TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.92


__ADS_3

Aksara mendekap istri nya yang saat ini sangat emosi, sekarang perhatian nya begitu terpecah belah. Untuk orang kedua orang tua nya, untuk masalah intern yang sedang menimpa keluarga nya bahkan saat ini pelaku penahanan sang istri setahun lalu pun belum terlalu jelas.


"Apa bisa sekarang kita pergi ke ruangan dokter itu lagi?"


Cinta bertanya dengan serius pada Aksara, Aksara terlihat lesu dengan semua prahara rumah tangga nya itu.


"Bagaimana?"


Cinta kembali mendesak membuat Akasara menarik diri dari lamunannya di sore hari itu.


"Apa kah sudah yakin?"


Dengan lirih Aksara bertanya.


"Kenapa harus tidak yakin!"


Seolah amarah Cinta membara di pelupuk mata nya.


"Baik lah, ayo duduk di kursi roda mu"


"Aku bisa berjalan"


Aksara terdiam sejenak, lalu mengangguk saja apa yang diinginkan sang istri dia turutin.


Mereka berjalan pelan, hingga sampai di ruangan yang sama seperti tadi pagi.


"Bagaimana?"


Dokter itu berkata dengan ramah nya, sedikit senyum menghiasi wajah paruh baya itu karena sudah tidak muda lagi semua itu terlihat dari rambut nya yang sudah setengah nya berubah memutih.


"Aku akan mengandung mereka sampai lahir"

__ADS_1


Raut muka dokter itu tiba-tiba menegang.


"Nyonya......"


"Tidak, mereka milik ku, apa pun yang terjadi pada mereka itu adalah kemauan ku bukan kemauan kalian"


Cinta langsung memotong ucapan dokter itu.


"Aku bisa menyewa ahli gizi, suami ku bukan orang yang tak mampu membayar dokter, dan aku peringatkan serta akan membuktikan jika diagnosis mu salah"


Aksara hanya terdiam, benar kata-kata istri nya, anak-anak nya itu bergantung nasib pada keputusan istri nya bukan orang lain.


"Nyonya itu sangat berbahaya"


"Aku dengan sadar dan penuh tanggung jawab akan tetap melahirkan anak ku"


Mata Cinta berkaca-kaca, dia segera berbalik.


Aksara mengikuti istri nya yang masuk ke ruang rawat dengan terburu-buru, terdengar Isak tangis yang begitu memilukan.


"Jangan menangis"


Aksara mengelus pundak wanita nya itu, namun segera ditepis oleh wanita hamil itu.


"Jangan menghibur ku, jika nyata nya kau tidak menginginkan mereka juga"


Mata yang bercucuran air mata itu menatap kearah Aksara, Aksara hanya diam saja. Memang tadi diri nya hanya terdiam sambil menimbang keputusan istri nya.


"Aku ingin pulang"


Secepat kilat Cinta mengusap air mata nya, lalu bergegas menuju lemari kecil tempat pakaian nya. Sesegera mengemasi baju lantas memasukan ke dalam tas kecil itu.

__ADS_1


"Tetap disini"


"Aku tidak ingin merepotkan mu, lagi pula mereka sehat?"


"Iya aku tahu, tinggal lah lagi supaya lebih kuat untuk membawa mereka dalam perut mu"


"Untuk apa menuruti orang yang tidak menginginkan kehadiran mereka"


"Jangan bertindak sembarangan dengan nyawa, aku tidak ingin kalian berdua terjadi sesuatu"


"Sudah lah"


"Jangan keras kepala, ayo kembali istirahat"


Cinta kembali naik ke ranjang nya, memperbaiki posisi nya. Aksara sudah mengambil bungkusan makanan yang diberikan Dino di pintu masuk ruang rawat tadi.


"Ayo makan dulu, terus istirahat sudah mau malam juga"


Cinta melahap suapan demi suapan yang diberikan suaminya. Hingga habis dan meneguk segelas air putih.


"Bagaimana keadaan mommy dan Daddy?"


"Mereka sedang perawatan, disana ada Haris juga Rista, pasti mereka tidak akan kesepian"


"Aku juga rindu pada mereka!"


Deg.......


Aksara memandang kearah Cinta, beberapa detik setelah nya Cinta menundukan kepala nya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2