TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.336


__ADS_3

Kini Carmen sekarang sudah tiba di depan gedung mewah itu, gedung megah nan mewah itu dihias dengan pernak-pernik sangat mahal.


Carmen memandang nya lama dia berdiri di depan gedung itu, seakan menyisir ulu hati nya. Harus nya diri nya yang ada didalam gedung itu menjadi ratu sehari.


"Nona"


Lirih asisten Carmen, bagaimana pun diri nya mengerti pasal nya sang nona nampak meratapi keputusan nya yang selama ini memang menolak lelaki yang sedang mengadakan resepsi pernikahan megah ini.


Carmen tersenyum kearah asisten nya itu, namun senyum itu nampak sangat dipaksakan sekali.


"Apa kau baik-baik saja"


Carmen mengangguk, tak dia pungkiri jika pernikahan Will mampu menggoreskan luka tak rela pada ulu hati nya.


"Ayo kita masuk, aku akan mengucapkan selamat kepada mereka dan aku akan 0ergi selama nya dari negara A ini"


"Iya nona, mari"


Asisten Carmen menggandeng nona nya masuk ke dalam gedung itu, menyerahkan undangan dari Lisa meski hanya berkode saja.


Benar saja pesta resepsi yang Will buat tak main-main begitu pun dengan undangan nya. Itu menjelaskan jika lelaki itu sangat mampu membahagiakan pengantin wanita nya, meragukan dan mencintai pasangan nya karena ditengah altar ada ukiran sepasang merpati putih.


Begitu pun dengan panggung nya yang berhiaskan bunga mawar merah segar, bahkan sengaja di taburkan hingga berbentuk red carpet. Ballroom hotel sengaja di design seperti di negeri dongeng.


Carmen ingat, ucapan nya setelah lulus SMA kepada Will.


'Apa kau mau menikah dengan ku setelah kelulusan?'


Ucap lelaki yang sangat mencintai Carmen itu ketika mereka beranjak 18 tahun.


'Aku ingin pernikahan seperti di negeri dongeng'


Ucap Carmen dengan candaan begitu saja, karena waktu itu tak pernah ada rasa cinta untuk seorang William pemuda yang diidamkan kaum hawa satu sekolah itu.


'Aku akan menambahkan bunga mawar merah segar di panggung pernikahan kita, menghias nya sedemikian cantik sampai kau akan terpukau'


Itu lah ucapan Will, lelaki itu tak pernah bosan setiap tahun melamar nya. Namun bagi Carmen ucapan Will hanya lelucon saja.


'Jadi kau tidak pernah melupakan janji itu'


Ucap Carmen dalam hati, dia benar-benar baru bangun dari koma nya saat seorang lelaki berjas putih tampan berdiri di altar dansa yang ada ditengah para tamu undangan itu.


"Will"


Lirih Carmen, dia benar-benar melihat pangeran berkuda putih yang selalu Carmen impikan saat kecil.


'Kenap aku lupa dengan mimpi itu'


Mata Carmen sudah berkaca-kaca, dia tentu sangat menyesalkan perbuatan nya itu bahkan dia menipu Will dengan menggantikan diri nya dengan Lisa.


'Ini salah ku'


Asisten Carmen mendekat mengelus punggung sang nona.

__ADS_1


"Nona"


"Aku tak apa"


Carmen sengaja memilih tempat duduk di sudut paling pojok agar tidak dikenali, dia sangat malu dan terhina luar biasa saat ini.


Tak jauh berbeda dengan keluarga Alkatiri yang terbelalak melihat pengantin wanita.


"Kak Lisa"


Gumam Rindi.


Andra menoleh pada sang istri, rupa nya bukan diri nya saja namun juga istri nya melihat hal yang sama.


"Kau yakin dia Lisa, sayang?"


Rindi mengangguk dengan pasti.


"Aku yakin mas"


Andra mengangguk lantas sekali kode saja Novan mendekat dan juga Anita.


"Iya bos"


"Cari tahu siapa pengantin wanita itu, dan semua identitas nya lengkap sekarang juga"


.


"Baik bos"


Daddy Rei sedang berbincang dengan ayah Andreas dan istri serta mommy Jasmin jadi mereka tidak terlalu memperhatikan saat Lisa muncul.


"Far bukan nya itu putri sulung mu?"


Ucap paman yang ada di baris kedua dari tempat duduk di depan pelaminan.


Papah Afar juga mendongakkan kepala nya, mata nya melotot kearah altar yang disana berdiri Lisa.


"Benarkan itu Lisa?"


Ucap paman Rindi.


"Iya itu Lisa tapi bagaimana anak itu sampai disini? bukan kah kata sipir polisi dia di jamin oleh ayah kandung nya yang dari negara S"


Paman melihat papah Afar yang kebingungan serta berubah serius memperhatikan panggung yang ada anak sulung nya itu.


Setelah sekian lama anak itu kembali berulah pikir nya.


"Ada apa?"


Daddy Rei yang nampak kaget dengan tatapan besan dan paman dari menantu nya itu berubah serius pun penasaran.


"Di altar itu adalah putri sulung ku, apa yang anak itu lakukan disini? dia pasti akan berbuat kerusuhan kembali"

__ADS_1


"Tenang kita awasi dahulu, jangan bertindak gegabah karena ini pesta perayaan terbesar dari keluarga Lordian"


Ucap Daddy Rei akan memantau dengan bijak.


"Benar, jangan sampai berbuat kesalahan karena German orang nya pendendam sekali"


Ucap ayah Andreas, seketika lelaki itu menghubungi anak buah nya untuk segera menyelidiki pengantin wanita nya.


Setelah 2 jam berlalu bukan hanya ayah Andreas yang tersenyum tapi juga Andra yang berada disisi istri nya karena baru saja mendapatkan informasi lengkap dari anak buah milik Novan.


"Sayang"


Andra membelai pucuk kepala sang istri yang sangat cantik malam ini.


"Ada apa mas"


Suara istri nya sangat lembut dan Ahhh. Andra menghela nafas berat karena dalam acara resepsi dia masih sempat berpikiran kotor.


"Lihat yang"


Andra menyodorkan ponsel nya kepada sang istri, Andra menerima berita yang detail tentang Lisa, mantan kekasih Will dan juga bagaimana Lisa saat ini.


"Kok bisa mas?"


"Mana mas tahu sayang ku"


"Kasihan banget ya kak Lisa berarti"


"Kasihan kenapa, Will baik loh mungkin saja berjodoh dengan kakak mu itu"


"Aku tidak menyangka nasib kak Lisa akan seburuk itu"


"Itu di luar wewenang kita sayang"


Rindi mengangguk lantas tersenyum manis melihat pasangan lelaki yang menunggu di lantai dansa dengan berpakaian putih seperti pangeran dengan kuda nya.


Lalu ada iringan musik setelah nya muncul pengantin wanita, bunga mawar yang kelopak nya sudah di pisahkan bertaburan dari langit ketika mereka sudah berhadapan.


Pantas saja panggung dan hotel di dekorasi seperti di negeri dongeng bahkan kelopak mawar merah segar seperti red carpet. Dan lagi membingkai pelaminan yang akan di tempati oleh kedua mempelai itu.


"Pantas saja dekor nya indah ternyata mengusung tema negeri dongeng ya mas, cantik banget"


Ucap Rindi, mengagumi dekorasi yang sangat indah ini. Andra menengok istri nya yang mata nya berbinar dengan pesona keindahan ini.


"Ayang mau Adain resepsi seperti ini?'


Rindi langsung menatap sang suami dengan heran, begitu pun Andra.


"Kenapa?"


"Terus ini mau di taruh dimana?"


Seraya mengelus perut nya yang agak rata tapi sudah ada sedikit tonjolan seperti orang kekenyangan makan saja.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2