
Dua bulan kemudian ...
Sesuai rencana Alexa dan Zayn pindah ke rumah beru mereka. Rumah mewah sesuai keinginan Alexa, sudah hampir satu tahun mereka membangun rumah itu, dan kini mereka sudah pindah ke rumah itu.
Alexa dan Zayn juga sudah mengadakan resepsi pernikahan dua hari lalu. Seperti pernikahan pada umumnya Zayn memberikan mahar kepada Alexa, mahar yang sangat fantastis menurut beberapa kalangan masyarakat di sekitarnya.
Bayi laki-lakinya Zayn beri nama Rayyan Omar sedangkan yang perempuan di beri nama Reyna. Zayn lah yang memberikan kedua anaknya nama, tentu saja dengan harapan dan doa yang tulus di dalamnya.
Sepertinya gen kedua anaknya di dominasi oleh Zayn, terutama si sulung Rayyan, bayi tampan itu bagaikan foto kopian dari Zayn. Sedangkan Reyna memiliki beberapa kemiripan dengan Alexa, mulai dari rambut bulu mata serta hidungnya menyerupai Alexa.
Malam ini adalah syukuran keluarga Zayn yang baru beberapa hari menempati rumah baru mereka, semua terlihat bahagia. Terutama Zayn, ia sangat menantikan malam ini. Alexa berkata jika ia akan membiarkan Zayn berbuka puasa hari ini setelah lebih dari dua bulan Zayn menahan diri untuk tidak mendatangi istrinya.
Zayn hanya tidak mendatangi istrinya, tapi Zayn tetap menyentuh istrinya dengan cara cara yang di halalkan syariat agamanya.
Acara tasyakurannya sudah selesai, para tetangga dan beberapa kerabatnya sudah pulang sedari tadi. Namun kedua orang tuanya serta mertuanya belum juga pulang, mereka masih memperbincangkan hal hal yang yidak berfaedah menurut Zayn, sungguh apa yang mereka bicarakan tak penting sama sekali.
Beberapa kali Zayn melihat jam di dinding ruang tamu yang luas.
Tidak mengertikah mereka jika anak dan menantu mereka hendak melaksanakan ibadah yang lain. Zayn terus membathin dalam hatinya.
Zayn bahkan mendengkus beberapa kali. Kahfa yang menyadari kedongkolan putranya malah sengaja menggodanya. "Ma kita menginap lagi saja di rumah Zayn." ucap Papa Kahfa dengan sengaja.
Zayn langsung melotot dengan kening berkerut. "Pa, besok lagi saja menginapnya, jangan malam ini. Tolong lah mengerti." Zayn menatap Papa Kahfa penuh permohonan. Papa Kahfa hanya mengulum senyumnya.
"Memangnya kenapa sih Kak, justru bagus jika papa dan mama mau menginap rumahnya jadi tak sepi." Alexa memakan keripik kentang dalam toples.
"Aku mau lembur, takut di gangguin." ucap Zayn datar.
Papa Azam dan Mama Green kompak menggeleng saat menyadari kadar kemesuman menantunya.
"Mama dan Papa nginepnya lain kali saja." Mama Lexi mengecupi cucu perempuannya hingga menggeliat tak nyaman dalam tidurnya.
__ADS_1
"Aduh Mama, jangan di ciumin mulu nanti Reyna bisa bangun dia susah di tidurkan lagi jika sudah bangun." Zayn segera mengambil putri kecilnya dan menaruhnya di kamar bati yang berada tepat di sebelah kamarnya, bahkan ada pintu penghubung di antara kamar mereka.
Zayn juga mengambil baby Rayyan dari gendongan mertuanya, kemudian ia tidurkan di kamar yang sama dengan bayinya yang lain.
"Green ayo pulang sepertinya kita di usir sama Tuan rumah." Mama Lexi mengajak adik serta iparnya untuk pulang kerumah mereka masing masing.
Selepas kepergian orang tua serta mertuanya Zayn melebarkan senyumannya karna sebentar lagi ia akan bersenang senang.
"Aku rapihkan ini sebentar. Kau ke kamarlah lebih dulu." Zayn memerintahkan istrinya untuk memasuki kamarnya lebih dulu.
