TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.317


__ADS_3

Flashback on II


German nampak terdiam, dia menimbang semua perkataan Aditya akan syarat nya.


"Berjanji lah di makan mamah yang sudah membesarkan ku, kalau memang anda adalah ayah kandung ku"


Tanah pekuburan milik. Elian masih basah, bunga yang bertabur pun masih segar sehingga Aditya meminta janji itu pada sang papah.


"Ayo ikut pulang dahulu nanti kita bahas di rumah"


"Dia mamah ku wanita yang sudah membesarkan ku, dibanding dengan mu aku yang memiliki hubungan apa pun"


"Aku tahu, tapi pesawat ku akan take off 1 jam lagi aku tidak bisa berlama-lama di negara Z ini"


Aditya diam hanya membeku, dia ingin membalaskan sakit hati mamah yang sudah mengadopsi nya.


"Percaya lah kau tidak akan punya pilihan lain selain aku"


Aditya berjalan dengan diiringi bodyguard dan asisten pribadi lelaki yang mengaku ayah kandung nya itu.


Mereka menaiki mobil lantas mereka pergi ke bandara, jarak tempuh sekitar sejam baru lah tiba di bandara. Mereka memasuki bandara dari pintu lain langsung menuju lapangan di mana pesawat di parkir dengan gagah nya.


"Ayo masuk"


Aditya bukan pemuda bodoh yang tak tahu jenis jet pribadi ini. Dengan fasilitas mewah dan berkelas tinggi.


"Mandilah, kamar mu ada di urutan ke 3, semua itu milik mu, kau bebas menggunakan apa pun"


Aditya hanya mengangguk lantas pergi ke kamar nya untuk mandi, karena penampilan nya masih menggunakan pakaian penjara, rambut gondrong, dengan jambang yang mungkin sudah tebal.


Aditya segera memotong jambang nya, memotong sedikit rambut nya, lantas dia mandi dengan berendam di bath up lagi.


"Aku bisa menikmati fasilitas ini lagi, mah"


Dia menerawang ke langit-langit pesawat itu.


"Andai mamah bisa bersabar mungkin kita akan bahagia, maafkan Aditya mah karena sampai sekarang belum bisa membahagiakan mamah seorang, belum bisa meminta maaf pada Camelia dan suami nya serta istri ku, juga kedua putra ku"


Aditya berendam selama 2 jam dengan mandi susu, agar bau badan nya tidak busuk dan kulit nya bersih dia sudah hapal dengan segala produk perawatan kulit meski pun diri nya lelaki. Memakai produk perawatan kulit berupa gel, menyemprotkan produk perawatan muka, juga deodorant.


Aditya membuka lemari dimana berjejer pakaian mahal, sepatu mahal, jam tangan juga aksesoris lain nya. Aditya menggunakan celana santai dengan dengan kaos dan jaket yang serba nyaman karena akan mengudara beberapa jam lagi.


KLEAK......


Aditya keluar dari kamar pesawat dengan sudah rapih, dia menguncir rambut nya agak tidak semrawut dan amburadul. German melihat anak sulung nya jauh sedikit terawat.


"Kemarilah, ayo kita makan"


"Baik"


Satu meja penuh dengan makanan enak dan mahal, mata Aditya berbinar meski baru akan menginjak 2 bulan tidak menyentuh makanan mewah itu namun serasa bertahun hidup dalam neraka.


Meski sangat menginginkan makanan itu namun dia tidak ingin mengeluarkan sifat rakus nya semasa di penjara yang harus berebut makanan.


Aditya makan dengan perlahan.


"Jika suka habiskan makanan nya, Daddy menyiapkan makanan ini untuk mu"


Aditya tersenyum.


"Iya ini semua makanan kesukaan ku"


Aditya meneguk wine putih yang wangi dan manis di gelas yang ada di depan nya itu.


