TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.25


__ADS_3

Jantung Rista seakan berhenti berdetak, dada nya sesak seketika. Bingkisan kado cantik itu bungkus aslinya terlihat, dan itu dari toko perhiasan berlian mahal. Toko langganan keluarga dari suaminya, disana tertulis kartu ucapan cantik untuk ulang tahun Amira dari Haris.


'Ternyata masih sakit juga!'


Gumam Rista.


Rista melangkahkan kaki nya dengan lunglai masuk kedalam rumah. Kepala nya kembali berputar.


"Kenapa pusing lagi?"


Perutnya juga terasa sedikit nyeri, Rista segera ke kamar mandi setelah mengunci rumah, kamar juga pintu kamar mandi nya. Rista berendam seolah air itu akan menghapus semua kesakitannya.


Disamping rumah Haris merayakan pesta kecil yang cukup meriah, dengan aneka hidangan mahal juga suasana glamour.


"Aku pulang ya sudah malam"


"Mas rumah nya kan disebelah, jangn pulang dulu ya"


Haris tidak bisa menolak permintaan dari kekasih masa lalu nya.


'Baik lah lagi pula Rista sebentar lagi baru pulang'


Gumam Haris.


Rista selesai mandi, dia malas untuk memasak jadi memesan makanan asal saja. Ada nasi rames, puding, juga rujak buah supaya pusing nya hilang.


"Apa aku kurang darah ya?"


Tanya nya pada diri sendiri.


1 jam pengantar makanan online sampai didepan rumah milik Haris suami Rista, Rista keluar menerima pesanannya. Diseberang terlihat pesta yang mewah, Amira terlihat duduk berdampingan dengan sang suaminya.


Rista melihat itu sekilas lalu berbalik masuk kedalam rumah, sementara wanita diseberang sana nampak tersenyum devil.


'Rasakan itu, harus nya kau sudah mundur dari dulu sebelum aku datang kesini, kau hanya istri dalam status Haris, karena sebentar lagi nyonya rumah itu adalah aku'


Ucap Amira dalam hatinya, sambil memperhatikan Rista masuk kedalam rumah.


'Aku akan buat seolah olah Haris tidur di rumah ku, agar wanita itu semakin di remas hatinya, dan juga kau kesayang ku aku tidak ingin kau bahagia dengan yang lain selain diri ku'


Lanjut nya, sambil memandang kearah Haris dengan genit. Sementara Haris disana tersenyum manis.


'Rista pulang belum ya? masih jam 7 malam, biasanya dia pulang jam 9 malam, hem tak apa lah masih 2 jam lagi sampai pesta ini selesai'


Lanjut Haris merasa lega.


'Paling 1 jam lagi juga Amira sudah bosen'


Haris terlihat tenang.


Benar saja dugaannya, Amira bejalan menuju Haris yang tersenyum manis.


"Mas, aku sudah bosan, aku lelah ingin istirahat"

__ADS_1


"Baik lah, ayo istirahat"


Haris tersenyum karena merasa aman akan perasaan Rista, tapi Amira tersenyum penuh kemenangan.


'Nah benarkan aku masih bisa menemani Amira sebentar lg lalu menunggu Rista di halaman'


Setelah setengah jam lamanya Haris bergegas ke halaman rumahnya, karena lampu masih padam dia mengira istri cantiknya masih belum pulang. Duduk sendiri di teras, dan sesekali melihat ke jalan tidak ada tanda tanda kendaraan yang melintas.


"Sudah jam 9 malam lewat, kok belum pulang juga"


Haris berbicara pada dirinya sendiri, sampai jam 10 tidak ada tanda akan kepulangan Rista.


"Aku mandi dulu terus aku ke kantor cari dia, mungkin dia ketiduran"


Gumam Haris sambil berjalan dari ruang tamu menuju tangga, tak sengaja ada bau makanan.


"Ada bau makanan?"


Haris mencoba ke dapur ternyata ada sebungkus nasi rames dari penyedia makanan online.


"Apa dia sudah pulang?"


Dengan segera Haris bergegas menaiki tangga menuju kamar nya.


Klik.


Pintu kamar segera terbuka, Haris menghidupkan tombol lampu seketika kamar itu menjadi terang benderang. Haris mengedarkan pandangannya ke ranjang, ya disana sudah terbaring sosok cantik istrinya.


Ucap Haris dalam pikirannya.


'Aku mandi lalu menyusulnya tidur saja, besok pagi bisa ditanyakan'


Haris melangkah ke kamar mandi, membersihkan dirinya. Sementara Rista membuka matanya jam sudah menunjukan angka 11.30 malam. Menghela nafas panjang, tiba tiba air matanya turun membelah kedua pipi mulus nya. Rista belum tertidur, hanya mematikan lampu dikamar itu dan menggantinya dengan lampu tidur, tapi ketika ada langkah yang mendekat kearah tangga dia segera memejamkan matanya.


'Sudah lah, aku harus segera istirahat'


Rista baru merebahkan tubuhnya, Haris keluar dari kamar mandi dengan wangi lagi fresh.


'Dia belum tidur!'


Haris memandang kearah Rista, menghampiri istrinya, rambutnya sengaja dia bikin basah agar air sisa keramas di rambut Haris itu menetes membasahi wajah Rista.


Cup.


Haris mengecup lama kening istrinya, tersenyum tipis melihat ada beberapa tetes air dari rambutnya.


'Benar belum tidur? tidak ingin juga membuka mata untuk sekedar menyapa suami mu ini'


Ucap Haris.


"Ayy aku kebawah dulu ta, mau makan laper"


Mengelus kepala istrinya dengan sayang.

__ADS_1


Rista terbangun, mengusap muka nya yang basah oleh air keramas Haris.


"Apa dia tahu aku belum tidur, mau buatkan minum tidak ya"


Monolognya pada diri sendiri.


"Ya udah lah turun aja"


Akhir nya Rista menuruni tangga dilihatnya si suami nya sedang membuka bungkus nasi rames.


"Mau teh apa kopi?"


Haris diam diam tersenyum.


"Sudah bangun ayy?"


Bukannya menjawab Haris malah mengajukan pertanyaan lagi.


"Sudah"


Haris tau jika istrinya belum tidur, namun dia pura pura tidak tahu.


"Teh saja ayy, mas pengen istirahat abis makan"


Rista segera membuatkan teh hangat dengan sedikit gula. Menaruhnya didepan Haris.


"Terimakasih ayy"


Rista segera berbalik menuju tangga, namun secepat kilat tangannya ditarik hingga terduduk dipangkuan suami nya. Haris tersenyum mengendus bau Rista yang sangat wangi, bau tubuh yang pling dia sukai.


"Mau apa?"


Rista berkata dengan nada datar, Haris mengerti itu kalau dia harus menjelaskan.


"Suapi mas dong"


Namun lelaki itu tak ingin membuat suasana hati Rista semakin panas, dia lebih memilih bermanja dengan istri cantik nya.


Rista segera mengambil sendok menyendok nasi lalu memasukannya pada mulut suaminya terus meneru hingga habis. Dengqn segera Haris meminum habis teh hangat nya. Rista terdiam begitu pun Haris tak melepas rangkulannya pada istrinya. Menduselkan muka nya pada dada istrinya, namun Rista hanya terdiam tanpa reaksi sama sekali.


"Jaga kesehatan ya"


Haris mendongak keatas melihat wajah cantik yang selalu dia rindukan. Apa lagi saat saat ini Haris begitu merindu akan istrinya. Entah apa sebabnya pada hal setiap malam tidur seranjang dan dikantor juga satu kantor.


"Ya sudah aku mau tidur besok mau ke kantor banyak tugas"


"Hari ini pulang jam barapa? kenapa tidak suruh jemput?"


"Apa kamu masih mendengar panggilan dari ponsel ku?"


Dengan segera Rista berdiri menyingkirkan tangan Haris yang melingkar diperut nya. Menuju tangga, meski Haris masih terdiam ditempatnya. Rista mencoba menahan air matanya yang menetes dipipinya, segera menutup mata dan membungkus dirinya dengan selimut tebal.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2