Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Hijau urat nadi


__ADS_3

"Subhanallah ... Subhanallah ... Subhanallah." Zayn terus menerus mengucapkan kalimat tasbih. Maha suci Allah yang sudah menciptakan suatu makhluk dengan cara berbeda-beda.


Rongga dada Zayn terasa di taburi banyak bunga. Kebahagiannya cukup sederhana mengetahui jika calon anaknya sehat dan dalam keadaan baik-baik saja.


Setelah pulang dari kampus Zayn menjemput Alexa. Sedangkan Hanna, Zayn sudah memesankan taksi untuk adiknya. Zayn juga sudah menjamin keselamatan adiknya.


"Kak Zayn tuh ada-ada saja. Bukannya nanti saja periksanya kan dua hari lagi." Alexa tak habis pikir, suaminya sangat bahagia setelah mereka memeriksakan calon bayi mereka.


Zayn hanya tersenyum ia tak ingin menanggapi ucapan Alexa. "Mau makan atau mampir ke suatu tempat?" Zayn berinisiatif untuk bertanya, karna tak mau di anggap sebagai pria yang tak peka.


"Aku ingin membeli jilbab baru kak. Mampir ke butiq tante Kayla dulu ya."


"Baiklah."


Zayn menuruti apa yang di inginkan istrinya, beruntung tante Kayla tengah berada di butiq, butiq yang menjual berbagai busana muslim juga gaun pengantin muslimah yang di rancang langsung oleh Alena.


Tante Kayla dan Alena menyambut kedatangan Zayn dan istrinya. "Silahkan masuk." setelah mengucapkan salam tante Kayla dan Alena mempersilahkan Zayn dan Alexa untuk memasuki butiq milik mereka.


Sebelum memilih-milih Alena meminta izin sebentar kepada ibunya dan sepupunya Zayn untuk berbicara sebentar terhadap Alexa, Alena belum meminta maaf kepada Alexa perkara dirinya yang sudah merusak hubungan Alexa dan Adam dengan tidak sengaja. Karna sungguh Alena tidak tau jika Adam sudah memiliki hubungan dengan Alexa sehingga dirinya menerima pinangan Adam untuk yang kedua kalinya. Karna pinangan keluarga Adam yang pertama Alena tolak dengan alasan dirinya menyukai Arfan. Namun di saat Alena tau jika Arfan tidak menyukainya ia menyerah dan tak ingin lagi berharap kepada pria itu.


Disin lah mereka berada, di ruang kerja Alena. Ruangan yang berukuran 8x8 meter itu menjadi tempat untuk keduanya berbincang. Nama mereka memang mirip tapi keperibadian dan nasib mereka jauh berbeda. Alexa sangat mudah bergaul dengan setiap orang sedangkan Alena dia membatasi diri pada setiap orang. Ada patokan-patokan dan peraturan tertentu yang membatasi interaksinya terhadap sesama manusia. Teman Alena tidak banyak hanya mampu di hitung menggunakan jari saja.


Alena adalah gadis yang sangat lembut tutur katanya juga teratur, banyak pria dari berbagai kalangan yang ingin memperistri wanita cantik itu. Hanya saja Alena belum menemukan sosok yang pas, hingga di umurnya yang ke 24 tahun Alena belum menemukan tambatan hati setelah hubungannya dan Adam kandas beberapa minggu lalu.


"Alexa. Aku hanya ingin meminta maaf padamu. Aku merasa sangat bersalah karna sudah menjadi penyebab kandasnya hubungan kalian. Aku sungguh tak tau jika Adam adalah kekasihmu. Tolong maafkan aku." Alena berucap dengan penuh penyesalan. Mata indahnya tak melepas dari tatapan memohon kepada istri dari sepupunya. Sungguh Alena merasa wanita paling buruk karna sudah menghancurkan hubungan Alexa dan Adam. Dan yang menjadi pelaku utamanya adalah ibu Berlian yang menyembunyikan Fakta juga mengancam Adam agar Adam mau menikah dengan Alena, jika tidak ibu Berlian akan membuat Alexa dalam bahaya.


Adam sudah menceritakan semuanya kepada Alena saat dirinya meminta mengakhiri hubungan. Alena setuju-setuju saja, di samping ia belum menyukai Adam dirinya masih ingin melajang dan menikmati hidupnya.

__ADS_1


"Kak Alena tidak usah merasa bersalah, aku sudah memaafkan setiap hal yang terjadi dalam hidupku. Aku dan kak Adam memang tidak berjodoh." Alexa menggenggam tangan Alena dan mengusapnya.


