
"Mau tinggal dengan kami?"
Tawar Andra pada kakak dari istri nya, William memperhatikan muka istri nya seperti nya juga bagus untuk rumah tangga mereka.
"Kamu mau?"
Lisa masih terdiam.
"Kamu mau memilih apa pun aku akan mengabulkan nya selagi aku mampu"
Lisa memandang lelaki tampan yang menjadi suami nya.
"Asal.........."
"Apa?"
"Aku masih suami mu"
Lisa tersenyum agak canggung karena masih ada pasangan lain nya disana.
"Ciee yang lagi jatuh cinta"
Lisa melototkan mata nya, adik nya sangat jahil tapi dia tersenyum manis.
"Awas kak, itu mimisan hidung"
Lisa kaget dan langsung meraba hidung nya, memang dari dulu jika Lisa sangat senang atau sedih maka akan mimisan.
Sementara mereka berdua tertawa terbahak-bahak karena bisa mengerjai Lisa.
"Kalian!"
Lisa mencebikkan bibir nya, Will pun hanya tersenyum saja.
"Apa kalian akan kembali ke negara Z?"
Tanya Lisa kemudian tiba-tiba.
Rindi dan Andra saling pandang, karena hanya obrolan tentang kedua pasang pasangan muda saja. Sedangkan pasangan lain mereka suruh pulang untuk istirahat.
"Seperti nya kami akan sedikit lama tinggal disini, kakak angkat ku belum sembuh, mommy masih masa pemulihan dan ibu Amelia begitu pula papah Afar"
Ujar Andra karena ingin menjawab pertanyaan dari kakak ipar nya.
"Papah tinggal di mansion keluarga Mid kak"
Lirih Rindi.
Lisa mengangguk tersenyum, Will melirik istri nya.
"Kalau ingin tinggal dengan mereka, aku tidak keberatan kok, lagi pula aku ini sudah tidak bekerja lagi"
Ucap Will.
"Kau di pecat oleh ayah mu sendiri bro?"
"Ah tidak juga, kan aku bukan anak tunggal lagi bro, Daddy sudah menemukan anak pertama nya itu"
"Oh begitu, jadi bang Aditya Marco itu Abang kandung mu?"
"Benar sekali"
"Kebetulan yang tidak jelas"
__ADS_1
"Memang kenapa?"
Andra menghela nafas berat ingin bercerita.
"Ceritakan saja, memang Abang kandung ku itu sudah cerita keburukan nya sendiri dan telah menyesal tapi kan siapa sangka mungkin ada faktor tertentu yang akan buat dia bangkit jadi diri nya yang dahulu"
Andra tertawa mendengar ocehan sahabat nya itu.
"Bisa aja sih"
Sedangkan Rindi dan Lisa malas membahas pembicaraan mereka.
"Sudah lah kau ini melawak saja pekerjaan mu"
"Memang benarkan? tapi aku tidak pernah rebutan harta sama dia, males lah biarkan saja buat dia semua, kan aku sudah menikmati nya sampai umur segini"
"Ya aku juga demikian lah bro, harus nya dia berpikir seperti mu bukan nya jadi perang begini, sedari kecil aku sudah mengalah pada Abang ku itu"
Mereka terus membahas masalah keluarga, hobi, bahkan sampai ke bisnis yang mereka jalani.
Berbeda di mansion keluarga Mid, sesaat tadi mommy Jasmin dan Daddy Rei datang dari rumah sakit. Karena Andra menyuruh mereka segera pulang untuk istirahat.
"Kakak sedang apa?"
Tanya mommy Jasmin pada ibu Amelia yang sedang memasak di dapur.
"Ini kakak lagi masak, supaya kalau kalian pulang bisa langsung makan"
"Ya ampun kak, repot-repot banget, kakak sedang dalam masa pemulihan jangan terlalu capek"
"Tidak lah, kan kalau yang memasak kita sendiri maka kebersihan nya akan terjamin"
"Tapi jangan sampai kelelahan"
Ucap ibu Amelia.
