Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Pria baik


__ADS_3

"Ale. Aku ke mesjid dulu ya, waktu dzuhur sudah hampir tiba." Zayn mengecup pipi Alexa. "Terimakasih untuk yang tadi." Zayn tersenyum penuh maksud.


"Oh ya, sejak semalam aku tak melihat kau meminum obatmu. apa sudah habis?" tanya Zayn.


"Ya kak obatku sudah habis. Lagi pula juga sebentar lagi aku sembuh." Alexa masuk ke selimutnya menggulung tubuhnya yang dingin karna terlalu lama berada di sumur untuk menyenangkan suaminya.


"Mau di belikan sesuatu? Setelah shalat nanti?" Zayn mengusap rambut Alexa yang menyembul di balik selimut.


"Bataghor kayanya enak kak. Yang di samping mesjid itu." Alexa menyembulkan wajahnya.


"Baiklah." Zayn pamit. Ia menuju ke mesjid yang letaknya tak jauh dari rumah mamangnya.


Baru beberapa saat Zayn pergi, suara ketukan pintu rumah terdengar. Mungkin ada tamu pikir Alexa karna Zayn tak mungkin mrngetuk pintu. Terdengar juga beberapa orang bercakap cakap.


Rupanya memang benar, saat Alexa membuka pintu ada beberapa orang yang sudah berderet di depan rumah. Beberapa pemuda kampung yang mampir ke rumah Bibi Aliyah, dan kebetulan bibi Aliyah juga baru pulang dari mencari rumput bersama suaminya.


Mang Opik menanyai pemuda yang mampir ke rumahnya siang hari begini. Dan mereka kompak mengatan ingin bertamu dan mengenal Alexa lebih jauh.


"Weh lah dalah. Kalian ingin mengenal keponakanku?" tanya Bibi Aliyah. "Kalian tau tidak jika keponakanku sudah berduami?"


"Suami?" ujar ke tiga pemuda itu berbarengan. Mereka datang ke rumah bibi Aliyah tidak hanya membawa badan saja. Banyak buah tangan yang mereka bawa mulai dari hasil tani. Buah buahan, sayur mayur, serta beberapa jenis kue.


Sudah menjadi kebiasaan di kampung itu jika ada seorang gadis yang menarik hati, maka para pria akan berbondong bondong untuk menyambangi rumah sang gadis. Dengan tujuan tentu saja untuk menarik perhatian si gadis. Namun sayang mereka kali ini salah. Wanita yang mereka pikir gadis merupakan istri seseorang.


Suata adzan dzuhur menggema di seluruh telinga orang orang.


"Jika kalian penasaran dengan suami keponakan kami. Pergilah kemesjid lihatlah siapa yang mengumandangkan Adzan Dzuhur. Dialah suami dari Alexa." ujar mang Opik.


"Kukira hitam manggis ternyata hitam arang. Kukira masih gadis ternyata istri orang." ujar pemuda berperawakan jangkung.


"Nasib nasib."


Meski sudah di beri tahu jika Alexa sudah memiliki suami tapi mereka tak pantang menyerah. Mereka tetap maen di depan rumah milik bibi Aliyah.

__ADS_1


Alexa tak perduli seberapa banyak pria yang menemuinya ia kembali memasuki rumahnya. Mereka tak bisa membuat Alexa tertarik. Bagi Alexa semua pria terlihat blur saat ini. Itu karna Zayn yang berhasil memiliki hatinya.


Alexa bahkan sulit mempercayai jika pria yang begitu menyebalkan juga bermulut pedas sudah jatuh cinta terhadapnya.


Para pemuda yang berkumpul di rumah mang Opik kini mulai memainkan gitar juga bernyanyi untuk memancing wanita yang bernama Alexa keluar dari rumahnya.


"Assalamualaikum ..." Zayn datang dengan satu kantong batagor di tangannya.


Zayn heran mengapa ada beberapa orang di depan rumah Mang Opik.


Tidak hanya Zayn, ketiga pemuda itu juga heran dengan keberadaan Zayn di hadapan mereka. "Ustad dari mana pikir mereka?"


"Ada keperluan apa kalian berada di sini,?" Zayn berujar datar syarat akan ketidak sukaannya.


Ketiga pemuda yang tidak Zayn ketahui namanya mengacuhkan Zayn, mereka melanjutkan kegiatan mereka bernyanyi.


Zayn menggelengkan kepala karna merasa di acuhkan, ia pun memasuki rumah. Dan langsung di sambut oleh Alexa. "Mana batagornya."