Alexa menurut. Ia segera memasuki kamar dan berganti pakaian dengan sebuah linggerli berwarna merah menyala. Warna linggerli yang selalu menjadi warna favorite untuk suaminya.
Alexa berdandan, ia juga mengoleskan parfum viral di beberapa anggota tubuhnya yang lain.
Tidak hanya itu Alexa juga menepukan beberapa bedak bayi di leher serta ketiaknya, agar Zayn betah berlama lama di sana,Zayn sangat menyukai aroma bedak bayi di kembar.
Setelah semuanya selesai Alexa duduk di tepi ranjang menanti suaminya. Ia sudah siap lahir dan batin untuk memberikan hak terhadap suami tampannya. Selang beberapa waktu Zayn datang dengan dua buah minuman di tangannya.
"Hehe ... Hanya sirup marjan rasa coco pandan." Zayn terkekeh. "Biar kaya di film film." Zayn juga memutar lagu romantis di ponselnya, dan mengajak Alexa berdansa dengan pakaian yang seperti jaring ikan.
Bentuk tubuh Alexa tak seramping sebelumnya, namun itu bukan masalah untuk Zayn, bagaima bentuk tubuh Alexa tetap indah di matanya. Sungguh pandangan matanya tidak berpengaruh jika hatinya sudah terpaut begitu dalam bersama Alexa.
"Aku suka dirimu, kau tampil ke arab araban saat di luar, tapi kau ke barat baratan saat bersamaku." Zayn melabuhkan satu kecupan hangat di pipi Alexa.
"Aku juga menyukai sikap romantis dirimu." Alexa balas mencium bibir Zayn. "Dari mana kau belajar hal yang seperti ini?"
"Demi dirimu aku rela melakukan apapun." Zayn menggendong tubuh Alexa dan sedikit melemparnya ke atas ranjang. Kemudian tubuh kekarnya segera mengungkung tubuh sang istri, baru saja Zayn dan Alexa hendak memulai permainan ke dua bayi mereka menangis. Benar benar merusak suasana.
Zayn meraih jubah tidur milik Alexa dan ssegera memakaikannya ke tubuh Alexa. Keduanya berlalu ke kamar kedua bayi kembar mereka.
"Astaghfirullah. Kalian ini tidak bisa melihat Papa senang sedikit saja." lirih Zayn pelan sembari menggendong putrinya, karna Alexa tengah lebih dulu menyusui baby Rayyan.
__ADS_1
"Jangan rakus Kak! Sisakan adikmu juga papa." Zayn berujar sembari menimang sang putri.
"Kak Zayn ih. Kok ngomongnya gitu." Alexa menendang kesal tulang kering Zayn.
Hampir satu jam Alexa menyusui keduanya, tapi keduanya belum juga tidur.
"Sayang sayang Papa, Tidur ya? Besok kita berjemur di taman belakang." bujuk Zayn, ini hampir jam satu dini hari tapi kedua anaknya belum tertidur juga.
Ajaib setelah mengatakan itu kedua anak mereka tidur dengan sangat pulas. Sehingga Zayn dan Alexa dapat melakukan aktifitas mereka yang tertunda.
.
Semakin hari hanya ada tawa dan kebahagiaan yang mewarnai keluarga kecil Zayn.
Alexa sangat menikmati perannya sebagai seorang ibu baru dari kedua bayi kembar mereka. Dengan bantuan seorang baby siter Alexa menangani kedua anak kembarnya.
Hobi Zayn akhir akhir ini adalah menjadi fotografer, setiap momen kebersamaan ia selalu abadikan dalam sebuah potret.
"Semoga Allah selalu melimpahkan keluarga kita dengan cinta, kasih sayang juga keberkahan." Zayn memeluk istrinya yang tengah menyusui baby Reyna.
"Aamiin. Terimakasih sudah menjadi pelengkap dan sumber kebahagiaan dari kisahku." Alexa mengecup punggung tangan Zayn dengan khidmat.
"Aku berjanji kalian akan merasa bahagia saat memiliki papa."
Zayn mengambil ponselnya kemudian Zayn dan Alexa berfoto bersama kedua bayi kembarnya.
"Terimakasih. Bidadariku, karna dirimu aku merasakan nikmatnya menjadi pria sejati." Zayn merangkul bahu Alexa, juga mengecup kening wanitanya.
.
TAMAT.
__ADS_1