
Sikap Cinta yang memang dari awal untuk menarik perhatian Aksara semua itu bukan tak berimbas.
"Melki"
"Saya tuan"
"Besok OG yang menjatuhkan tempat sampah ke kaki ku bawa ke ruangan ku"
"Baik tuan"
Tutur Aksara setelah selesai meeting di tempat xxxx, sesuai instruksi Dino.
Aksara segera membasuh tubuh nya dengan air dingin agar pikirannya selalu terjaga.
Tiba-tiba saja terbayang gestur tubuh itu yang tak asing di mata nya.
'Kenapa muncul OG itu, sudah lah'
Gumam Aksara dalam hati.
Segera dia memaksakan diri nya untuk memejamkan matanya, untuk segera terlelap kedalam mimpi.
Pagi menyapa, Aksara hanya memejamkan mata namun pikirannya tak dapat melesak ke alam mimpi.
Tok...tok....tok.
"Masuk"
Sang daddy masuk kedalam kamar lelaki matang yang tak lain adalah putra semata wayangnya sendiri.
"Dad"
"Bagaimana perusahaan?"
"Aksara masih berusaha"
"Lantas Cath?"
"Aku akan coba ke sana!"
"Ya tengok lah, sudah 3 hari namun dia sangat kekeh dengan pendirian nya"
"Dia belum mau menyerahkan Cinta?"
"Dia hanya mengunci mulutnya, meski sudah diberi siksaaan"
"Baik lah, dad"
Daddy Ditya segera berlalu dari kamar Aksara.
1 jam setelahnya, Aksara berpakaian rapih lantas turun ke bawah untuk menyantap santap pagi nya. Aksara segera meneguk 2 teguk susu putih hangat juga buah apel 2 potong.
"Makan lah sarapan mu nak!"
"Ini sudah cukup mom"
Sang mommy hanya menitikkan air mata nya, sang mommy takut jika putra nya sakit. Namun jika Aksara menelan beberapa butir nasi, maka sontak perutnya memuntahkan nya kembali. Sejak hilang nya Cinta istri yang sangat Aksara sayangi, Aksara hampir tak menyentuh nasi bahkan tidur pun tak pernah teratur lagi.
"Kita ke tempat Cath, Melki"
"Baik tuan"
Sementara di rumah yang nampak mewah, di sebuah kamar kecil, tubuh Cath semakin lemah.
__ADS_1
'Apa aku akan mati dengan cara seperti ini?'
Monolog Cath.
Terlintas 3 hari lalu saat Aksara memberikan makanan beracun untuk nya, saat itu pula dia mendapat pesan singkat.
'Bungkam atau usaha kita sia-sia belaka, kami akan segera menjemput mu'
Itu lah pesan singkat itu, namun hingga 3 hari ini Cath di diamkan begitu saja. Cath tersenyum, nyata nya dia hanya sebuah umpan. Agar pemilik kail sibuk dengan dirinya sementara predator sesungguhnya sudah bersiap mengeluarkan umpan untuk menjerat mangsa. Tubuh Cath lunglai seperti karet, mungkin ini tahap akhir dari penyelesaiannya. Terdengar suara mobil milik Aksara, Cath tersenyum dan dengan segenap kekuatannya dia bangkit.
Tak berapa lama mereka menempuh perjalanan, sudah sampai di pinggir kota. Dengan cepat Aksara memasuki rumah yang masih terurus lagi terlihat cukup mewah.
"Kau datang Rayz"
Aksara memandang dingin kearah tubuh Cath, tubuh yang lebih kurus, terlihat tak terurus dari terakhir Aksara meninggalkannya.
"Bagaimana?"
Aksara duduk di kursi yang disediakan Melki, lantas menyilangkan kaki nya dengan angkuh, aura nya begitu mengerikan tak tersentuh. Jujur baru kali pertama Cath melihat itu.
"Di mana istri ku?"
Cath diam, sedetik kemudian dia tersenyum miring lantas tertawa seperti orang yang sudah tidak waras.
"Jangan bertele-tele"
Cath masih tertawa meski pun sudah tak jelas.
Aksara segera bangkit untu menuju keluar, melihat Cath merintih.
"Aku tidak pernah menyembunyikan nya, perlu kau ingat musuh mu bukan aku, karena aku hanya sebuah umpan"
Ucap Cath dengan nafas yang tersengal.
