TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.138


__ADS_3

"Nek, kakek mau pamit ya"


"Loh kakek mau kemana?"


"Ada urusan di perusahaan, sebentar"


"Ya sudah hati2 ya"


Sang kakek segera keluar setelah lewat jam makan siang, saat makan siang mereka makan dengan putri tunggal mereka dan itu sangat bahagia sekali. Kakek hendak beranjak menuju mobil namun dari gerbang terlihat mobil berwarna kuning menyala menuju ke halaman nya. Gadis kecil nan cantik turun dari mobil itu lantas menghampiri kakek.


"Halo, kakek Aryandy, perkenalkan saya Andriana Melia Alkatiri anak keempat dari papah Aksa"


Kakek Aryandy tersenyum, mengangguk.


"Gadis kecil ibu mu di dalam masuk lah, kakek masih ada urusan ya"


"Baik lah kakek, hati-hati"


Riana melangkah masuk kedalam rumah. Kakek Aryandy hanya bisa menggelengkan kepala nya, rupa nya selain Rei cucu yang lain nya juga nakal.


"Mah"


Riana berteriak seperti toa pedagang sayur keliling komplek, dia masuk setelah meminta ijin pada kakek Aryandy di depan rumah.


"Loh kamu sudah datang?"


"Iya, papah suruh Riana jemput mamah"


"Oh, bagaimana shopping kalian?"


Riana duduk sambil mencomot kue satu demi satu yang ada di atas meja, sambil bercerita.


"Satu putaran saja dia sudah K.O"


Cinta tersenyum, nenek Aryandy sudah turun untuk memasukkan keu-kue ke dalam toples.


"Eh ada cantik nya nenek"


"Salam sama nenek, dia mamah kandung nya mamah"


"Hah!"


Riana menjatuhkan kue yang ada di mulut nya, saking kaget nya.


"Jadi dia nenek Riana, mah"


"Benar"


"Yeeaaa, Riana punya nenek lagi"


Riana memeluk nenek Aryandy, lantas mereka berpamitan untuk pulang karena sudah sore. Tak lupa pula nenek Aryandy membawakan beberapa toples kue-kue itu pada anak dan cucu tersayang nya juga.


Klek.


Aksara menatap seorang lelaki muda yang digiring oleh pengawal nya itu.


"Tau pulang kamu!"


Lelaki itu diam.


"Jelaskan?"


Aksara melempar beberapa foto anak lelaki sulung nya, lantas memandang tajam kearah nya.


"Apa yang harus dijelaskan?"


Sambil membuang muka Raksa menjawab.


"Kau sudah tidak menganggap kedua orang tua mu ini?"

__ADS_1


Diam hanya itu yang Raksa perbuat.


"Apa hiburan di rumah terlalu muak, jadi kau bermain jalan di club'?"


Mata Raksa membola dengan ucapan sarkasme sang papah.


"Apa yang tidak papah berikan untuk kesenangan mu?"


Raksa menunduk karena baru kali ini ternyata sang papah marah besar. Seumur hidup Raksa baru melihat papah nya seemosi ini.


"Kau sudah 21 tahun Raksa, kau sulung kami harus kah seorang sulung sangat bejad bagaimana dengan adik-adik mu? bagaimana kau memberi contoh pada mereka!"


Indri yang sedang tertidur langsung bangun karena teriakan sang papah, Indri terdiam mendengarkan sang papah menasehati kakak sulung nya.


"Mandiri lah, cari seorang gadis lalu menikah dengan nya"


"Baik, maaf pah"


"Bukan salah mu, tapi salah ku yang memanjakan mu tidak mendidik mu dengan benar"


JLEBBB.......


Perkataan Aksara serasa pedang yang menghujam jantung Raksa seketika.


"Raksa pamit pah'


Sang papah hanya mengangguk, Raksa beranjak dari ruangan itu. Memang ini salah nya, salah memilih jalan yang sudah tidak diperbolehkan kedua orang tua nya sejak kecil.


Tanpa mereka tahu ada orang yang menguping pembicaraan mereka. Penguntit itu segera melaporkan pada majikan nya.


"Brengsek boneka ku sudah di rusak oleh keparat itu! laksanakan rencana B dalam 3 hari"


Ucapnya pada semua bawahan nya.


