
Min terdiam karena ucapan lelaki yang selalu tidur seranjang dengan nya.
"Tapi om, Min ingin mandiri"
"Memang mandiri untuk apa?"
"Min tidak ingin bergantung pada orang lain"
Rei menghela nafas berat, dia memandang gadis bersurai hitam itu.
"Baik lah mulai besok kau pergi ke kantor pergi HRD, kau di bagian perencanaan"
Min ingin berteriak sangat kencang.
"Terimakasih om"
Rei tidak menjawab ucapan Min, dia mengepalkan tangan nya karena permintaan konyol gadis itu.
'Begitu punya perasaan yang mendalam, bagus lah maka bersiap lah untuk hancur sehancur-hancur nya'
Ucap Rei dalam hati, sementara Min begitu sangat bahagia. Hingga menjelang pagi Min bangun terlebih dahulu, dia berniat membuatkan sarapan pagi dengan menu spesial. 1 jam Min sudah selesai dengan menu andalan nya, nasi goreng dengan beberapa toping saja. Min segera mandi ke kamar atas, dimana Rei sedang ganti baju.
"Om sarapan sudah siap"
"Baik lah"
Rei melirik gadis dengan rok yang dibawah lutut, longgar juga kemeja dengan warna putih.
"Kau mau berangkat sekarang?"
"Iya"
"Baik lah, bawa motor dibawah yang berwarna merah"
"Baik, terimakasih om"
'Senang sekali rupa nya'
Gumam Rei, dia memperhatikan bahwasan nya Min membawa beberapa barang di tas kerja nya.
__ADS_1
"Saya berangkat duluan ya pak"
"Pergi lah"
Min bergegas ke dapur mengambil 2 kotak besar dan beberapa botol jus.
Rei menghubungi seseorang, bagian HRD agar bersiap menyambut pekerja baru yang dia rekomendasikan.
Rei segera turun untuk melihat sarapan pagi apa yang dibuatkan oleh gadis itu.
"James, bungkus semua saya mau bawa semua nya"
"Baik tuan"
James membawakan nasi goreng dan toping nya ke wadah besar itu lalu memberikn nya pada Rei.
"Bilang pada nyonya saya memakan semua sarapan yang dia buat"
"Baik tuan"
Aryos pun datang menjemput Rei untuk berangkat ke kantor.
"Ayo, bawa ini"
Rei memberikan bungkusan pada Aryos lantas mereka menuju ke kantor.
"Kita ke jalan xx, berhenti di perempatan jalan"
"Baik"
Rei turun ketika sudah sampai di tempat yang dia tujukan.
"Berikan bungkusan itu!"
Aryos memberikan bungkusan itu pada Rei, Rei berjalan memasuki sebuah tempat lalu memberikan bungkusan itu dan dengan secepat nya dia berlalu dari tempat itu.
"Ayo jalan"
Mereka segera pergi ke kantor, di jalan sebelum sampai kantor, Rei pergi ke sebuah restoran kesukaan nya untuk makan sarapan.
__ADS_1
"Ada menu baru tuan?"
"Pesan saja jika ingin!"
Aryos tersenyum dengan segera memesan menu baru itu untuk dia coba.
Min menjalankan motor nya dengan perlahan menuju ke perusahaan dia bertanya ke resepsionis untuk masuk.
"Nona sudah ditunggu oleh HRD di lantai 7"
"Baik lah, terimakasih"
Min menuju lantai yang ditunjukkan, disana sudah ada tim pewawancara juga termasuk Ravenda. Ravenda tersenyum manis pada Min, gadis itu terlihat cantik lagi mempesona meski pun dengan pakaian sederhana.
"Silahkan perkenalkan diri mu nona!"
Wawancara dimulai dengan lancar dan dengan hasil yang baik. Min langsung ditempatkan di bagian perencanaan di bawah komando dari Eliana.
"Mari nona saya tunjukan kantor anda"
"Baik, terimakasih"
Min segera berjalan mengikuti orang HRD yang akan menunjukan letak kantor nya.
"Jasmin"
Min menengok kearah sumber suara, disana Ravenda berlari menghampiri nya.
"Kau sudah bekerja disini, kita akan sering bertemu, kau tahu aku sangat senang sekali"
"Terimakasih pak"
"Kita cuma berdua, jangan terlalu formal"
Rave tersenyum dengan senang, namun Min biasa saja.
"Terimakasih pak, maaf saya ke kantor saya dulu"
Orang yang tadi mengantar hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka. Dia juga merekam nya untuk di setorkan pada tuan nya, karena dia seorang mata-mata.
__ADS_1
BERSAMBUNG.