
Alexa menikmati saat Zayn menggendongnya menuju tempat tidur.
"Kak Zayn berotot, apa sering olah raga?" Alexa bertanya tanpa malu-malu.
"Hm, kadang aku ngegym jika ada waktu senggang."
"Tapi otot kak Zayn, terbentuk sempurna."
"Kau menyukainya?"
"Hum..." Alexa mengangguk di antara dada Zayn.
"Bagusan otot siapa? Ototku atau otot Adam?"
"Hah ..." Alexa menatap rahang tegas Zayn juga jakun Zayn yang terlihat naik turun menelan salivanya.
"Aku tidak tau, aku belum pernah melihat dan merasakan otot Kak Adam." Alexa mencebikan bibirnya.
Zayn hanya tersenyum samar, Alexa terlalu jujur mengakuinya.
Alexa membukakan pintu karna ia melihat Zayn akan kesulitan saat membukanya.
Zayn meletakan tubuh Alexa ke atas kasur miliknya. "Tidur Alexa, ini sudah hampir jam 12 malam." Zayn menarik selimut sampai sebatas pinggang Alexa.
__ADS_1
"Kata Kak Zayn akan mengolesi punggungku dengan minyak ini." Alexa menyerahkan bitol kecil yang berisi minyak kayu putih di hadapan Zayn.
Tidak banyak berbicara lagi Zayn mengambil botol kecil itu dari tangan Alexa.
Zayn duduk di belakang Alexa, tapi sungguh tindakan Alexa selanjutnya membuat Zayn tremor. Matanya nyaris meloncat saat Alexa membuka kaos yang ia kenakan dengan satu kali tarikan.
Astaghfirullah,,, Alexa tidak mengenakan apapun di balik kaos itu, dari leher hingga ke binggangnya tidak terhalang apapun. Berarti sebelah kelembutan Alexa yang Zayn rasakan kepadatannya di dada bidangnya tadi tanpa bantalan apapun. Sial Zayn merasa panas dingin saat itu juga. Zayn mengingat ukurannya.
"Ya Allah Alexa. Kau tidak tau malu, kau nyaris telan jang di hadapan seorang pria." Zayn memalingkan wajahnya yang terasa terbakar.
"Kenapa? Kau malu? Padahal kak Zayn sudah pernah melihatnya." Dengan santai Alexa menengok ke arah belakang, kedua kelumbutan Alexa hanya tertutup oleh rambutnya saja.
"Tahan Zayn tahan. Alexa sedang hamil muda, tak baik jika mendatanginya sekarang." Zayn mensugesti dirinya sendiri agar tidak terlihat murahan.
"Cepetan kak." Alexa merengek, matanya sudah mengantuk tapi ia ingin tubuhnya dalam keadaan hangat.
"Kak berikan minyaknya." Alexa menyodorkan tangannya. "Aku ingin membaluri perutku sekalian."
"Biar aku saja nanti setelah selesai." Zayn berucap, dengan modus yang lain, ia tetaplah seorang pria, otaknya sudah terseting otomatis untuk hal-hal berbau keintiman.
"Ga, Ah entar kak Zayn nuduh aku menggoda kak Zayn lagi."
"Ya kalo kau pengen sih tidak papa Alexa, kau tinggal berbicara saja lagi pula, aku berkewajiban memberikanmu nafkah itu." Zayn juga masih menjunjung egonya.
__ADS_1
"Aku tidak akan merendahkan diriku untuk yang kedua kalinya kak."
Alexa segera mengenakan kembali kausnya. Ia tak ingin Zayn mendatanginya hanya karna Nafsunya saja, cukup sekali Alexa melempar dirinya sendiri pada kebuasan Zayn.
"Ayo tidur." Alexa merebahkan tubuhnya di tempatnya, kemudian menepuk sisi kosong di sampingnya.
"Tidak usah, aku bisa tidur di sofa Alexa." Zayn masih saja gengsi, saat harus seranjang dengan Alexa, wanita yang selalu ia cacimaki sejak jaman baheula.
"Kak Zayn, tidak usah menyiksa diri sendiri dengan tidur di sofa. Aku janji tidak akan mecam-macam, paling minta di elusi perutku saja. Rasanya tak nyaman kak." Alexa mengelus perutnya yang terasa sakit juga mual.
"Justru aku akan tersiksa jika tidur satu ranjang denganmu." Zayn menggeram pelan.
Alexa sudah membaca doa tidur.
"Kak, ayo tidur! Aku mengantuk."
"Alexa kau tinggal memejam kan matamu. Kau akan tertidur dengan sendirinya. Atau kau bisa menghitung anak domba, lama kelamaan kau akan tidur." Zayn berujar malas, sulit sekali menjelaskan pada Alexa, Zayn yakin Alexa sengaja mengerjainya. Zayn tau Alexa bukan gadis polos.
"Ayo kak. Bayinya ingin di sayang sama papanya." Alexa menyerang titik lemah Zayn.
Dan berhasil Zayn lansung merebahkan tubuhnya dabmn turut masuk dalam selimut. Alexa langsung memposisikan diri memeluk Zayn dan membawa tangan suaminya untuk mengelusi perutnya. "Elus-elus kak." Alexa memejamkan matanya menghirup dalam-dalam aroma maskulin dari tubuh Zayn.
"Xa jangan seperti ini." Zayn mencoba melonggarkan pelukan Alexa.
__ADS_1
"Ah, tidak mau. Alexa nyaman seperti ini." Alexa tak memperdulikan Zayn kini menggeram pelan. Sepertinya Zayn akan terjaga sepanjang malam karna tersiksa akan ke hadiran Alexa. Harusnya Zayn tadi membiarkan Alexa menginap di kamar Hanna saja dari pada ia harus tersiksa.
Alexa tak tau jika tindakannya memeluk Zayn, membuat suaminya kesulitan memejamkan mata. Secara tak langsung Alexa sudah menyiksa Zayn.