TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.318


__ADS_3

Flashback on 3


Saat ini mereka bertiga sedang makan malam Daddy dari kedua anak jejaka nya itu. Meski Aditya pernah berumah tangga namun itu hanya sementara.


"Bagaimana latihan mu?"


Tentu nya pertanyaan itu di tujukan German pada si sulung. Ya semenjak Aditya datang William kini lebih sering mengunjungi galeri seni milik kekasih nya Honey Kristian.


Bahkan dengan senang hati Will keluar perusahaan hanya sesekali memang karena belum memegang jabatan CEO juga.


"Ya aku sudah belajar dengan tekun dad, aku bukan lelaki dengan otak yang encer"


Will hanya menyimak, namun terkadang entah mengapa ucapan kakak nya itu lucu membuat Will ingin tentu nya itu tidak sopan.


"Kau harus mempelajari semua lama-lama juga kau bisa"


Ucap German karena memang anak nya ini sedikit lamban.


"Cepat belajar untuk masa depan karyawan yang bernaung, untuk masa depan mu juga ketika berkeluarga nanti kan ada anak-anak yang kau nafkahi"


Aditya terdiam namun masih menyuapkan makanan ke mulut nya.


"Aku mandul pah, tidak akan ada anak yang terlahir dari benih ku"


Lirih Aditya.


"Apa yang kau bicarakan?"


German sangat tidak suka hal demikian yang mengundang bau kesedihan.


"Iya Aditya kecelakaan 10 tahun lalu hingga membuat alat reproduksi Aditya terganggu, dokter memvonis Aditya jadi mandul"


Ucap Aditya lebih tegas agar Daddy nya mendengar, dan benar saja sang Daddy nampak kaget.


"Benar kah?"


Aditya mengangguk, namun sedetik kemudian Daddy German tertawa membuat Aditya mengkerutkan kening nya.


"Ada yang lucu dad?"


"Asal alat vital mu tidak terpotong maka bisa di sembuhkan, kau tenang saja pelajari perusahaan Daddy, temukan gadis yang kau sukai lantas nikahi dan baru diobati"


"Hah segampang itu?"


"Iya lah ini sudah jaman modern kemana saja kau?"


William tersenyum.


"Iya kak, kakak tenang saja aku kenal dengan seluruh dokter di bidang demikian, kakak mau punya anak berapa langsung kembar 3 juga bisa"


Aditya nampak kaget dengan penuturan adik nya itu.


"Ha....ha, kau tak usah risau kita pasti punya penerus asalkan ada istri"


Aditya mengangguk tersenyum dia lebih bersemangat karena dia akan membiayai darah daging nya kelak.


"Daddy istirahat dahulu, kau keliling saja cari gadis"


Ucap Daddy German berlalu.


"Daddy orang nya selalu bercanda"


"Lagi pula kenapa kau kenapa keluar dari kantor, otak ku tak encer nih"


"Kan perusahaan itu milik kakak"


"Lalu bagaimana dengan mu?"


"Aku suka melukis dan kerja di bengkel"


"Kau ini, aku kemari untuk hidup enak tanpa kerja jadi orang kaya, biar kau saja yang kerja untuk ku"


William tertawa dengan asik nya.


"Malah tertawa lagi"


"Kakak aneh orang kerja baru ada uang, kok kakak ingin malas tapi punya banyak uang gak ada cerita nya"


"Ada kalau kau kerja aku pengangguran"


Mereka sama-sama tertawa, mereka berdua sedang bermain game di ruang keluarga. Minuman ada di sebelah karena ada lemari pendingin khusus minuman apa pun begitu pun camilan ada di rak sebelah nya.


"Kau tahu dulu aku bekerja banting tulang di perusahaan Daddy adopsi ku hingga korupsi tetap saja tak bisa kaya"


William kembali tertawa.


"Dan kau tahu aku orang bejad juga"


"Itu hanya masa lalu kak, sudah jangan di ungkit kita hidup untuk masa depan'


Mereka berdua tertawa bersama sambil menenggak minuman bersoda dengan alkohol rendah. William melihat sang kakak sudah mendengkur halus, memperhatikan wajah sang kakak yang tak jauh beda.


