TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.46


__ADS_3

Cinta sedang mengikuti kelas memasak dengan dua pesaing nya hingga 3 jam kedepan. Tiba tiba Aksa muncul di rumah utama saat akan makan siang, Cinta sedikit menolehkan kepalanya pada si suaminya itu.


'Ih kok si om makin tampan aja, jadi gemas deh, hem malam ini mau diapain ya'


Gumam Cinta dalam benak nya.


'Oh astaga, apa yang aku pikirkan, mesum sekali'


Lanjutnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Selamat siang, mom"


Aksa mendekat pada sang mommy, lantas mengecup wanita paruh baya itu.


"Sekarang saja, sering sekali datang mengunjungi mommy mu ini hampir setiap hari"


Ucap sang mommy jutek.


"Oh mommy ku sayang"


"Ingat pesan mommy loh"


Aksa segera tersenyum lantas meneguk jus jeruknya sambil melihat sang istri dari kejauhan.


'Semakin sering, semakin cantik aja, mana bisa nurutin si mommy'


Ucap Aksara dalam hati.


Ya Aksara tinggal terpisah dari sang istri, sejak seminggu lalu. Dirinya harus bolak balik meski lelah juga harus memanjat tembok rumah orang tuanya hanya untuk mengunjungi sang istri di malam hari. Apalah daya karena dirinya begitu menginginkan sang istri, hingga pagi hari kepergok sang mommy nya.


"Mau merencanakan apa lagi?"


Karena melihat arah pandang putra tunggal nya itu.


"Tidak"


"Jangan macam-macam"


"Aku mengunjungi istri ku sendiri mom, kenapa tidak boleh? aku sangat merindukannya"


"Kan kau sudah melihatnya"


Aksara hanya diam dengan ekspresi datar, sang mommy melihat itu. Putra nya saat ini sedang kesal, dan dia tahu itu, jika dulu Aksara akan langsung membanting benda namun sekarang Aksa hanya diam sambil tangannya bersedekah di dada. Kemudian mommy Diah berlalu setelah chef pembimbing mengatakan untuk istirahat pada ketiga calon kandidat mantu idamannya.


Aksara segera masuk kedalam kamar, Cinta melihat itu dia segera pergi ke dapur mengambil 2 porsi makan siang.


Klek.


Pintu kamar terbuka, menampilkan si cantik istri dari Aksara. Aksa tersenyum kearah istrinya, lantas Cinta meletakkan nampan berisi makanan itu. Cinta berjalan dengan anggun menghampiri suaminya, lantas duduk dipangkuan lelaki nya sambil mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami.


"Hai"


Suara itu sengaja Cinta buat karena ingin mempraktekkan ilmu yang didapatkan dari si ahli cinta tadi pagi. Aksara memandang inten si cantik yang sedang duduk dipangkuannya. Aksa tanpa berbasa basi langsung ******* bibir istrinya sedikit menjilatinya, dan itu tanpa penolakan. Aksara mengusap lembut wajah sang istri.


"Bagaimana apakah lelah"

__ADS_1


"Kan sudah mulai terbiasa"


Ucap Cinta, sambil tersenyum manis pada sang suami.


"Oh ya tadi aku praktekan ilmu yang diajarkan oleh ahli cinta"


"Sangat bagus"


"Oh ya?"


"Iya lah, menggairahkan"


Selepas berkata Aksara membaringkan tubuh istrinya itu.


"Byy jangan......."


Istrinya berkata sambil menahan dada Aksara.


"Aku merindukan mu, sayang"


"Nanti ketahuan mommy"


"Byy yang akan tanggung jawab"


Aksara dengan cepat menanggalkan pakaian istrinya juga miliknya bahkan tanpa pemanasan terlebih dahulu dia langsung menyatukan tubuhnya dengan sang istri.


"Byy, Cinta hanya istirahat 90 menit"


Bahkan ketika saat bercinta sedang sesi menuju puncak pun sang istri masih ingat waktu istirahatnya.


"Iya"


'Aku bisa gila kalau lama seperti ini!'


Gerutunya sambil mengelus dan memainkan wajah sang istri.


"Ayo mandi"


Ajak Cinta pada sang suami.


