
Min membuka mata, dia menenangkan pikiran dan mengumpulkan nyawa nya. Dia sedikit berpikir, ini pengalaman pertama nya, bahkan mahkota berharga nya sudah diserahkan pada bos nya sendiri. Aneh nya Min tidak menolak perlakuan Rei yang semalam bahkan terulang saat tadi pagi itu.
"Kemana si om?"
Min segera beranjak dari tempat tidur meski agak diseret karena pangkal paha nya sangat perih. 1 jam kemudian Min selesai berendam dan membasuh seluruh tubuh nya dengan air hangat, sungguh sangat segar untuk tubuh yang lelah. Karena tidak ada orang, Min hanya mengenakan handuk saja sepanjang atas paha mulus nya.
Min tidak pernah melihat sekitar jika ada sepasang mata yang memperhatikan nya. Min segera memakai baju nya.
GREEPP......
Rei memeluk Min dari belakang, mengendus leher nya, Min terbelalak kaget tubuh nya langsung merespon dengan baik.
"Wangi sekali, pantas lama mandi nya"
Ucap Rei sambil membenamkan kepala nya pada leher istri rahasia nya.
"Om geli!"
"Geli kenapa? kan hanya menumpu pada bahu mu saja"
"Aku mau pakai baju"
"Kenapa harus pakai baju, nanti gerah loh"
Rei menciumi leher dan pundak istri nya itu namun Krruukkk........
"Ha....ha"
Rei tertawa mendengar perut istri nya yang kelaparan, maklum dari pagi hingga hampir sore itu Min dia gempur habis. Min nampak cemberut karena ditertawakan lelaki tua yang masih memeluk nya dengan erat.
"Om, ini gak lucu ya"
"Iya ....iya"
Rei menoel hidung mancung Min yang terlihat menggoda, semalam beberapa kali diri nya mengecup wanita itu dengan gemas.
"Ayo makan dulu, makan siang sudah dipesan"
Min mengangguk, dia berjalan dengan pelan.
"Sakit?"
Min hanya mengangguk dengan pelan. Rei membimbing istri nya, lantas mendudukkan Min di sofa untuk menyantap makan siang yang mewah lagi istimewa.
"Masih sakit kah?"
"Perih"
"Nanti aku pesankan obat, kenapa bisa perih?"
"Aku baru melakukan nya untuk pertama kali"
Rei tersenyum smirk lantas mengelus rambut sang istri nya.
'Aku tidak salah pilih, dia memang yang berkualitas'
Ucap Rei dalam hati.
Min memakan nasi putih nya lengkap dengan ikan goreng, daging berbumbu asam manis, tumis kangkung serta teh manis. Terkadang pada hari-hari biasa nya dia tidak akan habis satu porsi tapi hari ini perut nya muat hingga habis nasi dengan lauk, sayur juga es teh manis itu.
"Kenyang belum?"
"Sudah"
__ADS_1
"Ini buah nya dihabiskan ya"
Min mengangguk.
"Aku sudah undang tukang spa, juga perawatan kulit sekaligus merawat semua yang ada di tubuh mu itu"
Min tersentak kaget saat Rei berucap demikian.
"Tapi itu tidak perlu om"
"Kau sudah bekerja keras semalaman juga pagi ini, jadi kau harus melakukan perawatan agar fresh juga tidak cepat lelah"
Min hanya diam saja tanpa ingin menjawab.
"Oh, aku ingin tubuh mu yang fresh, tidak loyo atau kaku"
"Baik, om"
Rei beranjak dari kamar resort milik nya masuk ke ruang kerja. Rei membayangkan bagaimana dia begitu buas semalam dan tadi pagi.
"Kenapa bisa aku melakukan nya dengan dia"
Rei berpikir dengan keras namun tak pernah ketemu jawaban nya.
"Kalau hamil bagaimana? ah, tinggal gugurkan saja lah"
Rei mengerjakan semua pekerjaan kantor nya di kamar resort milik nya.
