TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.335


__ADS_3

MC sudah berada di panggung memandu acara selanjut nya, baik para tamu mau pun tuan rumah segera mengisi tempat yang sudah di sebutkan MC.


Kursi untuk masing-masing undangan sudah diatur pula oleh pelaksana, pelayan mondar-mandir menambahkan makanan yang tersaji di sebelah kiri tempat duduk para undangan itu.


Akomodasi untuk yang jauh juga disediakan kamar di hotel mewah itu. Pernikahan keluarga Lordian yang merupakan pesta pertama dari keluarga itu pun dirancang dengan mewah, megah nan elegan.


Terutama keluarga Mid yaitu dihadiri oleh mommy Jasmin sedangkan Alkatiri sudah diwakilkan pada Andra. Agar semua orang mengira tiap keluarga itu hadir dalam acara perhelatan Akbar yang keluarga Lordian adakan.


"Loh kenapa masih berdiri?


Ucap mommy Jasmin yang ditemani Daddy Rei mengantri mengambil makanan di stand makanan dan minuman yang akan mereka tuju.


"Mau kemana mom?"


"Ambil makanan"


Andra hanya mengangguk saja, lantas menggandeng istri nya menuju kursi yang paling depan karena memang disediakan di depan oleh tuan rumah.


Anita, Novan dan Roy mengikuti tuan nya, banyak pasang mata yang melihat rombongan mereka terutama kalangan pembisnis yang ternama di negara A.


Sementara itu di salah satu kamar di mansion yang megah itu ada seorang wanita yang hati nya sangat sakit melihat kemewahan pesta pernikahan itu. Awal nya dia sudah rela dan akan mengikuti kedua orang tua nya untuk pindah ke negara M.


'Kalian sangat menikmati nya rupa nya'


Miris sekali nasib Carmen, sementara pelayan nya akan menjadi ratu. Dan diri nya akan raib dan di lupakan di negara ini.


'Tidak bisa, aku tidak akan membiarkan ini terjadi'


Gumam Carmen dalam keadaan marah karena siaran langsung peliputan acara resepsi yang William dan Lisa adakan.


Carmen segera beranjak menuruni tangga rumah nya, dia mencari mobil kesukaan nya namun di bagasi sudah kosong tidak satu pun mobil-mobil mewah nya.


Carmen menghela nafas, membuang nya kasar, sungguh ia benci dengan semua ini. Dunia nya seakan mulai tertutup rapat, bahkan sedikit pun Carme seolah tidak di perbolehkan untuk mengintip nya.


Untung saja Carmen memiliki akun bank lain jadi dia melihat saldo nya yang lumayan itu tersenyum manis.


Pikiran-pikiran jahat yang mulai menggerayangi diri nya, dia tidak rela benar kata papah nya jika William adalah kekasih nya tidak boleh ada yang memiliki selain diri nya sedikit pun.


'Aku harus hadir dan tampil dengan sangat cantik'


Carmen segera mendial salah satu nomor di ponsel nya untuk dihubungi.


Drrtt.....drrttt.


"Halo nona"


"Kau dimana?"


"Masih di apartment anda nona"


"Tunggu aku disana, jangan kemana pun aku ada perlu penting dengan mu"

__ADS_1


"Baik nona saya akan menunggu anda disini"


"Baik lah, aku matikan dahulu panggilan nya"


"Iya nona"


Carmen segera memesan taksi, dia juga sudah mengemasi pakaian nya dan mengirimkan nya ke apartment nya. Kedua orang tua nya memang sudah meninggalkan negara A ini sejak pagi tadi.


Carmen bahkan sudah berjanji untuk menyusul mereka besok pagi setelah melihat acara mewah William kekasih nya selama ini. Lelaki yang selalu setia menunggu nya, kekasih yang selalu hangat, kekasih yang selalu ada disaat dia terpuruk.


"Nona Carmen"


Orang itu berhenti di depan Carmen, rupa nya taksi yang Carmen pesan sudah datang. Sontak itu membuat lamunan Carmen menjadi buyar.


"Iya benar"


"Saya taksi yang anda pesan"


"Oh iya"


Taksi itu mempersilahkan Carmen untuk masuk, alamat sesuai pesanan nya.


Tak berapa lama hanya 1 jam saja Carmen sudah sampai di apartment yang di huni oleh asisten nya itu.


"Nona"


Asisten nya nampak terkejut karena nona nya yang kata nya akan pergi ke negara M, kini berada di apartment.


"Anda serius?"


Carmen mengangguk dengan semangat.


"Baik lah duduk lah nona"


Asisten Carmen segera mendandani nona nya itu, entah untuk apa nona nya minta dia dandani bias nya ogah-ogahan dan selalu menyewa mua terkenal.


"Aku ingin menghadiri resepsi Will dan Lisa, kau pilih kan juga baju ku malam ini"


Ucap Carmen segera, karena seperti nya asisten nya itu penasaran.


"Nona apa kita tidak membeli gaun baru saja?"


"Uang ku tidak akan cukup"


Asisten nya terdiam karena biasa nya nona nya ini akan membeli gaun baru yang sangat mahal dan koleksi gaun nya semua nya baru.


"Pilihkan saja gaun yang bagus"


Asisten nya itu jadi canggung karena nona nya mu memakai gaun bekas dari acara lain.


"Nona ini masih ada bandrol nya"

__ADS_1


Carmen pun melihat itu, benar saja Minggu lalu dia baru membeli gaun limited.


"Jangan yang itu, karena aku akan menjual nya ke butik atau kolektor gaun harga nya bisa dua kali lipat"


Asisten nya itu terbelalak mendengar ucapan nona nya yang baru dia dengar seumur hidup menjadi budak nona nya.


"Baik nona"


Pilihan asisten nya Carmen jatuh pada gaun peach cantik yang sederhana dengan pernak pernik yang elegan. Harga gaun ini juga tidak murah atau pun standar jadi dapat di gunakan dan masih booming juga di kalangan model dan artis.


"Ini nona"


Carmen melihat, mata nya terbelalak jelas itu adalah gaun yang William berikan pada nya sebagai pertemuan mereka di negara A kembali 2 Minggu lalu.


"Iya aku pakai itu saja"


Carmen ingat jika lelaki itu memberikan gaun ini yang merupakan gaun yang mirip milik mendiang mommy nya.


Asisten Carmen juga memakaikan nya dengan hati-hati.


"Kau juga ikut lah dengan ku, pilih salah satu gaun mahal ku itu, kita kesana bersama"


"Tidak usah nona"


"Anggap aku memohon pada mu untuk menemani ku"


Asisten Carmen pun segera mengangguk mengiyakan ajakan nona nya.


"Baik nona"


"Pesan kan taksi juga, kita akan pergi naik taksi"


"Tidak usah nona, pakai mobil ku saja nona"


"Baik lah"


Mobil asisten Carmen juga lumayan bagus, namun selama ini Carmen enggan menaiki mobil asisten nya justru asisten nya itu menjadi supir untuk mengendarai mobil Carmen.


"Saya sudah siap nona"


Carmen melihat asisten nya sangat cantik dibalut gaun malam gelap yang menjuntai, gaun itu milik Carmen ketika menghadiri pesta gala dinner dengan pembisnis kelas kakap.


"Kau cantik sekali malam ini"


"Terimakasih nona"


"Ayo kita berangkat"


Mereka keluar dari apartment menuju ke basement untuk mengambil mobil dan segera meluncur ke pesta resepsi megah yang William dan Lisa adakan.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2