"Ada tiga orang pemuda di luar rumah Bi, apa yang mereka lakukan?" Zayn menuangkan air dari tego ke dalam sebuah gelas.


"Mereka mengapeli istrimu Zayn." ujar bibi Aliyah, Zayn yang tengah minum langsung tersedak dan terbatuk batuk.


"Apa? Mareka mengapeli istriku Bi? Apa di kampung ini tidak ada stok gadis lain sehingga mereka mengapili istri orang." Zayn segera mengganti pakaian kokonya dengan pakaian santai kemudian keluar rumah dengan membawa beberapa bungkus rokok.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" ujar Zayn. Sembari meletakan beberapa bungkus rokok di depan mereka.


"Kami hanya bermain?" jawab salah satu orang itu.


"Bermain karna seorang wanita, apa lagi wanita itu sudah bersuami itu perbuatan tak baik. Kalian juga sedikit mengusik ketenanganku dan istriku. Bukan aku bertingkah tidak sopan, hanya saja kalian harus menghargai seseorang bukan? Kami di sini hanya berkunjung baik baik di rumah kerabat kami jadi tolong jangan mengganggu dan mengusik kami." Zayn berujar sopan, mencoba memberitau jika wanita yang mereka incar adalah istrinya.


Ketiganya terdiam dan tersenyum kikuk. "Aa suaminya neng Alexa ya? Kami kira Aa juga orang ngapel." ujar salah seorang dengan canggung. Tak lama dari itu mereka pamit pergi.


Zayn menggelengkan kepala setelah kepergian ketiganya dan segera memasuki rumah kembali.

__ADS_1


Baru saja Zayn mau duduk terdengar seseorang meminta tolong dengan heboh.


"Tolong ... Tolong ..."


Ujar seorang pria. Mang Opik yang semula tengah memberi makan domba dombanya memasuki rumah dan mengabaikan permintaan tolong dari seseorang.


Zayn yang mendengar suara minta tolong segera keluar rumah dan bertanya kepada mang Opik.


"Ada suara minta tolong Mang. Siapa?" Zayn bertanya kepa Mang Opik karna Zayn juga yakin jika Mang Opik mendengar suara minta tolong itu.


"Biarkan saja Zayn. Yang meminta tolong adalah si angkuh, itu di sana" Mang Opik menunjuk satu rumah yang cukup besar yang letaknya tak jauh dari sana. "Rumah Pak Toha yang sangat sombong itu. Mamang yakin jika orang orang juga mendengarnya namun mereka sengaja tak menolong Pak Toha. Keluarga itu memang terkenal sangat angkuh di kampung ini." ujar mang Opik.


Zayn tak bisa mengabaikan orang lain yang butuh bantuannya. Ia segera memanggil istrinya. "Alexa, ayo ikut bersamaku sebentar!" Zayn menarik tangan Alexa, yang baru saja selrsai makan batagor.


"Tunggu dulu kak aku belum minum." Alexa minum terlebih dahulu, setelahnya mengikuti Zayn keluar dari rumah milik bibinya.


Baik Mang Opik maupun Bibi Aliyah melarang Zayn untuk nendekat dan menolong Pak Toha. Namun Zayn tidak bisa menuruti apa kata bibi dan mamangnya.


"Mang, Bi, kita manusia maka bersikaplah sebagai manusia yang harus memanusiakan manusia lain. Jika dia bukan orang baik biarkan saja urusannya bersama Tuhannya. Yang terpenting kita tidak berbuat dzalim dengan mengabaikan orang yang memerlukan pertolongan kita." ujar Zayn sebelum berlalu.


Mang Opik dan Bibi Aliyah bertanya tanya mengapa ada orang se baik Zayn, apa Zayn lupa tadi siang dirinya sampai memohon karna ingin membeli kelapa milik Pak Toha, dan sekarang saat Pak Toha minta tolong Zayn mau menolongnya. Sunghuh tidak dapat di percaya.


"Zayn pria baik."


Suara minta tolong itu makin jelas terdengar, sumber suaranya dari dalam rumah.


Dan benar kata Mang Opik jika yang meminta tolong adalah seorang pria paruh baya berkumis baplang yang tak lain dan tak bukan adalah Pak Toha.


"Tolong saya, tolong saya." Pak Toha menghampiri Zayn yang baru sampai di ambang pintu rumahnya yang terbuka.


"Anak saya pendarahan dan tak sadarkan diri." ujar Pak Toha. Zayn dapat melihat wanita yang tadi bersama pak Toha tergeletak di dalam rumahnya.


"Sebentar saya ambil mobil dulu." Zayn meminta Alexa untuk menunggunya di sana.

__ADS_1


__ADS_2