TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.185


__ADS_3

Rei telah selesai sarapan pagi seperti biasa di restoran yang dia sukai atau di resort nya.


Klek.


Seorang pemuda tampan, gagah juga lelaki matang yang hampir sebaya dengan Rei masuk ke restoran tersebut. Dia pemilik restoran itu Andreas, pria itu sedang mengobrol dengan seseorang teman akrab seperti nya.


Rei segera berlalu, Aryos yang membayar makan nya.


"Kita berangkat tuan?"


Mobil mereka menuju perusahaan, disana semua sudah bekerja. Rei sampai di ruangan nya, Rave melaporkan jadwal kerja Rei untuk hari ini.


"Apa masih ada yg lain?"


"Tidak ada tuan"


Rei mengangguk.


"Panggilkan Aryos!"


"Baik"


Aryos datang dengan segera ke ruang kantor tuan nya.


"Tuan memanggil saya?"


"Panggil Elian kemari"


"Baik"

__ADS_1


Aryos segera bergegas ke divisi yang di pimpin Roselian, seorang anak supir kakek Aryandy yaitu kakek kandung Rei dari pihak ibu.


Aryos sudah bertanya kesana kemari nyata nya wanita itu tidak tahu dimana dia berada.


"Ini kerjaan mu, cepat kerjakan sebelum jam pulang kerja!"


Suara lantang itu menarik perhatian Aryos, dia merekam bukti itu.


"Kau memang rubah betina yang berbulu kucing"


Gumam Aryos di salah satu tempat persembunyian nya.


"Pantas seminggu ini proposal nya sangat bagus, nyata nya hasil kerja orang lain"


Lanjut nya.


Tak di pungkiri rancangan hasil milik Elian sangat bagus dan memenangkan tender proyek besar dalam Minggu ini, sudah sekira nya 5 sampai 8 tender dimenangkan perusahaan milik Rei.


Tling.


Rei langsung membuka ponsel nya maka dalam sekali klik video itu berputar. Rei tersenyum smirk, nyata nya istri gadis nya ditindas anak dari supir kakek nya.


Rei mengetik pesan untuk Aryos agar jangan ikut campur. Aryos mengerti akan keinginan tuan nya. Setelah nya Aryos menemui Elian untuk di panggil menemui Rei, Elian segera bergegas ke kantor lelaki yang sering dia sebut kakak itu.


"Masuk"


"Kakak memanggil Elian?"


"Duduk"

__ADS_1


Elian dengan senyum mengembang duduk manis di depan Rei.


"Coba terangkan perencanaan ini"


Rei menunjuk pada berkas yang dia terima dari Elian tadi pagi. Elian menerima dan membuka nya, mata Elian membulat karena dia tidak mengerti separuh dari berkas yang dia suruh Min buatkan.


'Ini bagaimana mungkin, aku sama sekali tidak mengerti berkas ini, kenapa aku main bawa saja tidak bertanya lebih dulu'


Elian terlihat berpikir serius.


"Jangan pernah merendahkan diri mu di hadapan orang lain, mempermainkan orang lain dan menindas nya sementara kau tak punya cukup kemampuan itu akan merendahkan mu"


Ucap Rei yang bergegas keluar kantor untuk makan siang.


Elian terdiam, rupa nya dia sudah menyalahi batas kakak nya. Rei tidak mungkin bisa dia bodohi bukan. Dengan lesu Elian bergegas pergi ke ruangan nya untuk mengerjakan pekerjaan nya.


"Tuan"


Aryos menemui Rei ketika akan menuju kantin untuk makan siang.


"Kawal Elian menuju cabang di daerah xx"


"Baik"


"Besok pagi sudah bertugas disana"


"Baik"


Ketika hendak melewati salah satu divisi, Rei tak sengaja melirik kearah kiri. Disana terlihat sepasang gadis dan lelaki matang siapa lagi jika bukan Ravenda dan istri gadis nya. Mereka nampak akrab, Rei tak menghiraukan nya meski dada nya bergemuruh dengan hebat nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2