
Klek......
Begitu pintu utama Mension terbuka, maka segala macam hiasan meriah lagi mewah terpampang di hadapan Cinta. Sorak sorai semua orang menyambut nya pulang membuat Cinta terharu.
"Kenapa malah menangis sayang?"
Om suami nya sudah memeluk nya dari belakang.
"Aku tidak menangis byy"
"Baik lah, bagaimana apakah suka?"
"Suka sekali"
Sangat indah lagi menawan dekorasi nya, lantas berbagai macam camilan, sirup yang menyegarkan, wangi buah-buahan segar, bunga-bunga yang indah terlihat di tiap pojok rumah. Tanpa henti Cinta tersenyum.
"Selamat datang di rumah, nak"
"Mommy, mommy Diah sudah sembuh"
Meski masih duduk di kursi roda Cinta menyempatkan mencium tangan wanita paruh baya yang sudah melahirkan suami nya itu.
"Jangan membungkuk, mommy bisa kalau berdiri sebentar"
Mommy Diah langsung memeluk menantu kesayangan nya, setelah nya tak berapa lama kembali duduk di kursi roda. Mommy Diah tersenyum lantas mengelus perut buncit Cinta.
"Bagaimana keadaan mereka?"
"Mereka sehat mom"
Aksara menjawab nya sambil menyodorkan puding serta membimbing istri nya duduk.
"Ada berapa bayi? mommy belum sempat ikut ketika pemeriksaan rutin mereka"
"3 hari lagi mom bisa ikut mengantarkan mereka untuk dilihat"
"Oh begitu kah baik lah"
Mommy Diah sangat senang dengan penuturan putra semata wayangnya, meski dia hanya memiliki Aksara seorang namun cucu-cucu nya tidak hanya 2 orang. Seluruh keluarga nampak sangat berbahagia, mereka mencicipi camilan bahkan makanan berat yang disediakan.
"Mohon berkumpul semua, Rayz punya pengumuman"
"Baik lah"
Mereka semua berkumpul dan menanti pengumuman dari tuan rumah muda mereka.
"Ini lah istri ku Cinta jadi aku menikah berulang kali hanya dengan seorang wanita"
__ADS_1
Mereka mengangguk lantas mengerti dengan situasi yang baru-baru ini terjadi.
"Aku juga akan menunjukan satu kejutan terbesar pada kalian, bagaimana sayang apa kau siap"
Cinta mengangguk.
"Tutup mata mu"
Cinta dengan penurut nya menutup matanya, lantas Aksara memanggil kedua kaki tangan terpercaya nya. Kedua orang itu masuk, juga berjajar ratusan pengawal belum lagi yang berjaga di luar.
"Sekarang buka mata mu"
Cinta membuka mata, mulut nya menganga dan air mata begitu deras mengaliri pipi nya.
"Sayang ku, anak-anak ku"
Cinta hendak berlari, namun di cegah oleh Aksara.
"Kenapa? aku ingin memeluk anak ku"
"Duduk lah mereka akan dibawa kemari"
Cinta terpaksa duduk menunggu keranjang bayi datang. Kedua anak kembar nya telah dia dapatkan, dengan segera menggendong mereka, memeluk, serta menciumi nya. Mereka yang hadir hanya terpaku saja.
"Mom, Dad, mereka anak kembar kami yang disita Karenina, karena nya Cinta mau diubah muka nya dan kita tidak mengenali istri ku ini"
Mommy Diah juga Daddy Ditya menghampiri cucu-cucu mereka.
"Mereka sepasang mom, aduh Daddy jadi ingin cepat mereka berjalan mereka pasti sangat imut sekali"
"Dad bagaimana jika besok kita foto keluarga lalu ditaruh disana"
"Kita bikin yang besar ya mom"
"Tentu saja, cepat telpon langganan foto kita"
"Baik lah, sekarang kita urus cucu-cucu kita yang tampan dan cantik ini"
Mereka segera membawa anak kembar sepasang milik Aksara dan Cinta.
"Byy mereka belum dinamai loh!"
"Yang lelaki RAKSA RIEFA ALKATIRI"
"Lalu yang perempuan?"
"RIEKHA RIEFA ALKATIRI"
__ADS_1
"Nama yang bagus!"
"Seperti nama papah nya yang selalu berwibawa"
"Ih narsis, gak ganteng gitu"
"Itu sudah bawaaan"
"Apa iya?"
"Iya dong"
Aksara dan Cinta memasuki kamar mereka yang terletak dilantai bawah untuk sementara waktu sampai melahirkan.
"Ayo kita mandi dulu"
"Iya, aku capek banget nih"
Mereka mandi bergantian, Aksara selalu membantu Cinta karena perut nya yang terlalu besar untuk usia kandungan nya.
Cinta duduk di kursi meja rias sementara Aksara menggosok rambut nya dari belakang.
"Sini sayang byy keringkan?"
Cinta memberikan hair dryer nya, namun bukan nya mengeringkan rambut Aksara malah menjilati leher istri nya, mengecup bahu polos yang wangi itu.
"Byy kata mau mengeringkan rambut?"
"Byy menangis janji"
Dengan secepat kilat sudah memangku istri nya.
"Janji apa?"
Cinta dengan sekuat tenaga mengelak nya. Tanpa aba-aba Aksara menyatukan bibir mereka dengan pelan juga lembut. Mencecap manis nya madu, menghisap pelan lantas menggendong ibu hamil itu ke ranjang.
"Boleh?"
Cinta hanya diam muka nya menahan malu sekaligus seluruh tubuh nya merasa geli.
"Masih sore loh byy"
"Kan tidak ada larangan sayang"
Mau bagaimana lagi Cinta hanya mengangguk, meski susah dengan perut besar nya, Akhir nya Aksara menyelesaikan pertarungan hidup mati nya hahahahhaah.
(Maaf emak-emak tidak jadi part hot di cancel aja)
__ADS_1
BERSAMBUNG.