Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Ingin melihat kehancuran Zayn


__ADS_3

"Astaghfirullah ... Astaghfirullah ... Astaghfirullah."


Berkali kali Alexa mengucap asma Allah, ia berharap jika dirinya tengah bermimpi, meskipun senjata api yang menempel di pelipisnya kini semakin terasa sakit karna Pak Ardi menekan terlalu kuat.


"Di-di culik? Ma-maksud Pak Ardi apa?" Alexa kini semakin ketakutan. Pak Ardi juga cukup lama menjadi supir Papanya sehingga Alexa begitu terkejut saat mendapati dirinya tengah di culik.


Mengapa banyak sekali ujian hidupku? Alexa berujar dalam hati, selain nama Tuhannya, nama Zaynlah yang selalu ia panggil dalam kalbunya.


"Kau harus masuk lebih dulu. Nona manis, bukan aku yang akan melenyapkanmu." Pak Ardi mendorong tubuh Alexa untuk memasuki sebuah bangunan tua yang tak berpenghuni, bahkan dinding dinding ruangan itu sudah di hiasi lumut sera tanaman paku. Lantai rumah itu juga sudah banyak yang retak dengan beberapa jendela tanpa kaca.


Aroma lapuk langsung tercium di hidung Alexa, namun karna takut Alexa hanya diam dan mengikuti kemana Pak Ardi membawanya.


"Tugasku hanya membawamu kemari, tapi jika seseorang yang membayarku, menyuruhku untuk membunuhmu dengan senang hati aku akan mengabulkannya." Pak Ardi meletupkan tawanya hingga menggema di rumah kosong yang tampak menyeramkan itu.


Pak Ardi segera mengikat tangan dan kaki Alexa di sebuah kursi kayu yang sudah ia persiapkan sebelumnya.


Alexa tak menyangka jika Pak Ardi akan bertindak seperti ini, seingatnya Pak Ardi adalah orang baik, dia juga mempunyai seorang putri angkat yang berumur tiga tahun di bawah Alexa. Bahkan Pak Ardi kerap kali meminta pakaian maupun barang barang yang sudah tak terpakai oleh Alexa untuk putri angkatnya.


"Pak kenapa Bapak tega lakukan semua ini sama Alexa? Apa kesalahan Alexa?"


"Kau bertanya apa salahmu?!" Pak Ardi membentak dan meninggikan suara hingga Alexa terjengkit karna terkejut.

__ADS_1


"Kau wanita perusak kehidupan beberapa orang Alexa!" tuding Pak Ardi kencang, suara Pak Ardi bahkan terdengar menggelegar di tempat itu. Alexa sudah di buat ketakutan.


"Kak Zayn. Tolong aku!" lirih Alexa pelan.


"Karna dirimu.!" Pak Ardi mengacungkan satu tangannya di hadapan Alexa, juga menoyor kening anak dari bosnya.


"Karna kau, aku harus kehilangan wanita yang paling ku cintai. Greendia Mama sambungmu membatalkan pertunangan kami hanya karna Papamu melamarnya, Greendia mengatakan jika dia kasihan dan jatuh hati kepadamu hingga mau di nikahi Papamu. Dia membatalkan acara pernikahan kami." Terlihat jelas luka di mata Pak Ardi, tentang kisah kasih tak sampainya bersama mama sambung Alexa.


Alexa tertegun. Ia tak merasa merebut siapapun dari tangan orang lain, Mama Green juga tidak menunjukan kasih sayang yang lebih terhhadapnya karna kehadiran Alisa.


Lalu mengapa dirinya di salahkan, papanya juga kerap kali menyalahkannya kemudian orang lain juga, bahkan supir Papanya twrnyata mantan tunangan mama sambungnya, tapi apa papa Azam tau jika Pak Ardi adalah mantan calon suami Mama Green? Padahal sejauh ini Mama Green tidak dekat atau pernah terlihat berbincang dengan Pak Ardi.


"Karna dirimu aku tak bisa menikahi wanita manapun. Aku terlalu mencintai Greendia, tapi kau menghancurkan semuanya." Pak Ardi terus menerus meninggikan suaranya dengan urat urat yang terlihat jelas di batang lehernya.


Dan perkataan Pak Ardi selanjutnya kembali membuat Alexa semakin terkejut.


"Dan kau juga penyebab kematian Risa putri angkatku!" tuduhan keji macam apa ini? Bisa bisanya Ia di tuduh menjadi penyebab kematian Risa. Bahkan Alexa tak tau jika Risa sudah tiada.


