
Mereka semua turun dari mobil di halaman yang tersedia tempat parkir di rumah sakit itu. Nampak bangunan menjulang tinggi dengan banyak lantai.
"Ayo Arvin"
Andra mengangguk karena Daddy nya sudah berjalan terlebih dahulu, di susul ayah Andreas dan asisten nya. Sedangkan om Aryos dan Roy berjalan dibelakang nya.
Kami menaiki lift menuju lantai paling atas pasien khusus di rumah sakit internasional ini. Lift berhenti di lantai 25, ya setinggi itu tapi itu bangunan yang wajar tinggi nya disini karena banyak sekali bangunan mencakar langit lain nya.
"Kapan mommy di pindahkan ke lantai ini yah?"
Ayah Andreas menoleh kepada Andra.
"Sejak bulan lalu Vin, setelah menemukan obat yang ada di lemari ruang kerja bawah tanah milik Elian ibu tiri mu"
Andra mengangguk, memang benar rupa nya wanita yang menjadi ibu tiri nya sudah melakukan kejahatan pada mommy kandung nya.
Benar jikalau ada pepatah mengatakan tempat teraman untuk kita adalah sarang musuh itu sendiri, Bukti nya selama 35 tahun Elian lah yang sudah mencelakai mommy nya dan bersembunyi di balik Daddy nya. Pantas segala upaya sudah mereka lakukan namun tentu nya wanita ular itu bermain sangat rapih.
"Sudah tidak usah dipikirkan, tidak ada yang bisa menduga suatu kejadian pun"
Ungkap ayah Andreas karena dia tidak ingin Andra berpikir buruk lagi tentang ayah kandung nya itu.
"Apa ada kemajuan lain nya Yah?"
"Selama ini belum ada lagi, tapi obat yang kita temukan sudah di uji dan mulai diberikan kepada mommy mu selama seminggu yang lalu"
"Baik lah, apa mommy bisa ditengok yah?"
"Tentu karena kau adalah anak nya Vin"
Mereka sampai di depan pintu ruang rawat yang mommy Andra tempati. Sebuah ruangan pasien yang mirip kamar bukan seperti orang pesakitan namun mommy Jasmin seperti wanita paruh baya yang sedang tertidur pulas.
"Baru pagi ini pihak rumah sakit mencoba melepas satu kabel dari tubuh mommy mu, ternyata tidak ada reaksi kejang-kejang seperti terdahulu"
Andra mengangguk dengan penjelasan dari ayah Andreas yang sangat berguna itu. Andra melihat dari jendela kaca yang ada di pintu, wajah yang mulai menua terbaring disana setelah sekian lama. Andra rindu dengan belaian tangan hangat nya, Andra rindu perhatian nya.
Tak terasa lelahan bening berjejal mengaliri pipi nya, bukan hanya sang mommy yang mulai menua fisik nya bahkan diri nya sudah mau menginjak kepala empat usia nya.
"Ayo duduk dulu, menunggu visit dokter"
Andra mengangguk lantas segera menuju kursi tunggu di seberang pintu itu yang berjajar. Disana sudah ada 4 lelaki asisten ayah Andreas, Daddy Rei, Roy dan om Aryos.
__ADS_1
Menunggu sekitar 1 jam kini deretan dokter menuju ruangan milik mommy dari Andra itu.
"Selamat sore semua!"
Ucap salah seorang dokter yang berada di depan dokter lain nya.
"Selamat sore dok"
Jawab keenam nya secara serempak.
"Jadi apa yang akan kita lakukan selanjut nya pak Andreas?"
"Ini ada keluarga pasien, suami serta putra nya dokter"
"Oh baik lah, jadi anda akan menggunakan terapi lewat cerita agar bisa menarik Bu Jasmin dari mimpi panjang nya?"
