TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.202


__ADS_3

Min terdiam, dia memandangi camilan yang dia beli di pasaran, karena murah Min jadi membeli banyak. Akhir-akhir ini dia sering merasa lapar jadi membeli camilan basah, beberapa yang bisa di simpan di lemari pendingin.


"Oh iya aku ingat tadi si om memberikn bekal"


Min ingat dengan bekal yang diberikan om bos nya namun dia tolak. Min ingat selama ini lelaki itu bersikap dingin pada nya, tapi hari ini lelaki itu berinisiatif membawakan bekal pertama kali nya namun Min malah menolak nya.


"Nyonya nanti tuan mengundang mu untuk makan siang bersama di kantor"


"Ah, baik lah"


Min rasa nya sudah tidak bisa mengelak lagi tentang makan siang, dia juga tahu tentang tempramen lelaki tua itu.


"Sekalian aku menanyakan kejadian semalam"


Ya Min hampir saja lupa tentang pernikahan nya dengan lelaki itu.


Jam istirahat siang tiba, semua karyawan pergi ke kantin untuk makan siang mereka.Min dengan bergegas segera ingin ke ruang kantor Presdir mereka.


"Sebaik nya aku buat es teh manis lemon dulu deh, biar gak enek"


Min berbelok ke pantry kantor, suasana nya sedang sepi karena semua sedang makan siang. Min sengaja kesana saat jam makan siang karena ingin membuat nya sendiri.


"Sudah jadi nih"


Ucap nya setelah menunggu 10 menit dengan senang hati Min membawa nya ke ruang kantor om bos nya itu.


Min berjalan santai terlihat pintu ruangan itu sedikit terbuka, lagi tidak ada yang berjaga di depan ruang itu. Min masih berniat masuk dengan santai nya, saat melihat orang berkata dengan suara yang begitu di tekan seperti memendam kemarahan.


"Itu si om sedang bertengkar dengan siapa?"


Min dekat ingin mendengar lebih jelas detail nya.


'Itu suara Elian dan om, apa yang mereka ributkan?'


Min menyelinap agar bisa mendengar lebih dan mendetail. Mata Min membola, dia membekap mulut nya. Min mendengar semua yang dikatakan Elian dari awal sampai akhir, Min berniat untuk diam saja namun pada akhir kata-kata dari Elian yang membuat nya tak tahan.


PRAANNGG..........


"Siapa itu!"


Min segera berlari, dia hampir menabrak Aryos.


"Tuan, nyonya kenapa?"


Rei memandang Aryos dengan tajam.


"Tahan Elian dulu"


"Baik"


Rei segera mengejar Min, dia melihat gadis itu berlarian menuju HRD. Min keluar membawa sebuah surat, dia nampak kaget karena Rei sudah berada di pintu keluar HRD.


"Ikut aku!"


Min terdiam, ketika Rei mengulurkan tangan nya Min menepis tangan itu. Dia membalikan wajah nya, menyembunyikan ekspresi yang sangat sedih nya.


"Aku minta ijin cuti"


"Siapa yang memberi ijin nya?"

__ADS_1


"Permisi tuan"


Min berjalan cepat, air mata nya bercucuran tak bisa di tahan. Seolah dunia runtuh karena ucapan yang dia dengar itu. Rei tidak mengejar nya, dia memilih untuk melihat rekaman cctv dan memberi hukuman pada Elian.


'Apa yang harus ku lakukan, aku anak seorang pembunuh, pemerkosa, dan penjahat seumur hidup'


Min menaiki angkutan umum menuju taman. Pikiran nya kacau,, dia terdiam di bangku taman sendirian, ya menyendiri adalah obat yang paling ampuh saat ini.


Drrtt.....ddrrtt.


Ponsel pintar Min berdering, Min melihat layar itu adalah panggilan dadi kakak lelaki satu-satu nya.


Klik.


"Bagaimana kabar mu?"


Min terdiam tanpa ingin menjawab.


"Kau ada dimana?"


"Di taman"


Herdan menutup sambungan ponsel nya, lantas bergegas menuju taman.


"Sayang"


Herdan menoleh, ditemui nya Riana di lobi perusahaan.


"Aku harus bertemu Jasmin"


"Baik lah, pergi lah"


Dia melihat gadis yang masih berapakaian kerja lengkap itu dudum melamun sendirian.


