TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS. 154


__ADS_3

"Rumah kalian sangat asri ya?"


"Nak Re bisa saja"


Sesaat memandang foto tadi itu, Rei sudah berkenalan dengan mamah dari Min. Dia memang wanita yang baik yang mendidik anak perempuan nya dengan sangat kompeten meskipun di desa.


Rei menyeruput teh hangat yang di suguhkan mamah Min.


"Tante apa boleh saya bertanya?"


"Silahkan nak"


"Di foto tadi hanya Tante dan Min, lalu ayah nya Min kemana?"


Deg......


Mamah Laula terdiam tanpa bisa menjawab, ini yang dia takutkan saat ada teman lelaki Min yang bertanya ayah nya Min.


"Min punya seorang ayah, dia bukan anak yang lahir di luar nikah"


"Oh, Tante jangan salah paham, saya hanya bertanya keberadaan nya karena kalian hanya berfoto berdua"


"Saya tidak mau Min mengenal lelaki itu, lelaki yang hanya menggoreskan luka"


"Tapi seorang ayah tetap lah ayah bagi putri nya"


"Benar, aku juga tidak menghalangi jika ayah nya ingin bertemu, aku hanya tidak ingin dia membawa pengaruh buruk bagi Min"


"Anda sangat bijak mah"


Mamah Laula tersenyum, dia suka pemuda seperti Rei meski sudah berumur.


"Om mau sarapan disini?"


"Loh kok panggil om?"


"Kan memang usia nya sudah om-om, terus harus Min panggil dek begitu mah?"


"Min tidak sopan itu"


Min memanyunkan bibir nya, Min menghentakkan kaki nya.


"Aku harus bekerja Tante, jadi lain kali mungkin nebeng makan nya"


"Loh sarapan saja dulu nak Rei"


"Lain kali saja Tante"


Rei pamit dari rumah Min, namun dia begitu senang karena ada sesuatu yang menarik dari sana.


Drrtt......ddrrtt.


"Iya tuan muda"


"Selidiki lagi putri dari Mike Sanunjaya"


"Baik tuan muda"


Aryos dan Ravenda segera menjalankan misi mereka, membedah jati seseorang tidak lah sulit.


Rei kembali ke kantor, disana Aryos sudah menunggu.


"Ke ruangan ku"


Aryos mengekor dibelakang Rei, mereka nampak dua lelaki tampan dengan posisi yang tak pernah bisa di duga orang lain.


"Bagaimana?"


"Semua info ada di dalam map coklat ini tuan muda"


"Kau boleh pergi"

__ADS_1


Rei segera membuka map coklat tersebut, dia membaca nya dengan teliti. Informasi yang begitu akurat dan memuaskan bagi Rei.


"Yos, kemari lah"


"Baik tuan muda"


Aryos segera memasuki ruangan kerja milik Rei.


"Kunci pintu nya"


"Baik bos"


"Cari tahu orang bernama Irsandy ini, tanyakan berapa hutang nya istri kedua tuan Sanunjaya"


"Baik"


"Lunasi dan ambil berkas hutang nya, berikan pada ku"


"Baik tuan muda"


"Dan........"


Aryos berhenti ketika mencapai handle pintu.


"Jangan sampai lelaki lintah darat itu tahu kalau kita yang menebus, suruh dia selalu menagih dan menggertak Laula Sanunjaya"


"Siap tuan muda"


Rei tersenyum smirk, seperti iblis yang siap memainkan boneka mainan nya.


"Aku secara tidak sengaja menemukan nya"


Ucap Rei.


"Jika kau tidak ingin di habisi maka kau harus ku siksa, lihat apa hukuman lebih berarti dari sakit hati yang akan kau terima"


Rei mengelus foto gadis yang sangat cantik di dalam genggaman nya itu.


Rei meremat kuat foto seorang gadis yang begitu cantik itu.


Tok....tok.....tok.


"Masuk"


Rei segera memasukan foto itu kedalam laci kerjanya.