1 jam berlalu, Min sudah selesai dengan treatment untuk seluruh tubuh nya. Memang benar tubuh nya sangat ringan, tidak terasa pegal, kuku nya di cat, rambut nya di smooting, badan nya juga sangat wangi. Min mengenakan dress diatas lutut dengan warna moccha, sudah bermake up meski tipis-tipis.
"Sudah selesai?"
Min menengok, lelaki matang sudah berdiri di ambang pintu. Min mengangguk lantas tersenyum dengan ceria.
Rei mendekat ke wajah Min.
"Wangi sekali"
Min agak mundur sedikit karena wajah lelaki itu sangat condong pada nya.
"Kamu sangat cantik"
"Makasih om"
"Ayo kita keluar untuk makan malam"
"Baik, aku ganti baju dulu"
15 menit Min mengganti baju nya, stelan yang biasa untuk keluar karena dress hanya untuk acara saja pikir nya.
"Sudah?"
Min mengangguk dengan ceria, mereka turun dari resort ketika menjelang malam telat saat jam makan malam.
Min duduk disebelah Rei, sementara Rei yang mengemudi. Min tahu jika Rei melirik nya beberapa kali, namun dia pura-pura tidak tahu saja.
'Sial, kenapa setelah kejadian kemaren malam aku selalu membayangkan nya, parah banget kok kepengen terus'
Gumam Rei dalam hati.
'Kan bisa bahaya kalau kecanduan'
Lanjut Rei berkata pada diri nya sendiri.
__ADS_1
"Mau makan apa?"
Untuk mengurangi kecanggungan Rei bertanya, untuk malam ini Rei memakai celana tipe karet jika jeans atau bahan mungkin dia akan dalam masalah.
'Kenapa rudal angkasa penembus petir ku selalu tegak sih?'
Rei sedikit menahan gairah nya dengan menarik nafas dan mengeluarkan nya berulang kali.
"Terserah om saja, Min ikut saja kok"
"Kau tidak punya alergi kan?"
Min menggelengkan kepala nya.
"Bagus lah, kita makan seafood saja"
Mereka berhenti di sebuah restoran seafood ternama, banyak hidangan lengkap dengan aneka olahan seafood. Rei memesan semua hidangan yang recommended di restoran itu.
"Disini kalau malam tidak bagus hanya ada lampu hias saja, kalau siang hari bagus ada pepohonan disana"
Ucap Rei yang sudah bisa meredakan gairah nya.
"Oh, aku pertama kali kesini om"
Min berkata sambil tersenyum dengan manis. Dengan senyum saja sudah sukses membuat senjata pamungkas milik lelaki matang itu meronta.
'Waduh, gawat pake senyum segala, mana bangun lagi'
Rei kembali gusar, keringat mulai bercucuran karena sekuat tenaga menahan gejolak hasrat nya sendiri.
"Om kenapa?"
"Ah, oh...tidak...tidak apa kok"
"Tapi kok berkeringat, pada hal kan AC jalan om"
"Badan ku agak panas"
"Ya sudah kita pulang saja"
"Aku ingin makan seafood, buat penambah tenaga"
"Sejak kapan seafood jadi penambah tenaga?"
"Entah lah"
Perbincangan mereka terhenti, karena pesanan yang mereka pesan telah datang. Rei dengan segera menyantap hidangan itu, dia sudah lapar sejak 1 jam lalu.
'Si om makan nya lahap sekali?'
Min memperhatikan bos nya ini tumben lahap dengan acara makan nya.
"Ada apa?"
Min menggelengkan kepala nya. Rei kembali fokus dengan hidangan di meja mereka, bahkan Rei menambah porsi kerang nya karena sangat enak.
"Mau nambah apa?"
"Aku jus jambu saja"
"Baik lah"
Rei memesan kembali beberapa menu dan juga minuman kesukaan mereka. Mereka lanjut makan sambil menunggu pesanan yang baru akan datang. Mereka tidak tahu jika ada sepasang mata yang tak sengaja melihat mereka, meski Rei sudah memilih resto yang mahal dan jarang dikunjungi orang biasa namun tetap saja ada mata yang tahu keberadaan mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG.