dengan alasan alasannya.
"Tapi tindakanmu merugikan orang lain Alexa. Kasihan orang orang tadi menunggumu, kau tau jika seseorang merugikan orang lain di sebut orang jahat?"
Alexa bergeming ia menunduk dalam.
"Kau malah enak enakan di dalam atm tanpa rasa bersalah dan meminta maaf."
"Maaf." cicit Alexa.
"Bukan padaku. Harunya kau minta maaf pada orang orang tadi."
"Apa harus putar balik?" Alexa berujar pelan.
"Tidak usah. "
"Tapi ingat! Jangan pernah mengulangi hal serupa!"
"Baik kak."
Alexa mengambil dan meneguknya beberapa tegukan air dari botolnya. "Kakak mau minum juga?" Alexa bertanya dengan menyerahkan botol minumnya di hadapan Zayn.
Karna masih kesal Zayn merampas botol minum itu dan meneguknya hingga tandas tak bersisa. Dengan kasar Zayn melemparkan botol minumnya ke arah kursi belakang. Jika saja tak cinta ingin rasanya Zayn melempar tubuh Alexa seperti botol bekas itu.
"Kak kita mampir di supermarket ya!" pinta Alexa kembali.
"Mau apa? Jangan katakan jika kau hanya ingin numpang ngadem juga di sana."
"Ish. Kak Zayn aku ingin belanja susu hamil juga cemilan, buah buahan juga."
"Kak Zayn jangan bentak bentak aku! Kan dedek bayinya denger, nanti dedeknya takut." Alexa menjual nama bayinya kembali dengan beberapa kali mengelus bayinya yang berada dalam perut ratanya.
"Iya, maafin Papa ya? Mamamu sering banget bikin papa naik darah."
"Jadi kan ke super market?"
"Jadi tapi kita shalat dzuhur dulu ya." Zayn kembali melembut.
Zayn memarkirkan mobilnya di parkiran di salah satu pusat perbelanjaan.
Zayn membawa Alexa untuk shalat lebih dulu di salah satu mushola yang tersedia. Lalu setelahnya kedua berjalan menyusuri pusat perbelanjaan.
Bukannya ke supermarket Zayn malah membawa Alexa untuk mengunjungi toko perhiasan.
"Kak Zayn mau beli apa kok malah ke toko perhiasan?" sebenarnya Alexa tau maksud dan tujuan Zayn membawanya kesana, namun ia tetaplah ingin memastikan.
"Aku berhutang kepada istriku." ujar Zayn datar.
__ADS_1
Kehadiran Zayn langsung di sambut baik oleh pelayan toko perhiasan yang tengah berjaga.
"Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu karyawati dengan sangat sopan.
"Selamat siang. Mbak saya mencari perhiasan untuk istri saya, saya ingin koleksi terbaik dengan karat tertinggi. Tolong bantuannya ya Mbak." Zayn mengucapkan apa yang ia inginkan.
"Mau perhiasan apa Tuan? Kalung, gelang atau cincin?"
"Sayang kau ingin perhiasan apa?" Zayn bertanya kepada Alexa.
"Semuanya, aku ingin semuanya anting juga." Alexa tak menyianyiakan kesempatan dengan kalap ia membeli beberapa set perhiasan emas yang menjadi koleksi di toko itu. Bukan Zayn tak ingin membelikan berlian hanya saja ia berhutang perhiasan emas yang ia janjikan kala itu. Jika Alexa menginginkan berlianpun Alexa boleh membelinya.
Alexa juga membelikan gelang untuk mama Lexi juga Hanna.
Setelah membayar Zayn dan Alexa melanjutkan pencarian utamanya untuk membeli kebutuhannya.
Baru sebentar saja kereta dorong Alexa sudah di penuhi berbagai macam cemilan. Sedangkan Zayn tengah memilih dan membaca kandungan apa saja yang terdapat di dalam susu hamil yang hendak ia beli, menelitinya dengan seksama kemudian memutuskan yang terbaik menurutnya.
Zayn juga memilihkan beberapa buah yang bagus kandungannya untuk ibu hamil. Salah satunya alpokat dan buah melon, Alexa memasukan bermacam macam buah di kereta dorongnya mulai dari kelengkeng hingga buah jeruk tak luput dari jangkauannya. kecuali buah pepaya, untuk satu buah itu Alexa melewatinya, ia tak menyukai rasa dan aroma buah pepaya sedari kecil.
"Kak, pulang dari sini kupasin buah melon sama buah kelengkeng, tapi pisahin dari bijinya. Aku ingin memakan buah ini tanpa di repotkan dengan biji hitamnya." Alexa kumat menjadi ratunya. Ia akan mengatakan apapun yang ia inginkan tanpa sungkan jika dirinya tengah hamil. Seakan dirinya adalah orang yang paling berkuasa.
Terlebih lagi Zayn yang selalu menuruti keinginannya membuatnya semakin besar kepala dan manja.
"Siap tuan putri." Zayn menyaut pasrah.
.
Sepanjang perjalanan Alexa memejamkan matanya ia sangat lelah hari ini karna berkeliling seharian untung saja mereka sudah shalat Ashar sehingga Zayn tak harus membangunkan Alexa untuk melaksanakan shalat.
Namun saat menjelang maghribpun Alexa tak kunjung bangun sehingga Zayn memangunkannya.
"Sayang. Bangunlah lebih dulu. Bersihkan tubuhmu dan shalat dulu, sebentar lagi maghrib. Jika masih mengantuk kau boleh menyambung tidurmu nanti." Dengan sabar Zayn membangunkan Alexa.
"Kak. Libur dulu shalatnya. Bukankah lupa dan tidur adalah udzur shalat?" Alexa bergunam lirih.
"Mana bisa seperti itu. Jika di sengaja tetap saja tidak boleh." Zayn meminta Alexa untuk bangun.
"Kak malas mandi."
"Di mandikan mau?" meski Zayn sudah mandi tapi demi istrinya ia rela basah basahan lagi.
"Mau. Tapi janji hanya mandi ya, jangan minta aneh aneh." ujar Alexa penuh peringatan.
"Iya, hanya mandi kok. Lagian mana bisa iya iya kan sebentar lagi adzan. Paling nanti minta bonusnya." Zayn tersenyum dengan penuh maksud.
Alexa benar benar di mandikan oleh Zayn, pria itu dengan telaten menyabuni serta membilas tubuh Alexa, tidak hanya itu Zayn juga menghanduki serta membalurkan tubuh Alexa dengan minyak telon agar tubuh istrinya tetap hangat. Tangan dan kaki Alexapun Zayn baluri dengan lotion. Zayn persis tengah mengurus seorang bayi besar.
"Hitung hitung belajar ngurus bayi ini mah." kelakar Zayn.
"Bayi besar ya kak. Sekalian pegang pwgang juga."
Zayn terkekeh renyah atas ucapan istrinya yang memang benar adanya.
Alexa tak lepas memandang wajah Zayn yang tengah mengancing piama tidurnya. Seberuntung ini hidupnya? Pria tampan itu terlihat amat menyayanginya dengan sepenuh hati.
"Terimakasih." Alexa menghadiahkan satu kecupan hangat di pipi Zayn.
"Duh jangan ngajak sekarang yank!" Zayn membalas kecupan istrinya dengan ******* kecil di bibir ranum istrinya.
__ADS_1
"Idih. Kak Zayn terlalu percaya diri!"