
Dino dan Melki segera memapah tuan nya itu menuju hotel privat nya. Hotel yang khusus dirancang oleh Aksara sendiri, merek menuju lift khusus untuk menuju lantai teratas hotel. Lift nya juga Aksara sendiri yang merancang karena hanya terdapat 5 lantai, lantai 25 penta house dilantai tertinggi, lantai 15 tempat gym, lantai 5 resto and cafe, lantai 2 tempat renang umum juga taman, lantai 1 lobi hotel, mini market, dan lantai dasar B3 yang merupakan tempat parkir khusus mobil Aksara dan orang-orang penting yang memiliki kamar di hotel tersebut.
"Ayo cepat!"
Ucap Dino sementara Aksara sudah tidak tahan terhadap panas itu.
"Tahan tuan kita sudah berada di lift"
Tak berapa lama mereka sampai di lantai teratas hotel. Merek terburu-buru masuk, lantas mengunci pintu nya, ada sekitar 50 orang penjaga yang berjaga di penta house itu.
"Rasanya panas sekali!"
Aksara berteriak saking panas nya badan nya.
"Bagaimana ini?"
Ucap Melki pada Dino.
"Kalian berlima segera beli es balokan, dibawah"
"Siap tuan"
Kelima pengawal segera memesan es kebawah, lantas menunggu pengantar es balokan itu. Hanya berselang 5 menit mereka membawa 3 balok es, menceburkan nya ke kolam yang berisi badan Aksara.
"Bos, tidak apakan berendam air es"
Aksara mengangguk, bahkan 3 balok es itu tak terasa dingin sama sekali. Namun Melki dan Dino memperhatikan wajah Aksara mulai pucat.
"Bos apa kau baik saja?"
"Air ini tak terasa apa pun juga"
Melki dan Dino saling pandang, mereka juga memperhatikan jika sejak tadi s****a Aksara terus keluar tanpa henti. Sudah hampir 5 jam Aksara berendam dalam kolam, kulit nya mulai terasa seperti jelly. Tapi efek obat belum berkurang, masih tersisa efek yang begitu banyak.
"Panggil dokter saja bagaimana?"
"Benar ini sudah lebih dari 5 jam, kita angkat bos saja"
Melki dan Dino berunding.
"Tidak, efek nya belum hilang semua"
"Tapi kau terlalu lama berendam bos"
Meski Aksara tidak menyetujui namun mereka tentu tidak ingin Aksara terlalu lama di air.
"Bos dokter sudah di luar?"
"Suruh masuk"
Masuk lah dokter seumuran dengan Daddy Ditya, tersenyum dengan hangat.
"Rayz tumben kau sakit?"
Dokter memperhatikan itu.
"Ceritakan kronologi nya?"
Ucap dokter dengan cepat meminta penjelasan dari kedua asisten anak temannya itu. Dino juga Melki menceritakan nya dengan detail, sang dokter menggelengkan kepalanya.
"Ini obat perangsang terlarang di dalam ilmu kedokteran, karena dosis obat ini terlalu besar makanya tidak boleh diperdagangkan"
__ADS_1
"Lalu bagaimana dokter?"
"Tentu tidak ada obat untuk menangkal nya"
Dokter melirik Aksara yang sudah terbaring di ranjang nya.
"Dino, Melki, belikan aku wanita di luaran sana saja!"
Mereka terdiam, sementara sang dokter menelpon kedua orang tua dari Aksara untuk segera datang.
"Bagaimana dokter?"
"Sebaiknya jangan dulu, waktu juga masih pagi"
"Tapi tubuh ku panas juga sakit sekali!"
Aksara masih berteriak keras.
"Apa tidak berkurang efek nya dok, pada hal kami sudah memberikan pencegahan merendam dengan air dingin selama 5 jam"
Sang dokter menggelengkan kepala nya, menghela nafas. Tak berapa lama kemudian, kedua orang tua Aksara datang dengan wajah cemas, bahkan merek belum berganti pakaian masih memakai piyama tidur.
"Ada apa ini?"
"Anak kalian berdua terkena obat terlarang dalam dunia medis, sungguh obat itu belum ada penawar nya dan lagi bisa menyebabkan kematian yang menyakitkan"
"Apa kau tidak memiliki obat penawar nya?"
"Tentu saja bukan dari ku penawar nya"
"Lantas dari mana?"
"Hah, kok bisa!"
Tiba-tiba mamah Diah menyahut perdebatan sang dokter teman mereka dan suami nya.
"Tentu saja bisa anak kalian meminum obat perangsang yang sangat kuat, obat ini tidak berbau lagi berasa apa lagi ketika diminum dengan minuman jenis alkohol murni tanpa campuran maka efek nya 3 kali lipat lebih kuat dan lagi tahan lama"
Mommy Diah terisak di samping ranjang yang terdapat Aksara yang sedang tidak berdaya meronta kesakitan dibalik selimut nya.
"Istri nya hilang setahun lalu bahkan belum ketemu sampai sekarang dok"
"Sudah mom, jangan menangis"
"Ohh, mom sakit!"
Aksara kembali meronta, menjerit bahkan mengerang tersiksa.
"Tuan besar, nyonya besar, sebenar nya tuan sudah menikah lagi"
"APA!"
Mereka semua sangat terkejut mendengar nya, bahkan mata mommy Diah sampai membulat. Mereka saling berpandangan bahkan kedua orang tua Aksara terlihat sangat syok.
"Pernikahan itu tuan lakukan dengan anak angkat dari tuan Smit, namanya Anindy, dia juga bekerja di kantor sebagai OG"
Ucap Dino selaku asisten utama dari Wicaksara.
"Baru berapa lama mereka menikah?"
Tanya mommy Diah pada kedua assisten anak tunggal nya itu.
__ADS_1
"2 Minggu nyonya besar"
Jawab Melki.
"Tapi belum di legalkan oleh hukum"
Jawab Dino.
"Sekarang Rayz dalam keadaan sekarat seperti ini, apa yang kalian tunggu, bawa istri nya kemari"
Ucap daddy Ditya.
"Saya akan menjemput nona Indy"
"Tidak Melki kau stay disini, aku yang akan pergi"
Dengan cepat Dino bergegas menuju tempat parkir.
"Tidak, jangan dad!"
"Apa maksud mu?"
"Aku tidak ingin gadis itu, jangan panggil dia!"
Sambil meronta kesakitan Aksara berkata pada sang Daddy.
"Kau sudah sekarat seperti ini, masih mau menolak istri mu, apa karena dia anak angkat Smith?"
"Aksa tidak ingin dia dad!"
"Maka kau harus mati!"
Aksara kaget dengan ucapan Daddy nya.
"Ada dokter pasti ada obat nya!"
"Dokter bilang itu obat terlarang jadi tidak ada obat nya, efek obat itu terlalu keras"
Aksara menggeleng dengan keras sambil menahan sakit.
"Rayz tidak ada cara lain, mungkin ini lah takdir mu, lupakan Cinta, jika dia jodoh mu kalian pasti akan segera bertemu, mommy, Daddy juga berharap kau menemukan istri kecil mu itu"
"Sakit dad"
Dengan segera Daddy Ditya menelpon Alan Dimitri untuk di mintai tolong karena dia harus menjaga Aksara. Sementara mommy Diah terus menangis tanpa henti.
Dino dengan secepat kilat menuju rumah milik bos nya di perkomplekan yang sederhana dan juga banyak ibu-ibu komplek itu. Namun sebelum 3 blok menuju komplek terlihat Dino dihadang oleh 2 mobil hitam dengan pengendara memakai seragam serba hitam, penutup kepala hitam, juga bersenjata. Dengan cepat Dino berbelok tajam ke jalan kecil yang dia sendiri tak tahu ujung nya.
Melki beberapa kali menelpon namun tidak diangkat oleh Dino.
"Ada apa?"
"Dino tidak mengangkat telepon saya tuan besar?"
"Tenang aku sudah mengirimkan orang-orang dibawah komando Akan Dimitri"
"Baik tuan besar"
Sementara Dino dikejar, tapi suruhan Alan sudah membawa Cinta menuju hotel milik Aksara.
BERSAMBUNG.
__ADS_1