
Rei keluar dari kamar mandi, lantas memakai pakaian kasual nya, ini memang sangat larut namun dia ingin pergi mencari ketenangan hati nya.
Rei melihat Aryos sudah terlelap dengan mimpi indah nya. Dia bergegas turun, menyalakan mobil nya dan melaju ke jalanan. Sementara Aryos kaget, dia menengok ke jendela, benar saja bos nya sudah pergi.
"Huh, kenapa aku selalu di tinggalkan!"
Aryos membanting bantal nya.
"Bukan nya di temani harus anteng tapi kok malah kabur"
Rei menyetir mobil nya entah kemana, ketika dia sadar dia sudah berada di resort nya.
'Kenapa aku disini!'
Ucap Rei dalam hati nya.
Rei memarkir mobil nya di dekat pantai resort milik nya, hawa dingin sempat mengelus pucuk rambut pria itu. Rei hanya membuka salah satu jendela mobil nya, dia memandangi pantai yang berombak dan gelap di malam hari.
Min kembali ke resort malam sore itu, pikiran nya kacau meski sudah hampir 3 tahun berlalu.
"Huh, harus tenang"
Sang asisten wanita nya yang masih tinggal untuk merapikan barang nya itu melihat model nya itu gelisah. Dia pun tersenyum karena mengira syok setelah bertemu dengan pejabat tertinggi perusahaan yang sedang bekerja sama dengan mereka.
"Nona kenapa?"
Tanya nya pada sang model.
"Ah, tidak....."
"Apa canggung dengan kejadian tadi?"
"Kejadian yang mana?"
"Yang di toilet tadi sore itu loh"
"Oh, kejadian itu"
"Iya nona, wajar kok canggung, tapi kalau di lihat-lihat pak CEO masih muda ya nona"
"Tahu dari mana?"
"Kan sempat tatap muka, dia sangat tampan, sukses, lagi sexy"
Min melihat asisten wanita nya itu.
"Kau sudah bersuami"
"Aku tahu, tapi kalau dengan nona pasti cocok"
"Tidak!"
"Kenapa nona?"
"Tidak apa"
"Oh aku tahu, pasti nona sudah komitmen sama tuan Andreas bukan?"
"Sudah lah, aku lelah"
"Baik lah selamat istirahat nona"
Asisten wanita nya sudah berlalu keluar, lantas Min segera pergi ke kamar mandi. Dia mandi dengan bersih dan keramas agar bisa menghilangkan bayangan pertemuan nya dengan lelaki di masa lalu nya.
__ADS_1
Drrtt....drrtt.
Ponsel Min berdering, ada nama pemanggil dari kontak mommy Mandy, Min segera menekan tombol berwarna hijau agar tersambung dengan si penghubung.
"Mommy..........."
Deg....deg....deg.
Itu suara lelaki kecil nya di belahan bumi sana, tak berapa lama muncul wajah mungil nan tampan itu.
"Sayang, belum tidur nak?"
Anak lelaki kecil nya menggelengkan kepala, seraya tersenyum. Meski tersenyum namun bekas air mata dan mata yang memerah jelas terpampang.
"Kenapa menangis?"
"Tidak"
"Sudah pintar berbohong ya"
"Adek rindu mommy"
"Kan mommy kerja sayang, adek harus nurut sama Oma ya"
Lelaki kecil itu langsung mengangguk dengan patuh.
"Sekarang tidur siang ya"
Kembali anak tunggal nya mengangguk. Anak lelaki yang baru berusia 2 tahun itu langsung naik keatas ranjang, menyelimuti diri nya sendiri.
"Dia penurut beberapa hari lalu, tapi sejak tadi pagi dia menangis tidak ingin makan atau bermain"
Min hanya mendengarkan omongan sang mommy, sebenarnya dia juga merindukan anak kesayangan nya.
"Baik mommy"
"Mom tahu kamu juga seorang mommy untuk Arvino, jadi mommy harap kamu bisa membagi waktu mu"
"Iya mom, terimakasih"
Panggilan pun dimatikan dari seberang setelah layar memperlihatkan lelaki kecil yang sudah terpulas dalam mimpi indah nya.