"Ini lebih enak dad"


"Iya itu 10 tahun lebih tua dari yang biasa kau konsumsi"


"Aku tahu kau bukan orang yang kekurangan materi karena papah adopsi mu lebih kaya raya dari ku di negara Z"


Aditya mengangguk.


"Aku mendengar mereka sedang berada di negara A, mereka sudah menemukan obat koma yang istri pertama papah ku butuhkan, mungkin sekarang sedang observasi pada pasien itu"


"Dan kau ingin agar wanita itu tidak pernah bangunkan?"


Aditya mengangguk.


"Akan Daddy usahakan semampu Daddy karena rumah sakit itu sangat ketat Daddy tidak bisa menjamin nya"


"Asal mereka menderita aku sudah puas, karena kebahagiaan ku yang sekarang ini aku nikmati tanpa mamah Elian"


"Bagaimana dengan yang lain nya?"


"Secara tak sengaja mereka berkhianat"


"Bagaimana dengan keluarga Alkatiri yang kau sakiti?"


"Aku tidak menyakiti keluarga Alkatiri tapi aku hanya menyakiti ibu Amelia dan putri nya"


Deg.......


"Ibu Amelia......!"


"Ya wanita yang putri nya aku perkosa itu nama nya ibu Amelia"


"Apa dia orang nya"

__ADS_1


German menyodorkan foto wanita terkini milik Amelia.


"Benar"


DUUAARRR.........


Seperti petir di siang bolong yang menyambar ulu hati nya, tak ada hujan atau pun mendung.


"Apa kau yakin?"


"Aku sangat yakin sekali"


"Bagaimana keadaan nya sebelum dan setelah kau culik?"


"Dia di rumah sakit jiwa yang sangat ketat, aku menculik nya juga agak kesusahan, itu semua karena anak kandung dari papah adopsi ku yang mengurus nya. Sebenar nya ibu Amelia tidak gila, dia hanya ketakutan ketika mati lampu dan terkadang kumat karena ingin mencari putri sambung nya"


Mata German melotot selama ini, dia melihat Amelia yang sudah bahagia dengan keluarga kecil nya tapi tidak pernah menyelidiki keluarga nya itu. German kira wanita itu sangat bahagia dengan lelaki yang tepat.


German berharap jika dia salah mendengar nya. Tentang anak kandung yang menyiksa ibu nya sendiri.


"Lantas bagaimana keadaan ibu Amelia itu?"


"Dia dibebaskan oleh anak kandung papah adopsi ku, lantas aku dengar dibawa ke rumah sakit ternama di negara A, keadaan nya entah lah saat ini"


German mengangguk.


"Baik lah istirahat lah segera, jika nanti kita mendarat maka aku akan membangunkan mu"


"Iya dad"


Aditya segera masuk ke kamar dia akan tertidur untuk beberapa jam ke depan.


"Selamat tinggal mah, maafkan aku, aku janji akan hidup lebih baik meski aku tidak bisa membuat kalian bahagia bersama ku"


Air mata Aditya mengalir deras ketika mengenang semasa hidup nya kebelakang.


German segera menghubungi anak buah nya untuk memberikan sedikit pelajaran pada istri pertama Rei.


"Tugaskan anak buah mu untuk memantau orang-orang ini, terutama wanita yang sedang koma itu jangan biarkan dia bangun buat lah dia koma selama nya, jangan lakukan pembunuhan aku hanya mau shock terapi saja"


"Baik tuan"


"Aku mau istirahat"


Setelah nya terbang 10 jam lagi di angkasa mereka mendarat di bandara negara A.


"Tuan kita sudah mendarat"


Ucap anak buah German membangunkan begitu pun Aditya yang bangun.


"Apa kita sudah sampai dad?"


Mereka ayah dan anak turun lantas menuju mobil untuk berlalu menuju tempat tinggal mereka.


"Kau ingin villa, mansion, rumah megah, hunian nyaman atau pentahouse?"


"Terserah Daddy saja"


"Daddy tinggal dengan Will anak Daddy dari istri Daddy"


Aditya nampak diam tanpa menjawab.