"Aku ada kerjaan di luar negeri, mungkin kita akan lama untuk berpisah kak"


Ucap nya lantas beranjak menuju ke kamar.


Meski tak bekerja di kantoran namun William memiliki hobi yang elit bahkan sangat mahal. Ya melukis adalah hobi nya Will seorang pelukis, seniman profesional yang jelas bukan kaleng-kaleng.


Drtt.....drrtt.


Will menghubungi kekasih nya itu yang seorang model, mereka sudah menjalin kasih selama 4 tahun.


"Iya"


Terdengar suara merdu gadis itu, lantas Will terkekeh lucu, dia begitu mencintai gadis tersebut.


"Aku akan tour ke luar negara"


"Terus"


"Kencan yuk"


"Oke di hotel xxx ya"


"See you baby"


Will begitu bahagia kencan nya langsung di setujui oleh kekasih nya.


Sementara di seberang sana dimana gadis yang baru saja Will hubungi, kini berada di pangkuan seorang lelaki. Kaki wanita yang di kenal dengan pacar Will itu sedang mengangkang di atas paha pria gelap nya.


"Siapa?"


Sambil menggoyang sedikit pinggang nya gadis itu bukan nya keberatan namun dia malah tertawa senang.


"Will"


"Kau milik ku malam ini"


"Aku akan menyuruh Lisa untuk memuaskan Will"


Ya beberapa saat lalu model tebar itu berlibur ke negara Z, dia menabrak seorang pengemis. Asisten nya membawa wanita muda yang sudah Kumal itu lalu dirawat nya. Karena kecelakaan itu, wanita itu kehilangan bayi nya yang masih berusia 3 bulanan.


"Bagus"

__ADS_1


'Will pasti senang karena Lisa sudah menjadi virgin kembali'


Pacar Will tersenyum devil.


Pacar Will dan kekasih gelap nya itu melakukan hubungan gelap mereka di hotel setelah menghubungi Lisa untuk memuaskan Will.


Sementara Daddy German di ruangan kerja nya melihat hasil anak buah nya yang sudah memperlambat bangun nya seseorang wanita yang koma itu.


"Maaf tuan seperti nya sudah tidak ada celah, salah satu orang kita tertangkap"


"Ya sudah biarkan mereka lolos"


"Apa kau yakin tuan?"


German mengangguk.


"Kenapa?"


"Karena kesalahan putra ku lebih buruk dan banyak dari pada kesalahan wanita itu dalam hidup nya"


"Baik"


Anak buah Daddy German segera menghubungi seseorang untuk mundur dan menghilangkan jejak.


"Kau boleh istirahat aku juga mau istirahat siang dahulu"


"Kapan tuan muda pertama akan di turunkan ke perusahaan tuan?"


"Biar dia belajar dahulu"


"Anda lelah tuan?"


German mengangguk lantas beranjak dari ruang kerja nya dan menuju kamar dengan pengamanan sistem canggih.


"Bagaimana keadaan dia?"


Asisten German mengerti siapa yang dimaksud dia oleh lelaki itu.


"Beliau hanya trauma dengan ingatan masa lalu di sebabkan rasa bersalah mungkin karena tidak bisa melindungi putri nya"


"Lalu pengobatan nya apa berjalan lancar?"


"Ervan sangat memperhatikan nya"


"Bilang jika dia adalah nyonya nya bukan calon istri nya"


Seketika asisten German menunduk, karena dokter Ervan adalah adik sepupu nya.


"Ingatkan dia kembali pada istri lumpuh nya itu"


"Baik tuan"


"Aku selalu memantau semua orang mu, jangan keterlaluan pada setiap orang yang aku sayangi"


"Baik tuan, maaf"


Ujar asisten German.


'Huft, si Ervan ini berani sekali bertindak, awas saja kalau dia ada kesalahan pada nyonya Amelia, aku bisa-bisa cepat mati karena tingkah nya'


Gumam asisten German dalam hati.


asisten German keluar dari ruang kerja tuan nya kini berpapasan dengan tuan muda kedua siapa lagi jika bukan William.