Min pun segera tidur, rindu nya sudah terobati dengan melihat anak semata wayang nya meski bocah itu menangis disana.
"Tunggu mommy ya sayang"
Ucap Min sambil membelai foto milik anak nya yang tersenyum lucu di pangkuan nya.
Pagi hari yang sejuk, angin nampak dingin, seorang lelaki yang tertidur di dalam mobil nya di pinggir pantai segera masuk ke dalam resort. Masih sepi karena belum ada pegawai kebersihan yang datang.
"Selamat pagi tuan"
"Pagi"
Seorang chef yang baru datang menyapa Rei, Rei bergegas ke kamar pribadi milik nya. Dia segera mandi, sementara telepon kamar resort berbunyi.
"Iya"
"Tuan ingin sarapan menu apa?"
"Menu rumahan"
"Baik tuan"
__ADS_1
Rei sedang mengeringkan rambut nya, satu lantai penuh di lantai teratas resort ini milik nya. Rei segera memakai baju rumahan, dia terlihat seperti lelaki remaja dewasa saja meski umur nya sudah 37 tahun.
Min baru saja bangun, dia segera mandi berendam tubuh nya. Selang 1 jam Min baru berpakaian rapih, mengeringkan rambut nya tanpa make up sama sekali.
"Selamat pagi nona"
"Pagi"
"Anda mau sarapan menu apa?"
"Seadanya saja"
"Chef bilang dia sudah masak ala rumahan"
"Baik lah"
"Kami tunggu di lantai dasar ya nona"
"Iya"
Min dengan segera menyisir rambut nya, rambut asli nya memang hitam namun Min sudah mengecat nya menjadi coklat terang yang membuat kulit putih nya semakin bercahaya. Min memakai kemeja diatas pusar dan rok ketat hingga memperlihatkan sedikit kulit perut nya yang mulus dan putih itu. Min berjalan menuju lantai dasar setelah keluar dari lift.
"Nona, silahkan hidangan sudah ada diatas meja"
Min mengangguk tanpa tersenyum. Dia melihat di ujung meja ada seorang lelaki, Min melihat jelas wajah lelaki itu.
"Selamat pagi tuan Alkatiri"
Rei tersenyum lantas mengangguk, dia memperhatikan wajah bahkan tubuh milik model internasional yang ada di hadapan nya.
"Selamat pagi nona Cate"
Kini Rei bisa melihat wajah yang sangat cantik milik almarhum istri nya, tidak ada satu pun yang berbeda dari Jasmin Melodia. Kemaren wanita itu berambut kekuningan yang cantik kini Rei melihat dengan sangat jelas, jika kemaren hanya menduga kini dia yakin bahkan seribu persen bahwa yang duduk di depan nya adalah istri nya.
Sementara Min makan dengan elegan, meski terus menerus ditatap oleh Rei. Min tak sedikit pun melirik atau pun memandang lelaki di hadapan nya, meski hanya berjarak tiga kursi.
"Rupa nya kau disini bos, aku mencari mu kemana-mana"
Aryos datang dengan tiba-tiba.
"Selamat pagi tuan asisten"
Aryos tak sadar ada orang lain yang sarapan dengan bos nya. Aryos mengangguk, namun sebentar kemudian bola mata nya membulat melihat tampilan Min, lelaki itu saking kaget nya hingga berdiri dari duduk nya.
"Duduk, sarapan setelah perut mu kenyang baru kau sampaikan berita itu pada ku"
"Baik tuan, maaf"
Aryos segera menyantap sarapan nya, dia tidak bertanya atau berkata apa pun.
"Maaf kami sudah selesai sarapan jadi kami duluan"
"Silahkan"
Rombongan Min kembali ke kamar resort, mereka akan bersiap untuk bekerja ke lapangan pemotretan iklan.
"Tuan"
"Jangan bertanya apa pun lagi, selidiki"
"Baik"
Aryos segera menghubungi semua bawahan nya dan menyuruh mereka melakukan sesuai instruksi dari tuan nya itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG.