TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.241


__ADS_3

Asisten utama Rei memberitahukan pada semua kru milik Min bahwa kontrak kerja mereka telah berakhir karena iklan nya sukses besar. Mereka tetap diberikan gaji sesuai kontrak, mereka pun sangat bahagia karena bisa pulang lusa.


"Nona Cate"


Cate pun melihat kes isi sebelah nya berdiri Aryos asisten utama dari Rei.


"Iya pak asisten"


"Tuan saya ingin berbicara dengan Anda, silahkan?"


"Oh baik lah pak asisten"


Min segera mengikuti arah jalan yang Aryos tunjukan pada nya, tepat di sebuah bangku di pinggir pantai resort itu Aryos menunjukkan pada Min bahwa tuan nya ada disana.


"Tuan CEO"


Rei melirik wanita berpakaian hijau itu, cantik dan elegan tanpa riasan make up seperti biasa nya.


"Selamat siang nona Cate"


"Apa ada masalah anda mengundang saya kemari?"


"Kita sudah bekerja sama dengan baik dengan iklan ini, apa boleh saya membelikan hadiah pada sebelum anda pulang ke negara anda?"


"Tentu boleh"


"Kalau begitu mari"


Rei berjalan menuju parkiran resort diikuti Min.


"Silahkan"


"Baik, terimakasih"


Rei membukakan pintu mobil untuk Min, Min segera masuk ke dalam mobil untuk memilih sendiri hadiah yang ingin Rei berikan.


"Anda tidak membawa siapa pun tuan CEO?"


"Aku seorang lelaki tentu nya bisa melindungi diri ku juga seorang lagi tentu nya, jadi jika membawa orang atau bodyguard takut nya tidak nyaman"


"Oh, benar juga"


"Lagi pula kita hanya tampil seperti kebanyakan orang dan tidak mencolok"


"Benar"


Hampir setengah jam mereka berkendara, akhir nya Rei menghentikan mobil nya di sebuah kawasan mall terbesar di negara Z.


Rei turun dari mobil lantas keluar memutar.


"Silahkan"


"Terimakasih"


Mereka masuk berdua kedalam mall yang terbilang cukup ramai disiang hari ini.


"Anda yang memilih nona Cate, apa pun bebas"


"Baik lah tuan CEO, terimakasih sebelum nya"


Min segera memasuki toko perhiasan paling mewah, toko baju paling mahal juga aksesoris tak ketinggalan juga toko sepatu dengan harga selangit dan tas yang paling di kagumi seantero jagat sosialita para wanita kaum bangsawan teratas.


Rei hanya tersenyum dari kejauhan, rupa nya istri nya itu sejak tinggal di benua berbeda dia pandai sekali memilih. Dulu gadis lugu hanya dia sediakan semua dia yang atur, dan seolah gadis lugu yang selalu tak pernah dia pedulikan sudah hilang oleh keegoisan Rei sendiri.


Selang 2 jam kemudian Min sudah kembali.


"Ini kartu anda tuan CEO"


"Apa sudah cukup"


"Aku takut membuat mu bangkrut, maaf jika matre ku meronta"


Rei hanya tersenyum, dia mengecek apa benar wanita itu menggunakan uang nya.


"Bukan kah saldo nya masih utuh?"


Min berhenti lalu melirik lelaki itu, lantas tersenyum manis.

__ADS_1


"Maaf aku tidak ingin membuat kesan tidak baik"


"Baik lah"


Tling.....


Sebuah pesan masuk ke akun bank milik Min, Min tidak melihat nya atau melirik nya.


"Terimakasih"


"Temani aku minum kopi sore ini"


"Baik lah"


Mereka nampak pasangan serasi, cocok, sama-sama berwibawa cantik dan tampan.


"Maaf tuan sudah pukul lima sore"


"Baik lah kita pulang"


Mereka bergegas kembali ke resort.


Namun meskipun di tengah kerumunan bocah kecil lelaki yang berusia dua tahun itu melihat bayangan sang mommy.


'Itu mommy!'


Bocah itu Arvino, dia sedang berada di dekat toilet dengan asisten Andreas menunggu Andreas yang sedang buang air kecil.


"Mommy......mommy?"


Bocah mengejar namun bayangan itu hilang ditengah kerumunan. Arvino bocah kecil itu menangis tersedu-sedu.


"Adek mengejar siapa?"


