TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.348


__ADS_3

William segera mengajak istri nya untuk masuk kedalam kamar nya.


"Pah aku sama mas Will mau istirahat duluan ya"


Setelah makan malam dan serentetan nasihat yang papah Afar berikan pada menantu kedua dan anak pertama nya itu mereka saat ini sedang menonton acara realiti show di ruang keluarga yang sangat luas itu di mansion keluarga Mid.


"Iya pergilah kalian untuk beristirahat, kalian sangat lelah menjaga Arin di rumah sakit"


William pun mengangguk dan Lisa membawa nya ke kamar mereka yang sudah dipilih dekat taman di lantai 2 itu.


KLEAK......


Mereka masuk kedalam kamar, kamar yang tak kalah megah dan lebih mewah dari kamar milik Will.


"Bagaimana pilihan ku, apa kamu suka?"


Ucap Lisa, bertenaga sang suami yang masuk kedalam kamar yang sudah seharian Lisa design.


Kamar ini lebih luas dari kamar William, dengan nuansa cream gold nampak elegan dan lebih luas.


Tadi siang mereka langsung masuk saja ke kamar tamu, dan istri nya di panggil mommy Jasmin untuk mendesign kamar sendiri.


Memang hanya 2 jam saja kamar mereka di design karena semua peralatan dan kamar mandi sudah cocok. Lisa hanya meminta sepasang sofa dan meja rias yang agak besar saja.


Seperti nya kamar ini rencana nya untuk para anak-anak remaja, sehingga design nya elegan, luas, dengan kasur besar dan dua nakas disamping kiri dan kanan. Lampu tidur dengan motif estetik, ada tempat walk in closet nya yang cukup luas pula untuk pasangan yang baru menikah dan cocok.


"Suka banget, kamu pinter ya design kamar?"


"Tidak juga sih, aku hanya menambahkan beberapa saja yang di perlukan itu"


William mengangguk, dia duduk di sofa yang sangat empuk lagi warna nya hitam. William beranjak menuju balkon, disana sudah ada 2 kursi tempat minum teh di sore hari.


"Bagus"


William menutup pintu balkon dan mengunci nya, menutup gordeng nya lantas masuk.


"Kamu pinter banget ya memilih kamar ini, aku suka"


Will mengatakan itu sambil memeluk istri nya, menyenderkan dagu nya di bahu sang istri.


"I love you"

__ADS_1


Bisik William di telinga Lisa, Lisa hanya bisa terdiam. William membalik tubuh istri nya itu hingga mereka berhadapan.


"Jadilah istri ku, jangan lagi libatkan wanita lain atau kau menganggap diri mu hanya pengganti, aku tidak suka itu, kau tahu sejak aku meniduri mu, aku sangat mencintai mu"


Ucap William pelan, Will harus membuat Lisa bisa menjadi istri nya satu-satu nya. Memiliki Lisa baik tubuh atau jiwa nya bukan karena disetir oleh Carmen.


Lisa hanya menundukkan kepala nya tidak enak, karena mencintai atau di cintai pemuda tampan, gagah lagi dia orang kaya raya sekelas Andra. Yang mungkin dalam mimpi pun Lisa tidak berani menghalalkan nya.


Melihat istri nya hanya terdiam, William langsung memeluk nya.


"Aku tidak menerima penolakan"


Ucap nya ditelinga Lisa, tanpa aba-aba Will ******* dan mengusap bibir Lisa yang manis.


Lisa mendorong dada Will setelah lelaki itu mencium nya dengan lembut dan menuntut.


"Ada apa?"


"Maaf aku tidak bisa"


"Tidak bisa apa?"


"Sebaik nya kita bercerai"


Lirih Lisa, dan sontak membuat emosi William naik.


William langsung menggendong tubuh langsing milik Lisa, membanting tubuh itu ke kasur kamar mereka yang sangat empuk. Tanpa kelembutan William langsung menindih tubuh istri nya, menyobek baju nya dengan kasar dan langsung melakukan penyatuan tubuh mereka.


William begitu terburu emosi, dia menunggangi tubuh istri nya dengan sangat kasar. Jangankan kelembutan, menjedah kegiatan panas yang dibuat brutal oleh William itu pun terus menerus tanpa henti.


"Mas......sudah, hentikan, sakit!"


Lisa mulai bersuara karena dari sore hingga akan menjelang pagi nampak William tidak ada niat untuk turun tubuh Lisa.


Lisa juga menyadari kata-kata yang dia lontarkan mungkin menyakiti suami nya yang saat ini sedang berada diatas tubuh nya meski keringat sudah seperti orang mandi. Tubuh Lisa terasa sakit semua, Lisa sungguh tidak kuat.


"Mas......."


"Ayo kita mati bersama, aku ingin mati setelah membuat mu kesakitan seperti ini"


Tubuh Lisa menegang, bukan karena kematian yang William katakan namun karena lelaki itu ingin setelah menumpahkan hasrat nya.

__ADS_1


"Maaf......."


William membuang nafas dan tidak ingin menatap wajah istri nya yang masih berada di bawah kungkungan nya.


"Aku sangat mencintai mu,......"


William menatap wajah istri nya yang sayu.


"Bahkan dalam mimpi pun aku tidak pernah membayangkan akan memiliki lelaki seperti mu mas, tapi aku takut, dosa ku sudah banyak pada keluarga ku, aku tidak ingin membahayakan mereka lagi"


William berhenti dari kegiatan menguras tenaga nya, dia langsung menarik tubuh nya untuk berguling kesamping ranjang yang kosong disebelah istri nya itu.


"Aku mencintai mu, aku suami mu, kau juga mencintai ku lalu apa masalah nya"


"Aku tidak bisa melawan Carmen"


Lirih Lisa lalu menangis terisak, William memeluk sang istri.


"Kembalilah pada nya mas, aku sudah bahagia bisa menjadi istri mu dan bisa membuat mu bahagia atas pelayanan ku ini"


William mengusap air mata yang membasahi pipi Lisa yang sangat cantik itu.


"Kau sangat lembut, penyayang dan hangat, aku sangat jatuh jatuh cinta pada mu, jika itu yang terbaik menurut mu, baik akan aku lakukan bukan untuk cinta pada Carmen tapi setelah bertemu dengan nya maka aku akan bunuh diri dihadapan nya, agar dia puas"


Lisa menutup mulut suami nya, karena sudah berkata sembarangan.


"Jangan begitu mas, aku ingin hidup mu bahagia dengan Carmen, dia hanya salah jalan, aku ingin kau bisa membahagiakan nya tanpa harus menyakiti orang lain, cukup adik ku yang menjadi korban nya tapi tidak dengan wanita lain nya"


William memandang wanita yang telah menjadi istri nya itu, mengelus wajah ayu milik istri nya. Membingkai wajah yang akan selalu dia cintai sampai kapan pun.


"Aku janji pada mu, tidak ada korban, tidak akan ada kesedihan, aku janji pada mu bahwa cinta ku sanggup berkorban akan diri mu"


Lisa mengangguk.


William ******* bibir istri nya dengan lembut, dia akan melakukan tugas nya sebagai seorang suami dengan kelembutan untuk memberi kehangatan pada istri nya.


"Maafkan aku.........mungkin dengan begini kau akan menyadari cinta ku Lisa sayang"


William berbisik pada Lisa yang sudah terlelap meski pun William kembali mengerjai tubuh istri nya namun wanita itu seperti nya sangat sangat kelelahan akibat ulah William yang bar-bar tadi.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2