
Suasana makan siang pun nampak sangat kacau karena perang dua manusia usil itu.
"Sudah ayo makan siang dulu"
Baik Andra dan William sama-sama tersenyum hangat pada ibu mereka yang satu ini.
"Masak apa Bu?"
"Ada menu kesukaan mu, SOP daging, semur daging, gulai ayam dan juga lalapan"
Andra tersenyum manis, Rindi segera mengisi piring makan milik suami nya itu dengan cepat mengambil semua menu kesukaan lelaki itu.
"Sudah yang"
Rindi mengangguk menyerahkan piring milik suami nya, tak kalah dengan Lisa yang juga sama mengambilkan nasi untuk William.
Mommy Jasmin pun sama meski Daddy Rei sudah menolak nya dan akan mengambil sendiri saja.
"Ibu tidak mengambilkan nasi untuk Daddy?"
Ucap William sengaja karena kasihan sama sang Daddy yang nampak bingung. Sebagai anak tentu dia tidak ingin Daddy nya bersedih.
"Anak mu bisa saja ya mas?"
German yang di panggil mas seperti dahulu jadi tersipu malu karena panggilan yang sudah lama tak pernah dia dengar lagi.
"Terimakasih mommy anak-anak"
Ucap German dengan lembut, Andra hampir menyemburkan makanan nya dari mulut nya.
"Kenapa tidak bilang, terimakasih sayang ku"
Muka German nampak tersipu malu.
"Jangan tersipu dad, bilang kalau cinta mumpung ada kesempatan"
Ucap William, Lisa mendelik karena sudah menggoda kedua mertua nya itu. Lisa mencubit pinggang suami nya yang jahil itu.
"Mas....!"
"Aww.......Sakit yang tau!"
"Biarin suka jahil sama orang tua juga"
"Kan biar mereka cepat tinggal bersama loh"
"Tapi tidak kamu jahili juga"
William hanya terkekeh saja, dia tidak lagi menanggapi ucapan istri nya.
Rindi nampak menyuapi suami nya begitu pun sebalik nya. Jadi William tidak mau kalah mereka William dan Lisa makan dalam satu piring.
"Dasar anak muda ya Dad?"
Ucap mommy Jasmin hanya geleng kepala saja.
"Mommy mau?"
"Tidak, mom sudah tua loh"
Ucap mommy Jasmin pada suami nya itu yang persisi dengan sang putra tunggal mereka.
__ADS_1
Ibu Amelia dan Daddy German saling lirik, lalu tersenyum dengan malu meski sudah tua namun mereka nampak romantis meski ibu Amelia tidak ingin tinggal di mansion milik Daddy German.
German membawa buah serta baju-baju yang sangat cantik untuk di kenakan ibu Amelia.
"Mel bolehkah aku ingin bicara berdua dengan mu?"
Ibu Amelia mengangguk.
"Kita ke taman depan saja mas"
Bahagia dan berbunga-bunga hati Daddy German karena benar nyata nya Amelia nya, wanita pujaan hati nya memanggil diri nya mas kembali.
Dengan diiringi senyum German mengikuti langkah ibu Amelia menuju ke taman depan lantas duduk di sebuah bangku dibawah rimbun pohon.
"Disini sejuk ya?"
"Iya, selain sejuk juga wangi bunga khas yang semerbak, dan aku suka"
"Aku tahu kau begitu mencintai bunga dan aroma khas nya"
Pelayan keluarga Mid datang untuk menyuguhkan teh camomile serta camilan nya buah yang dikeringkan tapi bukan kripik alot pasti nya.
Masa iya sepasang paruh baya memakan kripik bisa runtuh gigi mereka.
Daddy German menyuapkan buah kering itu untuk ibu Amelia.
"Buah kesukaan mu tetap yang paling manis"
Ucap German sembari tersenyum, German menyuapkan sisa buah kering itu kedalam mulut nya.
"Kau masih ingat?"
"Tentu saja, semua nya masih ku ingat, bahkan warna kesukaan mu pun"
"Orange"
"Bukan, warna kesukaan ku ungu"
"Bukan, kau salah, ungu adalah warna kesukaan ku"
Ucap German tersenyum malu seperti ABG saja.