"Tuan muda kedua"


Sapa nya sopan sambil tersenyum.


"Paman baru dari ruang kerja Daddy ya?"


"Baik aku mau menemui nya dahulu"


"Silahkan tuan"


Willian segera bergegas menemui Daddy nya karena dia terlebih dahulu sudah menghubungi kekasih nya itu.


Tok ......Tok.......Tok.


"Dad"


"Masuk"


William masuk kedalam ruang kerja Daddy nya itu.


"Ada apa Will?"


"Aku kalau tidak ada halangan besok ke luar negeri ada pameran seni keliling dunia"


"Berapa lama?"


"Paling ya seperti biasa dad, 2 tahunan lah ya"


"Jaga diri mu jangan sampai terkena *** bebas"


"Iya dad"


"Nanti malam aku ijin mau ketemu teman sekaligus pamit sama mereka dad"


"Baik lah Daddy ijinkan"


Will tersenyum tipis dan segera beranjak menuju ke luar pintu, Daddy German segera istirahat siang.


Malam nya setelah makan malam Will pamit pada Daddy German dan Kakak sulung nya itu untuk pergi menemui teman nya.


Satu jam Will berkendara, nampak sampai di hotel yang mewah dengan pelayanan privasi yang tinggi.


"Tuan Willian Lordian"


Sapa asisten lelaki dan wanita milik pacar nya itu.


"Kalian menyambut ku?"


"Benar karena nona sudah menyiapkan hadiah istimewa untuk anda"


"Baik lah"


Kedua asisten pacar Will membawa William ke sebuah kamar hotel.


"Silahkan tuan nikmati dulu, suasana kamar nya nanti nona kami akan datang"


Di dalam kamar gelap hanya ada satu meja dengan berbagai minuman, pacar Will tentu tahu jika lelaki yang dia pacari itu tidak meminum alkohol maka nya justru menyediakan jus jambu yang lezat dan camilan yang William sukai.


William meminum jus jambu dan camilan yang tersedia tanpa merasa curiga, dia meminum nya sambil menunggu kekasih hati nya karena setelah malam ini mereka akan berpisah lama sekali.


"Kenapa jadi panas?"


"Apa mungkin AC nya mati"


Volume AC sudah di turunkan hingga lebih dari dingin namun William seolah masih kepanasan, dia membuka baju atasan hingga nampak lah guratan otot kekar dengan perut sixpack nya.


KLEAKK.....


Pintu kamar terbuka lebar, nampak seorang wanita cantik, lemah gemulai, dengan rambut panjang yang hitam legam. Willian tersenyum memandang kekasih hati nya yang begitu cantik di mata nya malam ini.

__ADS_1


"Sayang kau sudah datang, kemari lah"


Wanita itu mendekat.


"Duduk lah"


Memang kebiasaan Willian yang menyuruh kekasih untuk duduk di pangkuan nya.


"Kau wangi sekali malam ini, apa kau mau memberi ku surprise?"


Wanita yang William kira pacar nya hanya mengangguk saja.


"Aku akan pergi lama keliling dunia sayang, jadi ku ingin menjamu diri ku'


Wanita itu mengangguk, dengan cepat Will menyambar bibir wanita itu dengan rakus.


"Manis sayang"


William mengulangi lagi perbuatan nya hingga terasa bibir wanita itu membengkak namun Will tak peduli. Bahkan Will mulai melucuti seluruh pakaian wanita itu hingga tak sadar menyatukan diri nya kedalam tubuh wanita itu.


Will melakukan itu berulang kali hingga semalaman, karena mengira wanita itu adalah pacar nya yang ingin memberikan surprise.


"Terimakasih sayang"


Ucap Will yang mulai menyudahi kegiatan panas nya dengan wanita itu. Mesk pun demikian dia belum turun dari atas tubuh wanita itu. Kemudian mereka terlelap bersama.