"Mengejar mommy om"


Tak lama Andreas mengejar ke tempat mereka.


"Ada apa?"


"Adek bilang melihat mommy nya"


"Jangan menangis masa laki-laki kok menangis"


"Rindu mommy"


"Kita pulang dulu, mandi lalu ketemu mommy"


"Benarkah ayah?"


"Tentu saja, ayo"


"Baik lah, adek tidak nangis lagi"


Mereka segera bergegas pulang ke hotel, bocah itu segera berlari untuk mandi, berpakaian juga.


"Ayah!"


Satu jam kemudian dia sudah memanggil sang ayah nya.


"Sudah siap jagoan"


Arvino mengangguk dengan cepat dia ingin bertemu mommy nya.


"Ayo"


Andreas disertai dengan asisten nya menuju ke sebuah resort yang megah. Andreas sejak baru tiba di negara Z sudah menyuruh seseorang untuk mencari tahu lokasi dimana Min tinggal. dia menyaksikan bahwa Min turun dari mobil bos nya yang dulu.


'Itu mobil Rei"


Gumam Andreas.


"Tuan"


"Kita tunggu sebentar"


"Baik tuan"

__ADS_1


Setelah mobil milik Rei berjalan masuk, Min pun turun dan masuk kedalam gedung resort dan mobil Rei segera meninggalkan gedung itu entah kemana.


"Ayah mana mommy ku?"


"Sebentar ya dek"


Setelah setengah jam asisten milik Andreas bergegas ke resepsionis untuk berbicara.


"Bagaimana?"


"Kita di suruh masuk menunggu di sebelah sana, tuan"


"Baik lah"


Mereka bergegas menuju ruang lobi dari resort. Sementara petugas melaporkan itu ke telepon atasan yang berada di atas gedung resort itu.


Tok.....tok.....tok.


"Tuan"


"Masuk"


Aryos masuk kedalam kamar resort milik Rei.


"Ada seseorang yang menemui nona Cate Mid malam ini tuan"


Rei segera berbalik ketika sedang memakai kaos santai nya.


"Siapa?"


"Tidak terlalu jelas, tapi asisten nya yang turun"


"Baik lh aku pantau dari sini saja"


"Baik tuan, apa perlu saya perhatikan"


"Pantau saja dulu gerak gerik nya"


"Baik"


Sementara petugas resort segera pergi ke kamar milik Min untuk menyampaikan kedatangan tamu itu.


Min kini baru selesai mandi, dia belum berganti baju karena berendam dahulu.


Tok.....tok .....tok.


Pintu kamar tiba-tiba diketuk, Min segera membuka nya sedikit.


"Iya"


"Selamat malam nona, maaf di bawah ada kerabat yang mencari anda"


"Oh, baik lah, suruh tunggu saya baru mandi"


"Baik nona"


Min segera berganti pakaian dengan pakaian santai, lantas turun ke lobi resort.


"Jangan sampai lelaki itu lagi"


Gumam Min dikira Rei membodohi nya lagi.


Min sampai di lobi resort dia melihat punggung Andreas, sebenar nya Min hapal. Dia juga mendengar ada celotehan lelaki kecil milik nya. Air mata Min sudah mengalir deras ketika mendekati tempat mereka duduk.


"Sayang......!"


Lelaki kecil imut itu menoleh karena suara yang sangat dia kenal, pas Arvino menoleh dimana disana juga kamera cctv mengawasi.


"Mommy......!"


Meski pelan namun karena malam itu sangat lantang, Min memeluk anak semata wayang nya dengan penuh sayang.


Deg...........


Sementara diatas dengan cctv yang sangat kontras terlihat panggilan itu seolah-olah meruntuhkan jantung seseorang. Tuhan suara dan rupa yang imut itu merupakan timpalan dosa yang amat teramat besar bagi nya, siapa lagi jika bukan Rei.


Rei seolah jantung nya di tebas seketika, dia mendengar nya, melihat nya, janin yang dia ingin bunuh karena ketidak yakinan nya. Janin yang ingin dia musnahkan karena keegoisan nya, merupakan keturunan tunggal nya saat ini. Darah nya berbentuk lelaki kecil dengan senyum yang sangat tampan. Rei diam ibaratkan dunia berhenti berputar akan diri nya, diri nya yang kini ditimpa berbagai dosa dan kesalahan masa lalu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2