
Di sini Alexa berada, disebuah pedesaan yang masih sangat Asri. Papa Azam sudah pulang beberapa wktu yang lalu. Alexa merasa sedikit terobati dengan suasana perkampungan yang masih sangat terasa.
Suara ciciyan burung burung terdengar, juga beberapa domba yang tidak Alexa ketahui humlahnya mengebee dengan sangat berisik dan saling bersahutan.
Alexa menghirup lambat lambat aroma tanah yang tercium di hidungnya. Sepanjang mata memandang hanya kabut yang terlihat, bahkan Alexa khawatir saat Papa Azam pamit pulang, takutnya kabut di sana menghalangi jarak pandang papanya saat ber kendara. Namun Papa Azam tetap pulang dengan alasan ada hal penting yang perlu ia urus suhu di sini juga sangat dingin. Alexa juga dapat melihat bebetapa dedaunan yang dapati embun di sana. Untuk sejenak Alexa melupakan tentang Zayn.
.
Semalaman Zayn di buat gelisah. Ia tak dapat memejamkan matanya, ia terus mengingat Alexa. Zayn tak ingin kesalah pahaman yang terjadi malah semakin ber larut larut, Alexa adalah wanita yang nekad. Takutnya tanpa aba aba Alexa melayangkan gugatan cerai ke pengadilan. Tidak, itu tidak bisa di biarkan.
Zayn segera mandi, ia harus kembali membujuk Mama Greendia untuk memberi tahukan keberadaan Alexa, bahkan Zayn membawa mama Lexi hanya agar Mama Green mau memberikannya alamat keberadaan Alexa. Zayn bahkan sudah menyiapkn benerapa pakaian serta perlengkapan lain di mobilnya.
Ponsel Alexa masih tidak aktif. Zayn semakin kencang mengendarai mobilnya menuju rumah mertuanya. "Zayn pelankan mobilmu. Mama tau kau tak tenang tapi perhatikan keselamatanmu." peringat Mama Lexi.
"Ma, Zayn takut Alexa meninggalkan Zayn. Bukankan Aku sudah tak memiliki alasan untuk kembali mengikatnya, seandainya kemungkinan terburuknya Alexa tak menginginkan aku." tersemat ketakutan di diri Zayn. Lexi memahami hal itu.
"Menangkan hatinya terlebih dulu, ungkapkan perasaanmu. Percayalah tidak akan ada wanita yang mampu lolos dari pesona pria yang membuatnya nyaman. Mama yakin Alexa juga menyukaimu." Mama Lexi memberikan semangat terhadap putranya.
Zayn memarkirkan mobilnya di salah satu Atm, ia mengambil banyak uang, entah untuk apa tapi hatinya menyuruh demikian. Kemudian kembali melanjutkan mobilnya.
"Ma. Maaf bukan tidak sopan Zayn ingin bertanya sesuatu terhadap Mama apa boleh?" Zayn melirik Mamanya di kursi penumpang yang berada di ssmpingnya, ia juga membagi fokusnya ke jalanan yang akan ia lalui.
"Tentu saja. Zayn kau boleh menanyakan apapun." Mama Lexi menyadari raut tidak enak dari putra tunggalnya itu.
"Zayn sebenarnya sudah membaca beberapa artikel, namun Zayn masih tak yakin akan informasi itu, sehingga Zayn harus memastikannya. Namun Zayn tidak berani bertanya terhadap orang lain Zayn malu. Sekalipun Zayn harus berkonsultasi dengan dokter. " ujar Zayn serius. Ujung mata Zayn melirik ke arah Mamanya berusaha membaca ekspresi Mamanya.
__ADS_1
Mendengar kata dokter Mama Lexi seketika tersentak, ia takut jika putranya sakit atau mengalami kelainan.
"Kau sakit Nak?" suara lemvut itu bercampur nada panik.
"Bukan. Tidak Zayn tidak sakit." Sangkal Zayn. Ia memberanikan diri untuk mengakui sesuatu kepada ibunya.
"Lalu apa Zayn? Jangan membuat mama takut!" Mama Lexi mendesak Zayn agar segera melanjutkan kalimatnya.
