
Sesampai nya di rumah Rei segera membersihkan diri, dia mengingat gadis yang dia tabrak saat berada di kampus waktu itu. Jujur ada rasa yang aneh, namun dengan segera Rei enyahkan tak pantas rasanya memikirkan wanita saat dia akan menuntut ilmu.
"Rei!"
Nenek nya berteriak dari lantai bawah, Rei segera keluar dari kamar nya.
"Iya nek!"
"Turun makan buah dulu"
"Iya"
Rei turun dengan cepat, mendapati paman dan kakek nya di gazebo sedang bermain catur. Penampilan kolam renang begitu menggoda Rei, tanpa pikir panjang lantas menceburkan diri hingga air kolam menyembur ke belakang kearah kakek dan paman nya itu.
"Anak kucing kau, seenak nya saja main cebur ke kolam lihat badan kakek ini basah!"
Sang kakek mencak-mencak tidak terima, namun berbeda dengan nenek yang tersenyum sambil meninggalkan gazebo itu.
"Seperti nya kakek sudah cukup sehat?"
"Memang nya kenapa? kau tak ingin kakek mu sehat seperti dulu!"
"Kalau sudah sehat mari lomba renang dengan Rei"
"Anak tikus kau!"
Rei tertawa dengan senang nya sementara pria berjubah hanya menggelengkan kepala nya saja.
"Rei sudah sore, cepat keluar dari kolam itu kau sudah 1 jam berendam tidak sehat untuk kulit"
"Baik nek"
__ADS_1
Rei lebih suka tubuh nya basah dari pada langsung di lap, entah kebiasaan dari mana?.
"Minum susu hangat mu!"
"Harus nya minum jus nek"
"Nanti kau masuk angin"
Nenek nya selalu membuatkan susu hangat dengan campuran madu yang manis, pada hal Rei lebih suka susu hangat ditambahkan jahe bakar.
"Cepat mandi, kau tidak mau mencari buku atau semacam nya kau besok akan ke kampus"
"Kenap Rei bisa lupa ya?"
"Masih muda sudah pikun"
Celetuk sang kakek.
'Kau adalah dia, kau sangat mirip dengan nya saat seusia mu'
Gumam lelaki itu meski hanya melirik nya sebentar.
"Nek, Rei pergi dulu ya ke toko buku"
"Jangan lupa beli baju dan celana yang pantas untuk ke kampus"
"Baik lah"
Rei keluar menuju ke garasi untuk memakai motor matic yang simpel dan cepat dalam kondisi apa pun. 30 menit perjalanan, langit sudah senja namun suasana di jalan sangat ramai jadi Rei tidak khawatir. Lagi pula dia tidak membawa benda berharga apa pun selain kartu ATM nya.
"Toko nya luas, aku harus membeli daftar buku-buku ini agar bisa segera ku pelajari"
__ADS_1
Rei segera masuk ke dalam toko memilih beberapa buku yang sekiranya dia butuhkan dalam jurusan mata kuliah yang telah dipilih nya. Tak lama Rei keluar dari toko buku tersebut karena telah selesai membayar, saat menuju parkiran dia melihat sebuah cafe dengan menjual aneka minuman.
"Seperti nya enak, tidak apa lah pulang terlambat sebentar"
Gumam Rei seraya memarkirkan sepeda motor matic nya, baru saja itu Rei lakukan lantas seorang wanita berteriak dengan lantang hingga memfokuskan atensi Rei.
"Maling.....tangkap....maling mas tangkap!"
Seru seorang wanita paruh baya dari dalam toko.
Bugghh........
Rei meninju bagian perut atas nya, dan pencuri itu langsung tersungkur.
"Bekerja pak, jangan cari makan dari hasil merampas!"
Seru Rei, beberapa scurity datang untuk membawa orang yang merampas dompet itu.
"Bu ini dompet nya!"
"Maaf mas itu bukan punya saya, tapi bapak itu"
Rei beradu pandang entah apa yang membuat lelaki paruh baya di hadapan nya mematung itu.
"Pak ini dompet bapak, silahkan diambil"
Dengan sopan Rei memberikan dompet itu, namun lelaki paruh baya tersebut nampak tak bergeming.
"Maaf saya permisi"
Rei memberikan dompet itu ke tangan lelaki paruh baya berkaca mata hitam itu, lantas dia segera menuju motor nya. Rei sudah tidak selera lagi untuk membeli minuman disana, kemudian melajukan sepeda motor matic nya menuju rumah.
__ADS_1
BERSAMBUNG.