"Buang mayat nya kedalam hutan, pastikan sudah dimakan oleh binatang di dalam hutan"
Setelah nya Aksara keluar dari rumah itu, saat itu pula rumah bersih dari apa pun juga.
"Kemana bos?"
"Ke kantor"
"Baik"
2 jam perjalanan hingga akan waktu makan siang tiba, Aksara baru sampai di kantor. Aksara berjalan, dia tahu ada sepasang mata di sudut kantor yang terus memperhatikan diri nya. Namun Aksara tidak peduli dan melanjutkan langkahnya.
Jam makan siang pun datang semua pegawai pergi ke kantin, memesan makanan, mengobrol lagi ada yang tebar pesona. Sementara Cinta duduk di dapur tempat membuat kopi perusahaan.
Tiba- tiba ada sirene yang mengharuskan mereka kumpul.
"Indy ayo kumpul dulu, nanti saja makannya"
Cinta mengangguk, lantas berjalan cepat untuk kumpul di kantor.
"Apa semua sudah kumpul?"
"Sudah"
Jawab mereka serentak.
Ada beberapa orang dikeluarkan, beberapa dipindahkan ke pusat cabang, dan Cinta di bawa oleh asisten Melki. Cinta mengekori Melki dibelakang nya.
Tok...tok....tok.
__ADS_1
"Masuk"
"Permisi tuan"
Melki membawa Cinta memasuki ruangan kantor itu.
"Saya undur diri dulu tuan"
Aksara hanya mengangguk, tanpa disuruh duduk Cinta hanya berdiri saja.
"Apa kau tahu, kenapa kau di panggil kesini"
Cinta menggeleng dengan wajah yang menunduk, karena Cinta sendiri tak bisa melihat wajah Aksa.
"Apa kau mencari perhatian ku?"
Cinta kembali menggeleng, Aksara bangkit dari kursi kebanggan nya lantas mendekat pada tempat Cinta berdiri.
"Lalu apa namanya kemaren kau menumpahkan kopi juga menjatuhkan kotak sampah di kaki ku?"
Tubuh Aksa begitu dekat, bahkan nafas nya juga sampai tercium ke hidung Cinta, ya wangi pasta gigi mint. Juga parfum yang sangat smooth yang sangat Cinta rindukan. Begitu dekat karena Aksa duduk di atas meja nya dengan tangan kanan masuk ke saku celana nya.
Aksa memperhatikan OG baru nya itu, Aksa seperti kenal dengan tubuh ini karena sangat familier.
"Siapa nama mu?"
"Indy, pak"
Jawab Cinta masih tetap menundukkan muka nya. Meski ingin sekali menatap wajah itu puas-puas.
"Sudah berapa bulan kau bekerja disini?"
Lama Cinta menjawab.
"Baru 3 hari pak"
"Baik lah, kau di pecat, ambil pesangon mu di kantor humas"
"Tunggu, jangan pecat saya pak"
Aksara menoleh, begitu Cinta mendongakkan mukanya nampak pandangan mata mereka saling beradu. Cinta sungguh rindu mata itu, namun dia sadar saat ini bukan itu tujuannya. Dengan cepat Cinta memutus kontak mata mereka.
Hati Aksa mendadak gelisah, entah Aksa harus apa.
"Tolong jangan pecat saya pak, saya butuh pekerjaan ini"
Lirih Cinta, Aksara terdiam dia masih syok bersitatap langsung dengan mata itu. Aksara segera kembali ke kursi nya.
"Apa yang bisa kamu janjikan?"
"Aku akan bekerja keras dan setia pada bapak"
Sekenanya Cinta menjawab.
"Pergi lah, kembali ke tugas mu"
"Baik pak"
Cinta tersenyum sambil berucap, sekali lagi mereka bertemu pandang. Jantung Cinta seolah akan melompat dari dadanya, berdetak lebih kencang.
Untuk beberapa menit Aksara memandang mata gadis itu. Jantung Aksara langsung berdentam didalam dada kirinya hingga sedikit nyeri dibuat nya. Sementara gadis OG itu sudah keluar dari ruangannya.
"Mengapa begitu mirip?"
__ADS_1
Gumam Aksara sendirian di ruangan kantor nya.
BERSAMBUNG.