"Aku tak mengerti dengan diriku sendiri Ma." Ada jeda juga hembusan nafas yang keluar kasar dari mulut Zayn.
"Sebelum malam itu Zayn tidak pernah seperti ini sebelumnya." cicit Zayn pada akhirnya.
"Malam yang mana? Apa yang terjadi sebenarnya Zayn?"
"Malam kelam antara aku dan Alexa."
"Zayn. Tapi apa kau ada keinginan untuk menyentuh istrimu dengan menyalahi aturan atau ketentuan agama kita?" Mama Lexi tidak menghakimi Zayn begitu saja, ia memilih untuk memperjelas terlebih dahulu.
"Tidak Ma, semua yang ku lakukan tidak menyalahi aturan. Aku hanya selalu terus menginginkan Alexa, meskipun aku sudah puas aku menginginkan lagi dan lagi. Maaf bukan Zayn membuka aib Zayn sendiri, Zayn hanya cerita ini sama Mama saja."
"Apa Alexa bisa mengimbangimu? Tau kau ingin mencari madu untuk istrimu?" Mama Lexi kira Zayn mengatakan itu dengan maksud tertentu.
"Mama ngomongnya. Satu istri saja pusing, aku tak berniat memiliki istri lagi."
"Lalu kesimpulannya kau menceritakan hal ini terhadap Mama apa?"
__ADS_1
"Aku merasa jika gairahku tak wajar Ma. Aku bahkan kadang kekurangan saat main satu kali, aku harus membujuk istriku lagi agar mau melayaniku lagi. Semalam terlintas di pikiranku apa mungkin Alexa pergi karna tak sanggup dengan permainananku."
"Itu wajar Zayn, kau masih mengebu gebu karna baru baru ini merasakan hal seperti itu. Dalam kata lain kalian masih pengantin baru. Selagi kau tidak menyalahi aturan atau tidak berkeinginan menyakiti pasanganmu itu adalah hal yang wajar."
"Papa juga seperti itu Ma?"
"Ya, bahkan nyampe sekarang." Mama Lexi terkekeh canggung karna keceplosan. "Asal kau melakukan itu kepada tempat yang halal tidak papa. Tapi jangan lupa ucapkan terimakasi setelah kau terpuaskan. Meski terlihat sepele tapi hal itu sangat berarti untuk para wanita. dengan itu kami merasa di hargai."Mama Lexi memang mengatakan apa yang ia rasakan.
"Ya Ma, aku selalu mengatakan hal itu."
Zayn dapat bernafas dengan lega setelah tau kebenarannya. Namun dadanya kembali menyempit juga dengan rasa panas saat ia tiba di rumah meruanya. Ia melihat mobil Adam di sana, gercep sekali si Adam itu.
Zayn segera berlari menuju rumah dan menghampiri Adam yang tengah berbincang dengan Mama mertuanya.
"Apa yang kau lakukan di sini Adam?" Suara Zayn menggelegar membuat semua orang menoleh ke arahnya termasuk pekerja yang tengah membereskan dapur pun mendekat ke sumber suara Zayn.
"Malah nanya. Aku lagi ngapelin calon istri di sini." Adam malah sengaja memancing amarah Zayn, terlihat sangat lucu saat wajah kaku Zayn di penuhi aura kecemburuan seperti ini.
"Perhatikan ucapanmu Adam. Wanita yang kau maksud calon istri setatusnya masih menjadi istriku. Pergi! Jika kau tak ingin aku mencabik mulutmu." Adam melangkah keluar. Ia pergi bukan karna takut akan ancaman Zayn melainkan karna urusannya telah selesai.
Setelah kepergian Adam, Zayn langsung mengintrogasi Mama mertusnya. Mama Lexi bahkan sampai geleng geleng saat Zayn terlihat memohon kepada adiknya hanya agar memberitahukan keberadaan Alexa.
"Mama, aku tak bisa jika menunggu terlalu lama. Aku gelisah memikirkan keberadaan Alexa. Ayolah Ma, mama tak inginkan jika hubungan kami memburuk?"
Mama Green terlihat berpikir.
__ADS_1
"Mama bantu Zayn membujuk Mama mertua" sekarang giliran Mama Lexi menunjukan taringnya.