"Aku mau mandi dulu ya sayang"
Mommy mengangguk saja melihat suami nya berlalu.
"Baik lah kalau itu mau kakak"
"Nanti aku mau mengirimkan makanan buat mereka yang ada di rumah sakit"
"Ya sudah nanti diantar sama supir ya kak"
"Baik lah"
Setelah menghidangkan sarapan di atas meja segera saja ibu Amelia bergegas mengemas sarapan itu di wadah besar untuk dibawa ke rumah sakit karena di desa memang kebiasaan orang masuk rumah sakit di besuk sambil bawa makanan.
"Pak supir tolong antarkan saya ke rumah sakit ya"
"Baik nyonya, mari"
Pak supir pun membantu mengangkat beberapa wadah besar untuk dibawa ke rumah sakit. Rupa nya ibu Amelia menyiapkan semua nya, dan hampir 2 jam berkendara menuju rumah sakit kini telah sampai.
"Tolong bantu saya bawakan makanan ini ya pak supir"
"Baik nyonya"
Ibu Amelia meminta tolong ke pak supir agar membawakan makanan itu karena diri nya tidak bisa lagi menenteng makanan itu tangan nya sudah penuh.
Mereka menyusuri koridor rumah sakit dan langsung masuk kedalam ruangan. Andra, Rindi, Lisa dan William kaget melihat ada yang datang dan masuk ruang rawat.
__ADS_1
"Ibu......!"
Andra kaget melihat ibu Amelia datang membawa beberapa wadah makanan yang besar.
"Itu apa Bu?"
"Makanan, dari pada beli, mending ibu buatkan sendiri saja"
Andra terdiam, dia tersenyum memang sifat ibu angkat nya ini seperti ini.
"Wah dari bau nya kayak nya enak banget"
Ucap Lisa mendekat pada ibu Amelia dan membantu wanita baya itu.
"Terimakasih nak"
Lisa mengangguk langsung, William menyipitkan mata nya dia nampak familiar pada wajah ibu Amelia tapi dimana dia pernah melihat nya.
William terus memperhatikan wajah baya itu meski wajah nya tidak sekencang waktu muda namun jelas ibu Amelia adalah wanita yang cantik jelita.
"Ayo ambil piring dahulu kalian bertiga, ibu akan suapi mantu ibu"
Ibu Amelia mendekat pada Rindi, di tangan nya sudah ada sepiring nasi dengan lauk pauk lengkap.
"Biar Andra saja, ibu makan saja"
"Ibu ingin memanjakan mantu ibu yang cantik ini"
Ucap ibu Amelia lantas mendekat untuk menyuapi istri nya Andra.
"Ayo nak buka mulut nya"
"Bu, Arin bisa makan sendiri"
"Tidak apa, ibu ingin menyuapi mu"
Rindi tidak bisa menolak selain membuka mulut nya di suapi ibu mertua angkat nya.
Lisa yang memperhatikan kehangatan itu sempat berkaca-kaca tentu ingat ibu kandung nya yang sudah lama tiada itu.
"Kalian cepat makan lah, jangan bengong saja memang mau kalian ibu suapi semua"
Ucap ibu Amelia menggoda ketiga orang itu.
Mereka lantas mengambil piring, menyendok nasi, capcay, telur balado, sambal, dan ayam goreng tentu nya. Dan juga ibu Amelia membawa sup ayam supaya bisa di minum sehabis makan.
"Masakan ibu memang selalu lezat"
Ucap Andra mengusap perut nya kekenyangan karena 2 piring nasi sudah masuk kedalam perut nya secara singkat.
"Yakin kamu Ndra?"
"Tentu lah, lihat mereka juga nampak lahap"
Menunjuk pada sepasang suami istri yang masih menyantap makanan yang tersisa di piring mereka masing-masing.
"Sukur lah kalau kalian menyukai nya, ibu jadi senang"
"Masakan ibu memang sangat enak sekali"
Ucap William yang baru pertama kali memakan masakan seorang ibu karena ibu nya meninggal sejak William lahir ke dunia.
BERSAMBUNG.
__ADS_1