
Alexa tak dapat menahan lagi cairan bening yang siap membasahi wajahnya. Ini tidaklah benar, ia harus meminta penjelasan yang sejelas jelasnya.
"Apa yang terjadi dengan bayi kita? Kak." Alexa bahkan mengguncang pelan lengan suaminya.
Untuk beberapa waktu yang tidak di hitung Zayn diam membisu, ia mengerjapkan matanya yang terasa panas seperti terkena air cabai. Sekuat mungkin Zayn terlihat tenang berusaha untuk menyebunyikan kepedihan yang ia rasa sekarang. Zayn juga tengah menimang-nimang kata mana yang layak ia ucapkan. Agar Alexa dapat menerima kenyataannya.
"Sayang. Allah lebih menyayangi bayi kita, sehingga atas kuasanya ia mengambil kembali amanah yang sempat ia titipkan kepada kita."
"Maksudmu Allah tidak percaya kepadaku sehingga mengambil kembali bayi kita?" Zayn belum menyelesaikan ucapannya tapi Alexa sudah memotongnya lebih dulu.
"Tapi mengapa dia tega berbuat semua ini kepadaku Kak? Tuhan memberikan aku cobaan yang begitu berat sebelum kabar kehadirannya, Tuhan lebih dulu membuatku terhina dengan membuatku yang terlihat seperti wanita penzina, kemudian Allah mengambil adikku, Allah juga membuat orang tuaku membenci dan mengusirku. Lalu setelahnya aku di paksa menikah dengan seseorang yang tidak ku inginkan. Seakan tidak cukup sampai di sana Allah jiga kembali menyerangku dengan membuka seluruh aibku, bahkan bonusnya aku di cap sebagai wanita murah. Aku juga memaafkan semua orang yang menyakitiku, Tuhan selalu mempermainkanku, tanteku sendiri menyerangku mengataiku dengan kalimat yang tak pantas. Lalu sekarang bayiku harus di ambil lagi olehnya. Permainan macam apa ini, takdzir ini seakan lelucon untukku. Mengapa tidak dari dulu saja Allah tidak menghadirkannya di rahimku. Mengapa saat aku menyayanginya Allah mengambilnya?"
Alexa berujar, meluap luap mengemukakan seluruh kepedihan hatinya. Sungguh ini sangat tidak adil untuknya.
Zayn memahami kekecewaan yang di alami istrinya, ia membiarkan Alexa meluapkan semua kekecewaannya.
"Ale, tak apa menangislah. Luapkan srmuanya." Zayn membuka pelukannya, keduanya kini larut dalam kedukaan.
Calon Bayi yang begitu mereka inginkan kini telah tiada.
Kematian bayi dalam kandungan kerap kali terjadi, tanpa ada penyebab yang jelas.
Kesehatan kehamilan sangat penting untuk diperhatikan, agar bayi di dalam kandungan dapat lahir dengan sehat. Terkadang harapan bisa tidak sesuai kenyataan, ibu bisa saja mengalami keguguran tanpa merasakan gejala apa pun.
Kondisi tersebut disebut juga dengan missed abortion. Masalah ini kemungkinan besar dialami di awal kehamilan dan tidak merasakan gejala keguguran apa pun seperti pada umumnya.
Kondisi ini sesuai dengan namanya, disebabkan oleh keguguran yang tidak menyebabkan gejala perdarahan dan kram, tidak seperti keguguran pada umumnya. Hal ini membuat seseorang yang mengalaminya kesulitan untuk mengetahui kondisinya sendiri.
Mengutip dari Medicinski Arhiv, definisi dari missed abortion adalah kematian embrio atau janin di dalam kandungan sebelum usianya genap 20 minggu. Masalah ini terjadi akibat adanya gangguan pada proses konsepsi (pembuahan).
__ADS_1
Janin yang berada di dalam kandungan berhenti untuk berkembang, tetapi jaringan embrio dan bahkan plasentanya masih terdapat di dalam rahim. Maka dari itu, sulit untuk menyadari jika wanita mengalami kondisi ini.
Apa Penyebab Missed Abortion?
Penyebab dari aborsi tanpa gejala ini belum diketahui secara pasti. Sekitar 50% dari kejadian ini akibat embrio memiliki jumlah kromosom yang salah. Terkadang, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh masalah rahim, salah satunya jaringan parut.
Jika mengalami missed abortion, dokter kemungkinan tidak dapat menemukan alasan yang tepat. Saat embrio berhenti untuk berkembang, biasanya tidak ada penjelasan yang pasti sebagai penyebab dari kondisi ini.
Berbagai aktivitas yang dilakukan sehari-hari, seperti stres, olahraga, ****, hingga bepergian, tidak menjadi penyebab keguguran. Maka dari itu, sebaiknya tidak menyalahkan diri sendiri atas kondisi ini.
Apa Gejala dari Missed Abortion?
Wanita yang mengalami masalah ini umumnya tidak memiliki gejala apapun. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebab bisa jadi pertanda wanita mengalami missed abortion, yaitu:
Keputihan berwarna kecoklatan.
Kondisi ini sangat jauh berbeda dari keguguran biasa yang dapat menimbulkan gejala berupa:
Mengalami perdarahan melalui ******.
Perasaan kram atau nyeri perut.
Keluarnya cairan atau jaringan dari dalam tubuh.
Bagaimana Cara Mengatasi Missed Abortion?
Ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan ini, yaitu:
__ADS_1
Tindakan Medis
Dokter mungkin meresepkan obat misoprostol, untuk memicu tubuh agar dapat mengeluarkan jaringan yang tersisa, sehingga sisa dari keguguran benar-benar bersih dari rahim. Efek sampingnya berupa kram, pendarahan, atau bahkan pembekuan darah.
Tindakan Bedah
Dokter juga dapat melakukan tindakan dilatasi dan kuretase jika diperlukan untuk pengangkatan jaringan yang tersisa di rahim. Tindakan ini bisa dilakukan segera setelah keguguran atau saat jaringan tidak keluar dengan alami serta konsumsi obat-obatan.
Zayn turut menumpahkan kesedihannya atas kabar duka yang menimpa dirinya.
"Oprasi ya. Yakin lah Allah adalah sebaik-baik pengatur rencana." Zayn mengecupi kelopak mata Alexa yang sedari tadi mengeluarkan air mata.
"Maafkan aku kak! Aku tidah bisa menjaga anak kita dengan baik." Alexa menunduk, ia merasa bersalah terhadap Zayn. Zayn sangat menginginkan bayinya tapi Alexa malas tak bisa melindungi bayinya.
"Ini bukan salahmu! Ini sudah menjadi ketentuan Allah, dedek bayi bukan rejeki kita. Nanti Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih indah. Tetap semangat ya."
Alexa mengangguk.
Zayn menghubungi orangtuanya serta orang tua Alexa untuk mengabarkan kabar duka itu. Malam ini Alexa akan menjalani prosedur oprasi.
Banyak hal yang ingin Alexa sampaikan kepada Zayn, namun ia tak kuasa. Terlalu lelah rasanya jika Alexa harus meluapnya semuanya malam ini.
Bayi yang menjadi pengikat di antara mereka kini sudah tiada. Lalu akan menjadi apa kisah mereka selanjutnya? sepintas pemikiran itu muncul di hati Alexa.
__ADS_1