"Risa? Maksud Pak Ardi, Risa putri bapak sudah meninggal?" bukannya putri Pak Ardi tinggal di pondok pesantren keluarga Zayn, lalu kapan meninggalnya? Alexa bertanya pada dirinya sendiri.


"Ya! Dan itu karna dirimu!" kali ini pak Ardi sampai menodongkan senjata api di kening Alexa. Membuat Alexa kembali menegang karna ketakutan.

__ADS_1


"Karna dirimu menikahi Gus Zayn dengan cara licik. Kau menjebak Gus Zayn hanya untuk menikah dengannya. Oleh karna itu putriku pulang kerumah sewa kami dan menggantung dirinya sendiri. Dengan seutas tambang biru di lubang angin pintu kamarnya. Kau sudah menjadi penyebab kematian putriku Alexa. Kak wanita sial! Pantas saja Papamu memperlakukanmu dengan buruk. Kau memang jahat dan tak layak di cintai siapapun!" Pak Ardi mengetuk ngetukan senjata api yang ia miliki di kening Alexa hingga, kening itu memerah oleh tindakan Pak Ardi.


"Tidak. Aku tidak menghancurkan hidup siapapun." Alexa menggeleng brutal, ia tak terima saat beberapa kejadian buruk yang terjadi Alexa lah yang di tuduh penyebabnya.


"Kau wanita sial Alexa! Ibumu mati karna kecelakan saat bersamu, Lula sepupumu mati karna berurusan denganmu. Dan Alisa juga mati karna dia adikmu. Satu lagi anakmu juga mati karna tak sudi memiliki ibu yang yang pembawa sial seperti. Jika calon bayimu kembali mati di tanganku maupun di tangan majikanku, aku akan sekaligus mengirimmu ke alam barka Alexa." Pak Ardi mengcengkram rahang dan mendongakan wajah pucat Alexa. Alexa ketakutan juga kini sudah menangis, benarkah jika ia tak layak di cintai juga sebagai wanita pembawa sial.


"Lepaskan aku! Aku peringatkan dirimu. Untuk segera melepaskanku, atau Zayn tak akan mengampunimu!" Alexa berucap dengan rahang yang menyatu karna cengkraman tangan Pak Ardi.


"Aku akan melepaskanmu. Tentu saja setelah setelah majikanku sampai di sini dan melenyapkanmu. Aku sendiri yang akan mengantarmu ke liang lahat." Pak Ardi menghempas wanita muda yang ia benci selama bertahun tahun. Bahkan Pak Ardi beberapa kali mencoba mencelakakan Alexa, namun sepertinya dewi fortuna selalu melindunginya. Apalagi setelah di nikahi Zayn, Alexa kerap kali dalam pengawasan pria itu. Dan setelah sekian lama menunggu baru kali ini kesempatan Itu muncul.


Pak Ardi memang sudah mengincar Alexa sejak lama, namun bak gayung bersambut, rupanya ada seseorang juga yang menginginkan Alexa untuk lenyap, sehingga Pak Ardi bekerja sama dengan orang itu untuk melenyapkan Alexa, tentu saja dengan imbalan yang sangat tinggi. Padahal tanpa imbalanpun Pak Ardi akan senang hati melenyapkan penyebab penderitaan dari hidupnya.


"Zayn tak akan mengampunimu!" Desis Alexa.


"Aku tak keberatan mati setelah mengirimmu ke neraka Alexa."


Plak ...


Satu tamparan Pak Ardi layangkan untuk Alexa.


Pipi Alexa terasa kebas, saat merasakan tangan pria tua itu mampir di wajahnya. Tamparan Ardi terasa tak main main saat membanting wajahnya.

__ADS_1


"Aku senang jika Zayn kemari, dia akan menyaksikan istri dan calon anaknya mati. Aku juga membencinya karna dia juga menolak lamaranku untuk Risa. Aku ingin melihat bagai mana reaksi seorang Gus saat kehilangan cinta juga anaknya secara bersamaan." Ardi sepertinya sudah gila. "Aku ingin melihat kehancuran Zayn, pria sombong itu harus merasakan apa yang kurasakan, kehilangan wanita yang ku cintai juga anakku." Ardi kembali meledakan tawanya.


"Tunggulah sebentar, seseorang yang akan mencabut nyawamu akan segera tiba. Kau juga pernah bertemu dengannya beberapa waktu lalu." Ardi menoyor kepala Alexa sebelum meninggalkan Alexa.


__ADS_2