TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.30


__ADS_3

Makan malam di mension utama Alkatiri masih berlanjut, hingga menuju tengah malam semua yang hadir menuju ruang keluarga karena nyonya besar Alkatiri akan membicarakan hal besar.


Karenina beserta keluarganya duduk di arah utara, sedangkan Catherine duduk di seberang nya. Keluarga besar Alkatiri dan Dimitri juga duduk bersebrangan.


"Saya mengundang keluarga Aryandy karena Cath juga pulang dan pembicaraan ini saling berhubungan dengan Rayz putra tunggal kami"


Diah Rayz melirik kearah anak tunggalnya yang sangat tampan malam ini, namun hanya diam saja.


"Jadi niat dan maksud saya mengundang kalian adalah tidak lain dan tidak bukan untuk memilih calon pendamping putra tunggal kami"


Semua mata melotot mendengar ucapan sang mommy tersebut.


"Anak ku Wicaksara Rayz Alkatiri akan memilih jodohnya diantara kalian"


Sang mommy melirik kearah Aksara, namun lelaki itu hanya acuh saja.


"Silahkan nak kau pilih 2 kandidat perempuan yang sangat sempurna ini"


Catherine dan Karenina selaku kandidat calon pendamping bagi Aksara sangat merasa senang tapi bagi Aksara acara ini sangat amat memuakkan.


Dengan segera Aksa berdiri lalu hendak kembali ke kamar nya dengan segera.


"Tunggu Rayz mereka menunggu jawaban mu!"


Diah Rayz selaku mommy Aksa menghentikan langkah anaknya. Aksara terdiam cukup lama dia kemudian berbalik sementara dua wanita ular itu saling tersenyum.


"Maaf aku sudah memiliki istri, jadi tidak ada alasan untuk ku menikah lagi karena dalam keluarga kami tidak diijinkan menikah 2 kali kecuali jika salah satunya meninggal atau mandul"


Ucap Aksara lalu melanjutkan langkahnya untuk menaiki anak tangga menuju kamar nya.


Sedangkan diruang keluarga mereka semua syok dengan jawaban dari pewaris tahta Alkatiri.


"Bagaimana ini? kami meluangkan waktu berharga kami karena kalian akan menjalin hubungan keluarga dengan kami tapi nyatanya kami dihina seperti ini, putri kami begitu berharga dan berkualitas"


Ucap Ukas Aryandy selaku ayah kandung Karenina.


"Benar putri kami berpendidikan, cantik, juga cerdas dalam mengelola keuangan"


Sambung Mina Aryandy ibu dari Karenina.


"Tenang dulu jeng itu hanya gertakan semata, untuk saat ini sampai disini dulu karena kami akan menginterogasi putra kami dulu"


Ucap Diah Rayz.


"Baik lah kami permisi dulu segera kabari selanjutnya"


Ucap mereka pergi dengan kecewa.


Semua sudah pergi kembali ke kediaman masing masing.

__ADS_1


Pagi buta sekali Aksara sudah turun untuk pulang ke apartment miliknya.


"Mommy ingin bicara!"


Ucap tegas mommy nya.


"Sudah Aksa bilang mom semalam, Aksa sudah menikahi seorang gadis, tidak akan ada pernikahan kedua"


"Kau berbohong pada mom, sayang"


"Tidak, Aksa sudah menikahi gadis itu 3 bulan lebih lama nya"


"APA!"


"Besok malam Aksa akan perkenalkan pada mommy, Aksa masih menyembunyikannya karena masih gadis belia yang harus Aksa jaga perasaan nya, tidak untuk dicemari oleh pikiran dan otak kerdil seseorang"


Sang mommy hanya terduduk lemas sepeninggal Aksa menuju apartment nya.


Cinta semalaman suntuk tinggal di apartment sendirian, Cinta berharap pada om suaminya meski larut malam akan pulang ke apartment yang Cinta tinggali saat ini, nyata nya nihil. Dengan malas Cinta ke kamar mandi mengguyur tubuhnya, lalu memakai tangtop dan celana setengah paha.