"Tuan ini adalah laporan presentasi keuntungan perusahaan ini"


"Taruh disana, siapa yang mempresentasikan laporan ini"


"Saya tuan"


"Kau pergi lah, dan tinggalkan dia untuk menerangkan keuntungan nya"


"Baik"


Karina segera pergi, dia meninggalkan Min di ruang kerja Rei.


Klik.


Min melihat ruang kantor milik Rei terkunci.


"Jangan ada yang masuk, aku ada pekerjaan penting"


Pesan Rei pada Aryos.


"Silahkan di mulai"


Dengan tenang Min menjabarkan semua keuntungan dari pemasaran yang akan mereka lakukan.


"Keuntungan ini hanya tiga kali lipat dari biaya produksi ini, ubah jadi sepuluh kali lipat keuntungan yang kita dapat"

__ADS_1


Rei memandang tajam kearah Min.


"Baik tuan saya pamit undur diri dulu"


GREEPP......


Tangan Min ditarik Rei hingga membentur dada bidang Rei yang kuat. Rei segera memeluk tubuh Min, mengendus tubuh wangi gadis itu.


"Lepaskan aku, apa yang om lakukan?"


"Tentu saja memeluk mu"


"Lepas om"


Min memberontak, namun itu tak berguna. Rei semakin erat menempelkan tubuh nya pada gadis itu.


"Om lepaskan Min"


Namun sedetik kemudian Rei menjangkau bibir gadis itu, mencecap nya dengan lembut. Mata Min tentu saja membulat akan tindakan spontan Rei.


PLAAKK.......


Tamparan yang mendarat di pipi Rei menggema di ruangan itu.


"Kau kurang ajar!"


Rei mengelus pipi nya, rupanya gadis itu menampar nya sekuat tenaga. Rei langsung melabuhkan ciuman kedua nya dengan begitu kasar, menggigit bibir gadis itu. Min mendorong dengan sekuat tenaga, dengan nafas yang tersengal Min membuka kunci pintu ruang kerja milik Rei.


Min berlari menuju toilet, dia gemetar sedikit menangis untuk beberapa lama supaya perasaan gelisah tadi berkurang. Sungguh dia sangat takut jika lelaki tadi berbuat lebih jauh.


"Dia mengambil ciuman pertama ku, kenapa dia mau melecehkan ku, apa salah ku pada nya?"


Min meringkuk memeluk diri nya sendiri, tubuh nya masih gemetaran. Namun dia harus bertahan akan situasi ini selama itu tidak merugikan diri nya sendiri.


"Aku tidak boleh menangis, aku tidak boleh lemah"


Min segera berdiri, mencuci wajah nya. Dia akan kembali ke ruangan nya, Min keluar dengan wajah segar tapi agak basah.


"Sudah keluar rupa nya?"


Rei berdiri di pintu masuk toilet wanita.


Min hanya berlalu, tanpa ingin menjawab ucapan lelaki yang baru saja mengambil ciuman pertama nya.


GREEPPP.......


Rei menarik kembali tangan mungil gadis yang baru saja dia cium paksa. Tubuh Min kembali menabrak dada bidang milik bos nya itu. Namun Min segera membuang muka nya.


"Maaf pak saya harus bekerja"


"Benar kah, bukan kah melayani bos tertinggi di perusahaan ini juga kewajiban mu?"


"Maaf banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan"


Min sengaja mengubah ekspresi nya, agar tidak terprovokasi oleh lelaki bajingan di depan nya, pada hal di gemetar setengah mati.


"Baik lah, aku lepaskan kali ini tapi tidak untuk lain kali"


Rei menatap wajah cantik milik gadis itu, Min segera menunduk untuk undur diri.


"Saya undur diri pak"


Min dengan secepat mungkin berjalan menuju ke ruangan kerja nya. Dia sangat beruntung karena di peluk saja oleh lelaki bajingan yang berkedok sebagai bos tertinggi perusahaan tempat dia bekerja.


Rei tersenyum smirk.


"Aku akan mendapatkan mu, bukan hanya tubuh mu tapi juga hati mu Jasmin Amalia Sanunjaya"


Ucap Rei kemudian masuk ke dalam toilet lelaki.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2