"Benar dokter, dengan hadir nya suara yang dia kenal mungkin bisa menarik kesadaran nya kembali dari dunia mimpi yang mengurung nya"
"Baik lah, mari semua nya masuk"
Ajak dokter pada keluarga pasien dan tim dokter lain nya. Pintu ruangan terbuka, tim dokter masuk ke ruangan disebelah.
"Rupa nya mommy selalu di pantau dari sana?"
Andra mengangguk selama ini Andra sibuk dengan perusahaan dan luka hari nya.
Tanpa basa-basi Andra menggenggam tangan sang mommy ketika telah duduk di kursi dekat ranjang yang mommy nya gunakan, sementara sang Daddy keluar begitu pun dengan yang lain nya. Andra segera menyanyikan lagu-lagu anak yang dulu sempat jadi pr ketika disekolah untuk dihapal.
"Mom lihat, Avin sudah bisa menghapal lagu nya, Avin juga sudah tidak dihukum kalau disuruh maju ke depan oleh Bu guru, kata nya mom janji kalau Avin sudah hapal lagu itu mom akan memberikan topi koboi kan?"
Mata Andra terbelalak karena respon tangan itu memegang nya kuat-kuat, bola mata yang tertutup sedikit bergerak gelisah. Andra yang panik langsung memencet bell untuk memanggil dokter.
"Ada apa tuan?"
"Dokter tadi tangan mommy ku bergerak bahkan bisa memegang tangan ku dengan kuat, lihat bahkan bola mata nya bergerak juga"
"Baik tunggu kami periksa"
Dokter memeriksa dengan seksama keadaan pasien nya, terutama semua yang dikatakan Andra.
"Benar tuan, jantung nyonya detakan nya mulai meningkat tidak lemah lagi, mungkin nyonya mendengar ucapan yang tuan ucapkan barusan"
__ADS_1
Andra mengangguk, Daddy Rei yang mencari minum dan Aryos segera masuk. Mereka sempat mendengar kabar baik itu, tentu saja sangat senang dengan kemajuan itu.
"Ternyata mommy mu merindukan mu Vin!"
Daddy Rei berkata dengan suara sedikit parau, mungkin saking bahagia nya dengan berita kemajuan yang dialami istri nya itu.
"Iya dad, aku lupa menceritakan pada mommy semua kisah ku dengan dahulu, aku terlalu sibuk dad"
"Tidak nak, memang itu kita harus bekerja karena butuh makan dan biaya hidup"
"Semoga mommy cepat bangun ya dad"
Daddy Rei hanya mengangguk saja dia tidak sanggup berkata lagi, Daddy Rei sangat terharu.
Hari beranjak malam, ayah Andreas mengunjungi rumah sakit. Mereka ayah dan anak juga akan tinggal di rumah sakit untuk berjaga.
"Makan malam dulu, dan juga ada baju bersih untuk kalian"
"Terimakasih yah"
Ucap Andra segera bergegas ke kamar mandi lantas Daddy Rei mengobrol di sofa yang ada dikamar itu.
"Bagaimana bisnis mu?"
"Lancar saja"
"Terimakasih sudah mau menjaga istri dan anak ku"
"Tidak masalah, Arvin lelaki kecil yang pemberani aku selalu menyukai diri nya karena lelaki yang cerdas dan sopan meski saat itu masih sangat kecil"
Seolah Andreas mengenang kisah mereka, ya kisah istri dan anak orang lain yang dia jaga namun karena masalah sepele itu akhir nya masa depan mereka berlalu begitu saja berganti dengan usia yang sudah menua.
"Maaf karena keegoisan ku kau jadi membuang masa muda mu, Andreas"
"Aku tidak menyesal, meski bukan takdir ku namun mereka secara alami terikat pada ku, aku sudah senang karena sampai sekarang Arvino menganggap ku sebagai ayah nya"
Daddy Rei mengangguk.
KLEAK......
Pintu kamar mandi terbuka menampakan Andra sudah selesai mandi.
__ADS_1
"Seru sekali percakapan nya, sedang membahas topik apa?"
BERSAMBUNG.