"Baik tuan"


Rei saat ini sudah berada di kantin bersama Ravenda untuk minum teh hangat.


Mereka semua mendongak, Rei tersenyum kearah gadis cantik itu.


"Hai, duduk lah"


Gadis itu duduk yang tak lain Queena.


"Kemana teman preman mu?"


Ucap Ravenda memecah kecanggungan mereka.


"Mereka semua pindah ke luar negeri"


Mereka semua hanya ber oh ria saja menanggapi ucapan Queena.


"Bagaimana kabar kalian? sudah 3 hari tidak masuk"


"Wow kau perhatian sekali pada kami nona!"


Aryos sangat senang di perhatikan. Rei tersenyum saja, secara tak langsung Rave melihat nya. Rave sudah mulai curiga jika kedua nya memiliki hubungan, dan itu terlihat dari sikap mereka. Pernah seminggu lalu Rave melihat mereka berjalan bersama menuju toko buku, bukan kah itu bisa di katakan dating. Rave terkekeh membayangkan semua itu ternyata sahabat nya gerak cepat juga.


"Bos kenapa kau tertawa? apa otak mu agak konslet?"


"Bukan otak ku yang konslet, tapi baud otak mu yang copot"


"Otak mana ada baud nya"


"Otak mu lah"


Mereka hanya tertawa saja setelah nya.


"Kita bawa mobil sendiri-sendiri nih Rei, bagaimana jika sore ini kita ke pantai saja"

__ADS_1


"Boleh"


Rei melirik Queena, gadis itu tersenyum dengan cantik lantas mengangguk mengiyakan. Mereka segera ke tempat tujuan yang mereka tuju. Hanya butuh waktu 1 jam untuk sampai di tempat itu.


"Bagaimana hari mu?"


"Sangat baik, kau sendiri?"


"Entah lah"


"Maksud mu?"


"Aku tak tahu, bagaimana asal-usul ku"


"Kenapa memang dengan asal usul mu? bukan kah kau cucu kakek Aryandy?"


"Benar, tapi kedua orang tua ku......"


Rei menjeda perkataan nya, untung nya Queena yang menyetir mobil nya.


"Ada apa dengan kedua orang tuan mu?"


"Papah kandung ku adalah Wicaksara Alkatiri"


Lirih Rei.


"APA!"


Queena terkejut setengah mati karena mendengar kedua keluarga yang menjadi nama belakang lelaki yang menjadi kekasih nya saat ini seminggu lalu.


"Lalu"


"Entah lah"


"Kau tidak senang?"


"Tentu senang namun masalah nya aku belum menerima nya"


"Pelan-pelan saja, nanti juga kau pasti menerima nya dengan pasti"


Ravenda bermain pasir dan mereka berkejar-kejaran di pantai. Rei tersenyum melihat kedua teman nya yang begitu tanpa beban.


"Kenapa?"


"Tidak ada"


Rei menatap gadis yang baru seminggu lalu menjadi kekasih nya itu. Mata mereka saling memandang, mengunci dan wajah mereka mendekat. Bibir mereka tiba-tiba saja sudah menyatu dengan lembut, mencecap manis nya. Rei memeluk Queena dengan erat, memperdalam ciuman nya meski mereka baru melakukan untuk yang pertama kali nya.


Ravenda segera memesan tempat makan dan mengajak Aryos ikut serta.


Bahkan Queena sampai mengeluarkan suara ******* nya. Rei memutuskan pagutan bibir nya pada Queena, gadis itu segera memeluk Rei dengan manja.


"Sakit?"


Sambil mengusap lembut bibir itu, Queena menggelengkan kepalanya.


"Enak?"


Queena mencubit perut Rei yang berotot itu.


"Kok keras?"


"Kenapa? mau lihat?"


Rei menggoda pacar nya itu, lalu membuka kemeja dan kaos nya hingga badan Rei telanjang yang mempertontonkan body sixpack nya.


"Boleh di raba gratis"


"Ih apaan sih"

__ADS_1


Rei kembali memeluk gadis yang malu-malu itu, lantas kembali meraup bibir ranum milik Queena untuk di nikmati dan di cecap dengan manis.


BERSAMBUNG.


__ADS_2