Dengan cepat Aksara menggendong istrinya mereka mandi dengan cepat hanya membersihkan bau dari sesi percintaan mereka saja. Cinta mengeringkan rambut suaminya karena dirinya sudah selesai mengeringkan rambut.


"Byy, hanya tersisa waktu 10 menit kita belum makan"


"Maaf sayang ayo byy suapin ya"


Cinta dengan cepat mengangguk, lantas dengan cepat mengunyah makanan yang disodorkan suaminya.


"Pelan aja sayang!"


"Tidak apa byy"


Dalam waktu 5 menit sudah tandas, lantas meminum air putihnya dalam gelas. Cinta hendak bangkit, namun Aksara segera meraih tubuhnya kedalam pelukannya. Cinta terdiam saat suaminya memeluk erat bahkan mengendus lehernya. Namun tak berapa lama mereka keluar, tanpa Aksara memakan santap siang nya.


Aksara turun dari lantai 3 dimana kamrnya berada lantas duduk diruang tamu bersama sang daddy.

__ADS_1


"Dad"


Sang daddy hanya menoleh, sementara istrinya sudah pergi ke kelas memasak.


"Tolong bilang pada istri mu agar jangan melarang ku menemui istri ku"


"Istri Daddy itu mommy mu, kenapa ngomong ke Daddy"


"Karena istri mu memisahkan aku dengan istri ku"


Aksara segera berlalu menuju ke kantor.


"Dasar kau"


Umpat sang daddy.


Hari menjelang malam, Aksara sudah merebahkan tubuhnya di kasur empuk kesayangannya. Namun malam ini kembali tidak bisa memejamkan matanya pada hal tubuhnya lelah.


"Kenapa tidak bisa tidur sih?"


Aksara meraup wajahnya kasar meski sudah berbaring berbolak balik ke semua arah tetap saja tidak nyaman. Aksara terduduk diranjang ya berpikir sejenak lalu dia meraih pakaian luaran dan mengambil kunci mobil lantas segera menuju rumah kedua orang tuanya. Aksara menghentikan laju mobilnya tepat sebelum gerbang rumah kedua orang tuanya, lantas berpikir sejenak sudah pukul 11 malam, jika dia mengetuk pintu rumah akan mengganggu waktu istirahat semua orang. Aksara lantas memilih memarkirkan mobilnya ke gerbang rumah Haris. Lantas lelaki jangkung itu melompat menuju rumah kedua orang tuanya, memanjat tembok lantai 3 melalui pohon yang hanya sampai dilantai 2. Dengan sedikit perjuangan akhirnya sampai di balkon kamar nya, berusaha membuka jendela, namun nihil, mengetuknya tentu menimbulkan suara. Untung Aksara tidak meninggalkan ponselnya, kemudian segera menghubungi ponsel milik sang istri. Dan lagi keberuntungan berpihak padanya ponsel sang istri nampak berdering meski lemah, Cinta menggeliatkan badannya. Wanita cantik itu mengangkat telepon nya, berbalik ke arah jendela segera membuka jendela itu.


"Dingin sayang"


"Kenapa kesini?"


"Byy kangen"


"Bukan nya tadi siang udah"


"Gak bisa tidur"


"Alasan saja"


Cinta berjalan kearah ranjang lantas membaringkan dirinya sendiri.


"Kok tidur sendiri"


"Apa perlu diajak? kan sudah disini juga"


Aksara sudah melompat kedalam ranjang istrinya, tak ada ampun lagi Aksara kembali menggauli istrinya. Bahkan saking semangatnya hingga hampir menjelang pagi.


"Byy udah mau pagi nih"


"Abis kangen sih"


"Kan tiap hari juga Cinta kasih"


Aksara hanya nyengir kuda saja.


"Udah ahh mau tidur nih, turun gih"


"Ya udah byy mau pulang"


"Iya"

__ADS_1


Segera Aksara akan meninggalkan lobi, namun terlihat ponsel sang istri berdenging seperti ada pesan masuk dan bunyi nya bunyi yang disetel berbeda. Aksara terdiam dibalkon, karena sang istri membalas pesan itu sambil tersenyum manis.


BERSAMBUNG.


__ADS_2