"Oh ya, jadi selama ini aku selalu mengingat kesukaan mu?"
German mengangguk, dia senang sekali bahwa kekasih hati nya selalu mengingat akan tentang nya.
"Terimakasih ya Mel, kau selalu mengingat akan diri ku"
Ibu Amelia hanya mengangguk pelan saja tanpa menjawab ucapan Daddy German.
"Mel mau kah kau tinggal bersama ku?"
Ucap nya sekali lagi pada sang istri yang merupakan wanita tercinta nya itu.
"Aku mau tinggal bersama mu, tapi anak-anak kita semua nya disini mas, bagaimana aku bisa jauh dari anak-anak ku"
"Mereka juga anak-anak ku Mel, aku tahu itu tapi aku rindu hanya bersama mu"
"Dasar aki-aki, kita ini sudah tua bahkan lansia kau masih saja begitu"
"Meski tubuh ku lansia namun jiwa ku muda tak berubah sama seperti saat kita bertemu"
__ADS_1
"Iya baik lah"
"Jadi mau kan tinggal di kediaman ku?"
Amel mengangguk, Daddy German segera berlutut dan mencium kedua tangan istri nya dengan mesra.
"Ya sudah ayo kita masuk dan bicara dengan anak-anak kita supaya mereka bisa tahu tentang kepindahan mu"
"Apa tidak besok saja?"
"Aku malu lah kalau harus bolak-balik kepada Rei"
Ibu Amelia tersenyum akan tingkah lelaki yang sudah menua seiring berjalan nya kisah mereka.
Kini di ruang keluarga ada tiga pasang suami istri. Mereka sedang bercanda tawa dengan gembira di pandu pasangan tua Daddy Rei dan mommy Jasmin.
"Sudah selesai, ayo gabung dengan kita Ger"
Ucap Daddy Rei dan Daddy German hanya menyahut saja.
"Kami berdua ingin menyampaikan sesuatu pada mu dan anak-anak"
Lirih German, sementara Andra dan William langsung tenang yang semua sedang mengganggu sang istri dengan kekonyolan dan kejahilan mereka.
"Memang apa yang mau kamu sampaikan Ger?"
Ucap Daddy Rei.
Daddy German menghela nafas nya segera menghembuskan nya karena berat.
"Daddy kenapa?"
Ucap William bertanya pada sang Daddy.
"Daddy ingin membawa mommy kalian untuk tinggal bersama di mansion Daddy, kau tahu kan Daddy kesepian"
Andra dan William saling pandang, lalu memandang Daddy German, mereka lantas terdiam mencerna ucapan lelaki tua di depan mereka.
"Apa maksud mu Ger?"
"Begini Rei, aku sudah meminta pada Amelia untuk tinggal bersama ku, meski pun anak-anak tinggal disini, tolong ijinkan aku tinggal bersama istri ku ini"
Ucap Daddy German memegang tangan Ibu Amelia dengan erat, lelaki itu khawatir jika tidak diijinkan membawa pulang sang istri.
"Apa kak Amelia sudah setuju?"
Akhir nya ucap mommy Jasmin menyahut juga.
"Aku setuju Min, tapi aku akan tetap kemari menengok anak-anak, aku tidak mau meninggalkan mereka"
Ucap Lirih ibu Amelia seakan berat.
"Kalau kak Amel tidak keberatan tentu mas German boleh membawa nya tinggal kalian kan masih suami istri tidak ada kata cerai loh"
German mengangguk tersenyum, bahagia diijinkan oleh pemilik mansion namun seketika tatapan nya jatuh pada kedua anak lelaki di hadapan nya.
"Kenapa kalian murung?"
Mereka menggelengkan kepala nya.
"Aku tidak mengajak mommy kalian untuk berperang, aku hanya mengajak nya tinggal bersama bagaimana sih?"
__ADS_1
Ucap Daddy German, ibu Amelia tersenyum.
BERSAMBUNG.