"Masih pagi nih, aku masak dulu saja lah"


Monolog Cinta sendirian.


Cinta turun ke dapur, membuka lemari es, ada bahan apa saja yang bisa dia masak. Setelah menimbang nimbang, Cinta membuat nasi lengko, menu nasi yang sering dibelinya di perempatan jalan didesanya.


Klek.


Pintu terbuka, Cinta terdiam melihat suaminya datang sepagi ini pada hal Cinta mengira suaminya akan langsung ke kantor. Cinta terdiam, bagitu pun Aksa yang memperhatikan istrinya itu. Tubuh Cinta seolah sudah terlihat di mata Aksa, karena tangtop yang ketat juga celana diatas pahanya.


'Bocil ini bar bar kalau aku tidak ada'


Gumam Aksa dalam hati, tapi sekaligus membuat nya gelisah karena ada hasrat berbeda di pagi hari.


"Masak apa?"


Untuk mengurangi kecanggungan itu.


"Emm, itu nasi lengko"


Dahi Aksa berkerut dengan nama menu yang Cinta sebutkan.


'Si om tidak terlihat tua, dia hanya terlihat matang apa lagi jika dandan seperti itu, hanya terlihat sebagai lelaki dewasa saja'


Pikir Cinta dalam benaknya.


Aksara mendekati meja makan sekaligus melihat lebih dekat istrinya.


'Tidak dosa kan istri sendiri'

__ADS_1


Semangat Aksa dalam pikirannya. Aksa mendekat pada Cinta, si gadis polos itu hanya diam saja ditempatnya.


"Kelihatan nya enak"


Tanpa melihat makanan, dan hanya memandang Cinta.


"Oh ya, ya udah kalau gitu nanti Cinta siapin"


"Benar kah?"


Cinta mengangguk dengan cepat, karena Aksa berkata sangat dekat dengan dirinya.


Greeep.....


Aksa memeped tubuh ramping Cinta ke lemari es, memandang bola mata cantik istrinya juga bibir mungil yang kini sedang menganga karena terkejut akan tindakannya.


'Ini si om main sruduk aja, kebiasaan'


Gumam Cinta sibuk dengan pikirannya, sementara Aksa sudah *******, menjilati bibir Cinta memasukan lidah nya kedalam mulut istrinya. Seraya menikmati manis bibir yang sedang direguknya, kini Aksa mencoba untuk memainkan tangan nya di paha istrinya yang hanya menutupi paha atasnya. Di elusnya paha Cinta yang mulus, di elusnya perut ramping Cinta, naik keleher lalu turun ke tangan. Sementara ciuman Aksa sudah sangat menuntut.


'Aduh si om tangan nya udah kemana mana nih'


Cinta terlihat kegelian, sekaligus juga menahan tubuh tinggi Aksa untuk tidak mengapit tubuh nya.


"Om cinta mau ngampus"


Aksara menghentikan tindakannya, melepaskan bibir manis istrinya dengan nafas yang masih ngos ngosan.


"Biar pun om tidak di apartment jangan pakai pakain seluruhnya terbuka, boleh pakai celana tapi pakai baju, boleh pakai tangtop tapi celana nya yang agak panjang"


Urai Aksa panjang lebar.


'Apa karena pakaian ini, si om tadi numbruk aku?'


Pikir Cinta dan itu bisa Aksa rasakan dari sorot mata cantik istrinya.


"Aku suami mu, aku pria dewasa normal, jadi pikirkan sendiri"


Aksa menuju kamar dengan diikuti Cinta dibelakang nya.


"Aku mau mandi, tolong siapkan baju kerja ku ya manis"


Menoel hidung Cinta, lantas menuju kamar mandi setelah membawa handuk mandinya. Di kamar mandi Aksa hanya bisa tersenyum mengenang kejahilannya sesaat tadi.


"Dia memang yang aku butuhkan berada disamping ku"


Gumam nya sendirian.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2