"Lagi pula aku sudah mendapatkan pria yang menurutku lebih keren dari kak Adam. Bukan begitu kak Alena?" Alexa tertawa renyah. Membuat Alena megibarkan senyum lebarnya. Bisa saja Alexa mencairankan suasana.


"Kau benar kak Zayn lebih tampan juga lebih kaya dari Adam. Tapi sepertinya sangat kaku, aku harap kau bisa bersabar menghadapinya Alexa, kak Zayn orang yang lembut dan penuh perhatian sebenarnya hanya saja egonya sangat tinggi." Alena terkikik saat mengghibah sepupunya sendiri.


"Kak Alena pernah menyukai kak Zayn?" tanya Alexa hati-hati.


"Menyukai yang seperti apa maksudmu?" Alena mengerutkan kening dalam, ia kurang paham dengan pertanyaan Alexa.


"Menyukai sebagai pria!"


"Hahaha haha ha ..." Alena tertawa. "Mana ada. Aku hanya menganggapnya mutlak hanya sebagai kakak sepupu. Lagi pula kak Zayn sangat membatasi interaksi kami. Jangankan padaku pada Anna saja yang merupakan adiknya kak Zayn sangat kaku. Apa lagi terhadapku yang bukan mahramnya. Makanya aku nyaris tak percaya saat kak Zayn melakukan itu, padamu. Maaf." Alena mengusap lembut lengan Alexa.


"Tidak papa kak, ini salahku juga." Alexa mengerti maksud ucapan Alena, wanita yang berhijab sedari kecil itu bukanlah seseorang yang mudah menyalahkan orang lain.


Alexa bisa bernafas dengan lega saat mengetahui Alena sama sekali tidak memiliki sifat seperti Lula, setidaknya saingannya hanya Lula saja. Pikir Alexa.


Saat Alena dan Alexa keluar dari ruang kerja Alena mereka tersentak karna Zayn sudah berdiri menjulang di depan pintu ruangan, dan menodong istri serta sepupunya dengan pertanyaan.


"Apa yang kalian perbincangkan? Mengapa lama sekali?"


Bukannya langsung menjawab Alexa justru berbisik ke telinga Alena. "Kak, ruangan kakak kedap suara kan?" ujarnya, Alexa khawatir jika Zayn menguping pembicaraan mereka.


Alena mengangguk. "Ya, kau tenang saja kak Zayn tak mungkin mendengar apa yang kita bicarakan."


"Malah bisik-bisik."

__ADS_1


"Capat pilih, kerudung apa yang kau inginkan sebentar lagi butiq akan tutup." Zayn membawa Alexa untuk menemui tantenya yang lebih dulu ketempat pajangan kerudung.


Alexa terus mencari keruding iang ia inginkan, hingga lebih dari satu jam Alexa juga tidak menemukan kerudung yang ia cari. Sehingga membuat kesabaran Zayn yang setipis rambut terbelah menjadi habis.


"Kerudung seperti apa yang kau cari?" Zayn merasa tak enak pada tante juga sepupunya. Ini sudah sore, karyawannya bahkan sudah bersiap pulang.


"Aku cari kerudung segi empat kak."


"Tinggal pilih dan ambil saja Alexa jangan lama-lama kasihan nereka." Zayn berbisik kesal, rahangnya bahkan mengetat.


"Tapi aku belum menemukan warna yang ku inginkan kak." Alexa cemberut sembari terus mencari.


"Memangnya warna apa yang kau inginkan? Cepatlah ini sudah pukul 5 sore, kita juga harus pulang."


"Warna hijau."


"Kau ingin warna hijau yang seperti apa Alexa? Koleksi kami sangat banyak. Kau tinggal pilih." Tante Kayla menunjukan sample warna hijau yang mereka miliki. Ia juga ingin cepat pulang suaminya Om Ghaza sudah menjemputnya lebih dari setengah jam yang lalu.


"Bukan warna hijau yang seperti ini yang aku inginkan tante." Alexa menggeser sample warna dari hadapannya.


"Lau kau ingin warna hijau apa Alexa?" Zayn mulai tak tahan dengan tingkah Alexa yang selalu mempersulit setiap hal.


"Aku ingin warna hijau urat nadi."


"Apaaa?" semua orang di ruangan itu menjatuhkan rahangnya termasuk ustadz Ghaza yang terkenal sabar dalam memperlakukan wanitanya. Namun keinginan Alexa benar-benar di luar tata surya.


Hijau urat nadi? Seperti bentuknya.

__ADS_1


__ADS_2