
Setelah makan siang Ravenda dan Aryos pamit pulang, karena ada panggilan dari ayah Ravenda. Kakek Ukas Aryandy, beserta istri nya Mina Aryandy berada di ruang keluarga. Tak lupa cucu kesayangan mereka Rei dan paman berjubah nya itu duduk bersantai di ruang keluarga.
"Rei"
"Iya kek"
Rei yang sedang menonton acara kesukaan nya itu terpaksa menoleh kearah sang kakek.
"Kakek ingin mengajak mu ke suatu tempat!"
"Kemana?"
"Ayo cepat ganti pakaian mu"
"Baik lah Rei keatas dulu kek"
Setelah Rei beranjak dari tempat nya yang semula semua saling pandang.
"Apa tuan tidak terlalu terburu-buru?"
"Terburu-buru bagaimana?"
"Tuan kecil belum dewasa, tuan besar"
"Maka itu sekarang lah saat nya memberi nya tanggung jawab agar dia bertanggung jawab di masa depan, bukan kah ada kau sebagai pendamping nya"
"Tapi bukan saya yang bisa menjadi pendamping bisnis, saya hanya menempa kecakapan diri"
"Tidak ada yang ku percaya selain kau disisi cucu ku, kelak ketika jati diri nya sangat spesial, maka kau harus siap mendukung nya"
"Aku mengerti kekhawatiran mu pak tua"
Langkah Rei sedang menuruni tangga Mak dari itu mereka menghentikan debat tidak berguna itu.
"Ayo kek"
Sang kakek tersenyum, terlihat garis renta nya. Apa lagi selama beberapa tahun mereka menderita karena anak angkat tidak tahu diri mereka.
Satu sedan mewah mereka naiki bersama supir baru yang baru saja mereka pekerjakan.
"Kakek membeli mobil baru?"
"Tidak juga"
"Kok Rei baru lihat sih kek"
Sang kakek hanya diam sementara nenek menggelengkan kepalanya.
'Kau baru tahu bocah bahkan kakek mu pengoleksi mobil'
Gumam nenek dalam hati.
Memang benar tuan besar Aryandy ini pengoleksi mobil dari antik sampai modern, dari klasik sampai sport tentu ada yang kakek miliki.
__ADS_1
Hanya berselang 1 jam sudah sampai di tempat yang ingin kakek tunjukkan pada cucu lelaki nya.
"Pantai, jadi kita mau liburan ke pantai kek?"
"Siapa yang mau kau liburan?"
"Bukan kah ini pantai?"
"Benar, tapi kakek tidak membawa mu ke pantai untuk berlibur"
"Lalu?"
"Kerja"
"Hah, kerja?"
Rei semakin di buat bingung dengan kakek nya yang memakai jas dengan sangat rapi. Mereka menuju ke resepsionis, Rei kira mereka akan liburan atau makan-makan ala orang gedongan.
"Selamat siang tuan"
Namun kakek tidak menjawab, hanya berlalu ke sebuah lift. Mereka menaiki lift menuju lantai teratas yaitu lantai 8 resort ini.
"Segera bawakan camilan juga minuman"
Sang kakek menekan telpon yang ada di meja nya, yang langsung terhubung ke bagian dapur resort.
"Duduk lah Rei, kakek akan menjelaskan sesuatu"
"Dengar kan kakek, maaf sebelum nya karena kakek tidak memberitahu mu bahkan kakek merupakan salah satu pengusaha sukses di kota ini"
Rei terdiam karena Rei juga sudah tahu, info itu dia dapatkan tentu dari teman nya Ravenda. Awal nya tidak sesederhana kelihatan nya, awal nya Rei juga tak mau perduli namun kenyataan bahwa kakek bukan orang yang biasa atau pun miskin seperti saat mereka tinggal di desa.
"Rei sudah tahu kakek adalah Ukas Aryandy yang artinya orang nomor dua terkaya di negara ini"
Deg......
Sang kakek terdiam, begitu pun pria berjubah.
'Maaf kan kakek cucu ku, lalu jika kau tahu siapa kedua orang tua mu maka apa yang akan kau lakukan'
Gumam kakek.
"Kalau kau sudah tahu jati diri kakek, maka kau juga sudah tahu tujuan kakek bawa kamu kesini"
"Ya tentu untuk bekerja mengelola resort ini bukan?"
"Baik lah, ini bukan kejutan, ini berkas kepemilikan milik mu"
"Kok atas nama Rei?"
"Lalu atas nama siapa lagi, memang nya kakek punya pewaris selain diri mu?"
"Tapi kek"
__ADS_1
"Kakek tahu kau mampu, sejak kau lahir kakek sudah menamakan semua aset kakek dan nenek atas nama mu"
Rei terdiam lalu mengangguk dan menyimpan semua berkas nya.
"Baik lah kek, tapi kalau Rei kesusahan kakek bantu ya"
"Ada paman mu, juga teman-teman mu itu"
"Baik lah"
"Hari ini resort ini di booking orang kaya yang sedang berlibur jadi agak sepi"
"Baik lah"
"Kakek, nenek, juga paman mu pulang dulu, kau berkeliling bersama pak Arto, dia mengerti disini"
"Hah, bagaiman Rei pulang nya"
Sang kakek, nenek, juga pria berjubah bangkit lalu menuju pintu.
"Ada beberapa koleksi mobil kakek, jika ingin pulang pakai lah"
"Baik lah"
Rei menjawab dengan lesu.
"Kau sudah punya SIM bukan? lalu tidak suka model mobil nya jual saja, beli lagi yang baru semua kartu mu di brangkas itu"
"Iya Rei mengerti"
Selepas mereka pulang, Rei mengajak pak Arto berkeliling.
"Pak temani saya berkeliling"
"Baik tuan muda"
Pak Arto adalah orang yang sangat setia, dia memiliki seorang putri yang dulu tinggal di desa. Sekarang dia sudah mampu jadi 10 tahun lalu menjemput putri nya untuk tinggal di kota.
"Ini adalah resort keluarga Aryandy tuan, anda memiliki 9 resort terbesar yang tersebar di 9 kota besar lain nya"
"Lanjutkan"
"Saya yang mengelola sejak 15 tahun lalu, ini resort pusat milik keluarga Aryandy, dulu ada juga toko baju mewah namun sudah di jual karena nona muda"
"Baik lah, apa hanya resort ini saja"
"Betul saya hanya mengelola resort saja"
Rei kembali berjalan di pantai hingga seseorang menabrak nya.
BUUKK.......
BERSAMBUNG.
__ADS_1