Menjelang pukul 3 pagi Willian terbangun masih diatas tubuh wanita yang dia tiduri semalaman. William memandang wajah wanita itu, Will tersentak karena bukan kekasih nya, lantas William segera menarik kasar tubuh nya dari tubuh wanita itu. Tentu saja itu membuat wanita itu juga agak kaget.


"Siapa kau?"


Wanita itu terdiam sambil menutupi seluruh tubuh nya.


Will segera menghubungi anak buah nya.


"Kalian kemari lah"


Tak berselang lama beberapa anak buah Will berdatangan.


"Kalian jaga gadis itu"


"Baik tuan"


"Jangan sampai dia kebur sebelum aku datang"


"Siap tuan"


Dia kemudian menelpon seseorang lagi di seberang sana.


"Cari dimana pacar ku"


Sementara William mandi lantas berpakaian rapih dan segar.


"Jangan kemanapun aku akan pergi sebentar"


Ucap Will pada wanita yang sudah dia tiduri, karena Will melihat bercak darah di sprei nya.


'Dia masih perawan, oh ****'


Will bergegas pergi setelah ada notif di ponsel nya, pagi buta Will menyambangi unit apartment elit milik nya yang dia beli untuk kado ultah sang pacar.


"Apa yang sedang dilakukan wanita itu?"


Will masuk dengan perlahan ke unit apartment nya, benar saja kekasih nya berada disana. Awal nya Will tersenyum lalu ingin memeluk kekasih nya di kamar nya.


Tapi setelah Will mendekat ada kepala lain yang sedang menempel di pundak telanjang pacar nya. Dengan tak sabar Will membuka selimut itu, benar saja mereka sedang telanjang bulat hanya di tutupi selimut saja.


"Wah hangat sekali ya kalian, sampai lupa pada korban yang kalian kerjai"


Suara lantang Will membangun dua sejoli itu yang lelah tertidur sehabis bergulat sumo diatas ranjang dan tentu pacar Will lah yang kalah dalam kenikmatan itu.


"Will, kenapa kau disini?"


Sang pacar bertanya seolah lupa akan pekerjaan yang sudah dia lakukan pada Will semalam.


"Kau lebih memilih si brengsek ini dari pada aku?"


Mata Will melebar, pacar Will menggelengkan kepala nya.


"Aku tidak melakukan nya, aku datang ke hotel itu tapi kau sudah menaiki wanita itu"


Will terdiam karena dia sudah tahu semua nya.


"Iya wanita itu wanita murahan apa kau sudah membuang nya Will?'


Will bertepuk tangan lantas beberapa anak buah nya datang.


"Seret kedua manusia ini, buang ke jalanan"


"Baik tuan"


Will kembali ke hotel menemui wanita yang semalam dia gauli.


"Siap nama mu?"


"Li.....Lisa, tuan"


"Di man rumah mu?"


"Saya yatim piatu, tuan. Saya hanya di pungut asisten nyonya untuk obati karena saya pernah dia tabrak"


Will manggut-manggut.


"Baik lah, segeralah mandi, aku akan menunggu mu"


Dengan melesat cepat Lisa segera mandi lantas memakai pakaian nya yang sudah dibelikan anak buah Will.


"Ayo ikuti aku!"


"Baik, tuan"


William berjalan menuju area parkir, lantas menjlankan mobil nya menuju rumah nya. Dia terpaksa membatalkan acara keliling dunia nya.


"Aku akan menikahi mu, kita ke catatan sipil untuk menikah"


Tak berapa lama mereka sudah menikah di catatan sipil, dan Will segera membawa istri nya untuk menemui sang Daddy.


"Dad"


Daddy dan kakak nya sedang sarapan.


"Ayo sarapan, siapa dia?"


"Dia istri ku"


"Uhuuk....uhhukk"


Mereka saling pandang lalu terdiam.


"Aku sudah meniduri nya semalam hingga pagi jadi tadi pagi aku langsung menikahi nya di catatan sipil"


German menghela nafas, lega sekaligus heran dan entah perasaan apa lagi.


Flashback off.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2