TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.207


__ADS_3

Min menggeliat lemas, sekujur badan nya sangat sakit, bagaimana tidak setiap saat om suami nya selalu meminta hak nya.


Klek.


"Sudah sadar?"


Min mengangguk.


"Aku sakit apa?"


"Kata dokter hanya kecapean"


"Oh"


"Makan bubur nya dulu"


Min hendak meraih mangkuk bubur itu, namun Rei segera membawa nya untuk menyuapi Min.


"Aku suapi"


"Makasih om"


Meski agak kesal dengan panggilan gadis itu, namun tetap saja Rei harus perhatian. Min sangat senang sekali di perhatikan lelaki tampan suami nya itu meski usia mereka berbeda jauh namun seperti nya tidak terlihat. Ya karena Rei pandai menjaga kebugaran nya sejak kecil.


"Makan yang banyak"


"Iya"


"Kata dokter, asam lambung mu naik, istirahat tidak teratur jadi terlalu lelah maka nya bisa pingsan"


Min mengangguk.


"Jangan terlalu cape lagi"


Min mengangguk.


'Yang buat cape juga yang ngomong, apa selalu lupa siapa selalu membuat aku lelah?'


Gumam Min dalam hati nya, tak mungkin dia mengutarakan itu.


"Kenapa?"


Min dengan cepat menggelengkan kepala nya.


"Cepet sembuh ya"


Rei mengelus kepala istri nya pada awal nya, mengelus pipi lalu mengelus bibir mungil yang agak pucat itu.


'Dih si om mau apa sih?'


Min menatap setiap gerakan yang suami nya lakukan. Rei hendak mendekatkan bibir nya, dari pagi tadi terhitung sudah lima jam tidak menyentuh bibir itu.


"Ekhhmm........"


Sang mamah sudah muncul, Rei memundurkan tubuh nya.


"Ini di rumah sakit loh"


Rei menghela nafas rupa nya anak bungsu pasangan Aksara dan Cinta itu sedang kesal. min sedot tersenyum karena kelakuan mamah mertua nya.


"Bukan kah dokter bilang istri mu harus banyak istirahat, mengapa di ganggu?"


"Siapa yang mengganggu mah? aku sedang menyuapi dia makan bubur"


"Alesan"


Rei bergegas menuju ke sofa, dia duduk sebentar memainkan ponsel nya.


"Mah, Rei mau ke kantin beli minum dulu"

__ADS_1


"Iya mamah akan jaga istri mu"


Rei dengan segera bergegas menuju kantin, sementara mamah Cinta duduk dekat dengan menantu bungsu nya.


"Sayang kau umur berapa?"


"20 tahun ini mah"


"Maafkan anak mamah ya, membuat kamu kelelahan"


Mamah Cinta tersenyum, Min mengelola kata yang di ucapkan mamah Cinta. Sedetik kemudian Min telah paham, Min tersipu malu karena kata-kata dari sang mamah mertua nya.


"Tidak kok mah"


"Mamah tahu Rei sangat mendominasi tapi ingat menjalin rumah tangga itu harus seimbang nak, tidak ada yang nama nya mendominasi karena bagaimana pun kalian memiliki peranan masing-masing"


"Iya mah"


"Papah Aksa dan mamah juga seperti kalian, tapi papah Aksa sangat mencintai mamah meski pun awal nya mamah menikah karena dia sudah menyelamatkan mamah, tapi karena kelembutan dan kesabaran nya, mamah sangat mencintai nya"


Min tersenyum sambil memakan mangga yang di kupaskan mertua perempuan nya. Mamah Cinta memang layak jadi teladan untuk kisah cinta yang penuh perjuangan.


"Mamah yakin anak mamah sangat mencintai mu, pahamilah jika lelaki kadang gengsi mengungkapkan perasaan nya, ya mungkin bagi mereka perasaan itu dilakukan dengan tindakan bukan dengan omongan, pada hal wanita itu butuh kata-kata manis meski hanya gombalan saja"


Min tertawa mendengar akhir kisah dari mertua nya.


Klek.


Setelah 3 jam Rei sudah kembali dengan berbagai camilan, buah segar juga baju ganti karena dokter menyarankan agar istri nya itu di rawat inap.


"Kau sudah datang?"


"Iya mah, mu menginap tidak?"