"Kau memang anak tidak sah Daddy nak, tapi bukan berarti Daddy tidak mencintai mu karena mommy mu adalah cinta pertama Daddy dan satu-satu nya meski tanpa sempat ada pernikahan. Daddy memiliki Willian dari pernikahan Daddy pernikahan sesama rekan bisnis, memang Will terlahir dari bayi tabung tanpa ada hubungan badan"


Aditya melihat Daddy kandung nya.


"Secinta itu Daddy ke mommy ku?"


"Benar, hubungan Daddy terjalin dengan mommy mu ketika Daddy membuka usaha kuliner di negara Z disana ada paman Daddy saat itu Daddy sama-sama kuliah dengan mommy mu"


German menjeda omongan nya.


"Daddy sangat mencintai mommy mu hingga melakukan penyatuan tubuh kami setiap kali bertemu, Daddy masih ingat mommy mu menolak namun Daddy memaksa karena Daddy tahu alasan nya jika wanita yang Daddy cintai belum hamil maka orang tua Daddy tidak akan setuju"


German menghela nafas nya perlahan.


"Tapi rencana hanya tinggal rencana karena semua nya tetap sama, kedua orang tua Daddy tetap tidak setuju karena sudah ada calon yaitu mommy dari Will, singkat kata Daddy tidak tahu jika mommy mu hamil kamu, karena Daddy di kurung oleh kedua orang tua Daddy tentu dengan penjagaan ketat di ruang bawah tanah"


Aditya menarik nafas nya, ternyata sekuat itu pengorbanan Daddy demi mendapatkan mommy nya.


"Daddy dapat kabar jika mommy mu hamil dari paman Daddy, begitu syok nya kedua orang tua Daddy hingga mamah Daddy masuk rumah sakit. Setelah nya mereka melakukan negosiasi jika Daddy mau menikahi mommy nya Will maka kedua orang tua Daddy akan menjamin keselamatan mu dan mommy mu"


"Lalu Daddy setuju?"


"Itu lah keputusan Daddy yang terbodoh di dunia nak, saat Daddy menikah mommy mu melahirkan diri mu kedua, namun manusia yang serakah tetap lah pada watak nya kedua orang tua Daddy memberikan kesaksian bahwa bayi yang lahir dari perut mommy mu telah meninggal"


German nampak menundukkan kepala nya, sementara Aditya mencengkram celana nya.


"Daddy sudah menyelidiki, namun kekuatan Daddy pasti kalah dengan kekuatan kedua orang tua Daddy, kedua orang tua Daddy berkata mereka membiayai mommy mu untuk hidup enak bersama keluarga nya, nyata nya mommy mu diasingkan ke rumah sakit jiwa"


Pecah lah tangis German, saat mengungkapkan kenyataan yang kedua orang tua nya sembunyikan.


"Saat itu untuk melonggarkan penjagaan satu-satu nya adalah dengan melakukan prosesi bayi tabung, Daddy beralasan jika Daddy impoten. Daddy tak tahu itu semua kebusukan kedua orang tua daddy nak, Daddy hanya mencari tahu setahun setelah pernikahan Daddy dan William lahir kedua karena penjagaan ketat mereka telah longgar, yang Daddy temukan rumah kedua orang tua mommy mu terbakar habis"


Aditya hanya menunduk saja.


"5 tahun kemudian Daddy menemukan mommy mu sudah menikah dengan lelaki lain dia memiliki anak perempuan cantik sekali yang mirip mommy mu, Daddy pikir mommy mu sudah bahagia, Daddy pikir mommy mu sudah mendapatkan apa yang tak bisa Daddy berikan jadi Daddy hanya mengawasi nya dari jauh ketika rindu, Daddy rela mundur karena dia memiliki keluarga kecil yang bahagia sampai suami nya meninggal dan dia hanya hidup berdua dengan gadis yang kau sebut sebagai anak sambung nya"

__ADS_1


Ucap German mengakhiri cerita nya.