"Ada apa? kenapa menangis?"


Min menoleh pada sang kakak, dia kembali berpandangan lurus.


"Kak"


Lirih Min sambil menyandarkan kepala nya dibahu kakak.


"Iya"


Herdan dengan lembut membelai kepala adik nya.


"Aku ingin menjadi orang baik, bisa berdiri disisi om Rei"


Herdan mendengarkan dengan seksama. Dia tidak mengatakan apa pun sebelum adik nya selesai berbicara.


"Tapi apakah aku bisa seorang anak pembunuh dan pemerkosa wanita yang dia sayang, kakak yang belum pernah dia temui, dan kakek juga nenek yang menjadi tumpuan nya di bunuh dengan sadis"


Mata Herdan membulat seolah ingin keluar dari kelopak nya, elisan tangan pada kepala adik nya berhenti.


"Katakan kak, bagaimana Min harus menghadapi nya?"


Herdan masih membisu meskipun adik nya sudah memandang lekat diri nya. Herdan lebih syok lagi, bahkan air mata nya keluar tanpa disadari nya.


"Kakak"

__ADS_1


Tangis Min semakin pecah, Min memeluk sang kakak yang duduk seperti patung itu.


"Jangan menangis, air mata mu sangat berharga, jika Rei melakukan apa pun maka kakak yang akan memohon pada nya agar kau selalu disamping nya"


Min menggelengkan kepala nya.


"Kenapa papah kita yang menyebabkan orang tersayang om meninggalkan nya?"


Herdan mengusap air mata Min, gadis cantik adik nya tidak boleh menderita.


"Sayang kamu tidak ada hubungan nya dengan semua itu, jika orang yang harus bertanggung jawab itu adalah kakak, saat itu bahkan kamu pun belum bisa membaca atau mengerti situasi nya"


Min mendongak, bukan ini yang ingin dia nantikan dari ucapan sang kakak, namun itu ternyata bukan tuduhan tapi kenyataan.


"Kakak"


"Saat itu, kakak juga tidak mengerti masalah nya dimana dengan papah, karena kakak dikirim ke luar negeri seminggu sebelum tragedi itu terjadi"


Herdan berhenti sebentar.


"Mungkin tidak ada hukuman yang ringan yang oatut papah terima, dia membunuh bahkan memperkosa pacar Rei lalu pacar nya Rei bunuh diri, menggantung nenek nya dan membakar nya, mendorong mobil kakek Aryandi kedalam jurang bersama supir nya juga menenggelamkan kakak perempuan pertama yaitu kembaran kak Raksa ke dalam samudera"


Min membekap mulut nya, tangisan nya bahkan tak mampu keluar hanya air mata yang mengalir di pipi nya dengan deras.


Herdan mengelus kepala adik nya.


"Jika kau mengunvkit pertanggung jawaban maka kakak lah yang pantas, kau adik ku kesayangan ku saudara ku satu-satu nya, kau pantas menerima cinta juga kasih sayang"


Min terdiam dia tidak tahu harus bagaimana.


"Betapa benci nya om sama Min, kak"


"Tidak sayang kau salah"


"Min yang menyebabkan om menderita"


"Maka bahagiakan lah dia, buat dia berdamai dengan masa lalu, isi semua luka nya menjadi kebahagiaan yang tak terkira sehingga dia tidak mengenal luka lagi"


Ucap Herdan masih mengelus punggung sang adik perempuan kecil nya yang lugu.


"Dia butuh cinta yang tulus, dia sangat baik dan hangat, seorang alkatiri dan diasuh oleh kakek Aryandy tidak mungkin lelaki yang bejad, tapi semua tertutup oleh duka"


Min menoleh lantas mengangguk dengan mantap pada sang kakak.


"Saat itu dia masih remaja dan itu adalah cinta pertama nya, jadi itu wajar terjadi, jangan bersedih ya"


"Terimakasih kakak"


"Anggap saja kita hutang budi seumur hidup pada keluarga Alkatiri ini"


Min mengangguk dengan tersenyum.


"Mata mu bengkak, pulang dan kompres ya"


"Siap bos"


"Kakak pulang dulu ya"


Min mengangguk, dia juga segera pulang ke villa untuk.istirahat.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2