"Mamah harus menemani papah mu"


"Mau Rei antar"


"Hati-hati di jalan mah"


Rei mengecup kening sang mamah, lalu Min juga menyalami mamah dengan khidmat.


"Mamah pulang dulu ya, ingat jaga istri mu dengan baik"


"Iya mah, percaya deh"


Mamah Cinta tersenyum lantas segera keluar untuk segera pulang ke rumah.


"Suka berbincang dengan mamah?"


"Suka"


"Setelah resepsi kita akan tinggal di rumah keluarga Alkatiri, itu aturan utama nya"


"Baik lah"


"Disana ada dua pasang kakak ku"


"Aku mengerti om"


"Mau mandi tidak?aku bantu"


Min mengangguk pelan, Rei membantu Min untuk berdiri serta menggendong nya ke kamar mandi. Rei membantu memandikan istri nya, tentu nya hanya mandi.


"Sudah?"


Min mengangguk setelah membalut tubuh nya dengan handuk, Rei kembali menggendong nya. Tidak ada kesulitan atau berat akan tubuh Min karena istri nya termasuk langsing.


"Mau pakai baju?"

__ADS_1


"Aku bisa sendiri"


"Kan masih lemas, sayang"


Min mendadak tersipu malu karena di panggil sayang oleh suami nya yang biasa nya acuh.


Rei segera membantu istri nya berpakaian lengkap, dia seperti sudah terlatih memakaikan pakaian ke seorang wanita.


"Om sering memakaikan pakaian wanita ya?"


"Belum pernah, baru ini pertama kali"


"Kok lancar?"


"Kan sering bongkar"


Rei melirik istri nya yang mengerucutkan bibir mungil nya, kalau saja tidak sedang sakit mungkin akan dia mangsa bibir itu.


"Jangan dikerucutkan bibir nya!"


"Kenapa?"


"Nanti ku telan"


"Mesum"


"Memang"


Rei membantu Min naik ke ranjang, suasana masih sore.


"Aku lihat pekerjaan dulu ya, mu disuapi atau makan sendiri?"


"Makan sendiri saja"


"Pelan-pelan ya"


"Iya om sayang"


Rei terdiam, lantas segera bergegas menuju laptop nya.


'Bisa malu juga si om, sudah siapa menggoda aku tadi'


Ucap Min sedikit tersenyum karena suami nya juga bisa tersipu malu.


Ketika hendak makan tangan nya mendadak linu seketika, jadi Min terdiam saja. Rei melirik istri nya yang agak kebingungan, lantas membawa laptop nya mendekat ke ranjang pasien milik Min.


"Sini aku suapi"


Min tersenyum malu, karena tadi dia sangat percaya diri bisa makan sendiri. Rei menyuapkan makanan ke istri nya juga ke mulut nya sendiri. Min hanya tersenyum, dulu jangan kan makan sepiring semeja saja Rei akan menolak. Lelaki yang angkuh, sombong bahkan sangat berwibawa entah kapan lelaki ini menjadi sosok yang begitu sangat lembut.


"Cepat makan, baru tahu ya jika suami mu ini sangat tampan"


Min melototkan mata nya, narsis sekali suami nya ini pikir nya. Memang bisa lebih narsis mungkin karena dari jutaan gadis berbakat, cantik, memiliki kekayaan yang melimpah. Tapi justru seorang Jasmin yang bahkan dari desa lah yang dinikahi oleh lelaki yang sangat sempurna untuk setiap lelaki idaman para gadis semua kalangan.


"Kapan kita akan pulang om?"


"Besok pagi mungkin, kenapa?"


"Aku tidak betah, bau obat"


"Maka nya jangan sakit, dan bandel"


Rei mencubit hidung mancung milik istri nya itu, dia sangat gemas.


"Om ih, sakit"


Rei tertawa, jujur baru sekali ini Min melihat Rei tertawa lepas. Sangat tampan tanpa raut kesedihan mendalam di mata lelaki itu.


"Sukur lah kau sudah bisa menapaki rumah tangga bahagia"

__ADS_1


Di balik pintu, Herdan yang hendak menjenguk sang adik melihat sepasang suami istri itu sedang berbincang hangat. Herdan tersenyum sambil menitikkan air mata karena rasa bahagia kini sudah menjadi milik adik nya itu.


BERSAMBUNG.


__ADS_2