Aditya tersentak dengan kata-kata terakhir dari sang Daddy.


"Maksud Daddy?"


German mengulurkan foto nya dengan Amelia waktu muda kehadapan Aditya.


"Dia mommy yang melahirkan mu"


Aditya meraih dua foto masa muda dan saat ini.


DEG.......


Seolah dada Aditya di tindi batu karang sebesar pulau dan diri nya tenggelam.


"Tidakk........."


"Dia memang mommy kandung mu wanita yang penuh duka sejak saat muda"


Aditya terdiam memandang kedua foto itu yang meluncur dengan ringan dari genggaman nya. Sesaat kemudian Aditya menjambak rambut nya sementara air mata nya mengalir tanpa bisa dia tahan.


"Tidak.....Kau pasti bohong, tidak mungkin tidakk......."


"Ini bukan salah mu, semua terjadi karena ketidaktahuan mu, semua salah Daddy jangan menyalahkan diri mu"


"Tidak, hah! Dunia ini kejam, tuhan kenapa kau merusak surga ku, Daddy bohong, tidaaakkk.........."


German terdiam saat anak nya meraung dan menangis menjambak rambut nya sendiri.


"Aku menghormati dan menyayangi ibu adopsi ku nyata nya aku malah menyiksa ibu kandung ku dad, anak macam apa aku!"


German terdiam, dia tahu jika ini pukulan yang berat.


"Ini sudah takdir kita, kita di pertemukan dengan cara seperti ini"


Aditya menggelengkan kepala nya, air mata nya mengalir deras.


"Bagaimana aku harus mengakui kesalahan ku dad"


German memeluk anak sulung nya itu, menenangkan nya.


"Meminta maaf karena jika kau tahu dia mommy mu maka kau tidak akan melakukan itu, Daddy yakin meski sejahat apa pun kau tetap lah seorang anak"


"Tidak dad, meski aku memohon maaf dan ampun tentu anak lelaki nya tidak akan memaafkan ku kesalahan ku pada mommy ku sendiri sudah tidak termaafkan"


"Tidak nak, Daddy yakin jika mommy pun mengetahui nya maka dia bersedia memaafkan mu"


Aditya menggelengkan kepala nya, dia melepaskan pelukan Daddy nya. German diam saja, Aditya mengusap air mata nya lantas merapikan penampilan nya. Namun wajah nya begitu murung.


"Kita sudah sampai tuan"


Ucap supir kepercayaan milik German.


"Ini salah satu rumah yang Daddy tempati dengan Will, ayo masuk lah"


Aditya hanya mengangguk saja, tampang nya berubah dingin.


"Will.....!"


Ketika German sampai di ruang tamu dia sudah berteriak memanggil nama putra bungsu nya.


"Ada apa dad?"


Will segera menghadap sang Daddy untuk memenuhi panggilan nya.


"Kesini"


German duduk di ruang tamu, dengan membawa seorang lelaki sebaya diri nya.


"Will kenalkan dia Abang sulung mu"


Mata Willian melotot mendengarkan penuturan dari German.


"Apa!"


"Dia anak sulung Daddy yang hilang 42 tahun lalu"


William terdiam, dia mengamati wajah yang bersih namun memang agak dekil itu.


"Saudara apa dad?"


"Tentu saudara kandung mu"


"Oh ya, apa di akte kelahiran nama mommy dan Daddy sama?"


"Lihat"


Tentu German sudah menyiapkan nama di akta lahir dengan kedua orang tua yang sama German Lordian dan Amelia. William tersenyum melihat akta lahir itu lantas menghambur memeluk Aditya


"Selamat datang bang"


"Kalian yang akur ya'


Tentu German mengubah nama istri nya yaitu ibu kandung William menjadi Amelia agar dia juga paham karena ibu kandung Will meninggal saat dia baru di lahirkan. Dan semua rencana German karena di makamkan dengan nama sepupu nya sedangkan ketika Will bertanya ibu mereka hilang.


Flashback off.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2