
"Ayo yang kita ke taman yuk"
Andra mengajak istri nya untuk ke taman samping di dekat kolam renang, memang Andra sengaja menanam berbagai macam bunga.
Ini musim bunga, bunga-bunga bermekaran dan wangi nya tersapu angin hingga bergelayut manja di hidung.
"Wangi ya mas"
"Iya sayang, bagaimana pekerjaan mu"
Iya sejak 4 bulan lalu menikahi Rindi, Andra lelaki itu tak pernah egois atau melarang keinginan sang istri selama itu normal dan baik saja.
"Aku mulai belajar sih mas, meskipun kadang lelah atau pun sulit tapi aku selalu berdiskusi dengan paman"
"Jangan sampai sakit ya yang"
"Iya mas, kata nya ada yang mau di bicarakan sama Arin mas?"
"Iya tadi tuh Daddy tuh kesini mengabarkan keadaan keluarga yang sakit di negara A sayang"
"Terus bagaimana?"
"Ya niat nya mas mau mengunjungi mereka, sekalian bawa kamu lihat keadaan mommy, kata Daddy mommy sudah bisa menggerakkan jari jemari nya yang"
"Wah itu kabar gembira dong mas?"
"Benar, selama 30 tahun lebih mas sudah menunggu, mas sabar karena mas masih ingin bersama mommy sayang"
Rindi mengelus punggung suami nya yang tegap.
"Mas yang sabar ya, memang aku juga pengen melihat papah ku, ibu dan kakak"
"Kamu mau ketemu sama mereka yang?"
"Tentu saja, mereka kan keluarga ku juga mas"
"Iya sih yang, jadi nanti kita berangkat ya"
"Memang kapan berangkat nya mas?"
"Lusa kaya nya yang"
"Lusa ya, aku tanya jadwal dulu sama paman ya yang, kalau kosong aku sekalian cuti tapi kalau padat aku nyusul aja gimana?"
"Emang ayang berani?"
"Kan aku pernah kuliah di negara A mas"
"Bener juga ya, emang ayang gak apa-apa mas tinggal?"
"Tidak apa-apa kok mas kan ini demi kepentingan bersama, aku tidak akan selingkuh kok mas"
"Iya mas tahu sayang"
"Awas mas juga jangan selingkuh ya"
"Dih satu aja belum habis gimana sih?"
"Ya kan tidak tahu kalau berjauhan mah"
Andra tersenyum sambil memeluk tubuh istri nya itu, bibir wanita itu mengerucut hingga di ***** nya pelan bibir manis istri nya.
"Janji mas gak akan tergoda bule, yang ada bude"
"Ih malah bercanda sih mas"
"Ya tidak mungkin lah selingkuh sama bule yang, mereka sudah punya pasangan masing-masing tidak akan tertarik pada orang asing, aneh kamu mah"
Andra mencubit pipi istri nya yang licin, memencet hidung nya yang Bangir.
"Sakit mas, kok di pencet ntar pesek gimana?"
"Ya tinggal operasi hidung"
__ADS_1
"Nggak nanti hidung ku mleyot kalau tidur"
"Ha....ha, yang kamu bisa aja sih"
Rindi cemberut pada suami nya, hari ini week end jadi mereka bisa berduaan untuk seharian.
Dan lusa pun akhir nya tiba, Rindi membereskan barang yang akan dibawa sang suami.
"Sibuk banget yang?"
Karena hari masih gelap tapi Rindi sudah sibuk.
"Mas kenapa bangun?"
"Kamu berisik yang, jadi aku bangun loh, ayang ngapain sih sini dong tidur lagi"
"Kan aku bantu beresin koper nya mas"
"Buat apa yang?"
"Kan buat dibawa ini baju dan keperluan lain nya mas"
"Yang, mas gak butuh loh"
Rindi mendongak menatap lelaki tinggi yang tegap dengan mata yang masih sangat mengantuk. Rindi mendekat kearah ranjang,
"Ayo tidur lagi, tidak usah beberes yang"
"Iya"
Rindi segera naik keatas ranjang untuk menemani suami nya tidur.
Malam masih panjang, sehingga mereka terlelap bersama. Pagi nya, pagi sekali Rindi sudah bangun begitu pun Andra.
Rindi memasak sarapan nasi, rendang, terong balado dan tak lupa teh manis. Rindi juga menuangkan air putih, sementara suami nya itu sedang berada di ruang gym sejak sejam yang lalu.
"Mas"
Andra yang melewati dapur di panggil istri nya itu.
"Sudah nge-gym nya"
"Iya"
"Cepet mandi gih mas, kata nya mau berangkat"
"Iya sayang, kalau ada Daddy datang suruh nunggu ya"
"Iya mas"
Andra sudah naik ke lantai atas, lantas satpam depan rumah masuk mengabarkan jika Daddy Rei sudah tiba. Tak berapa lama Daddy masuk ke dalam rumah, Rindi pun menyambut nya.
"Selamat pagi dad"
"Pagi, Arvin sama Daddy mau ke negara A, Arin ikut tidak?"
"Tidak dad karena perusahaan paman sedang sibuk, nanti saja seminggu lagi Arin menyusul mas Arvin ya dad"
"Oh, kalau Arvin mengijinkan itu oke saja"
"Iya, dad"
Nampak Andra sudah rapih dengan stelan kasual nya itu.
"Selamat pagi dad, sudah sampai?"
"Iya baru saja"
"Dengan siapa dad?"
"Om Aryos"
"Disuruh masuk dad, kita sarapan bersama dulu dad, iya kan sayang?"
__ADS_1
"Iya dad, Arin panggilkan om Aryos nya ya dad"
"Boleh nak"
Rindi beranjak menuju ruang pos nampak lelaki seumuran Daddy Rei sedang bercanda riang dengan pak satpam.
"Om Aryos"
"Eh Arin"
"Ayo om masuk, kita sarapan bareng dulu sebelum berangkat ke bandara"
"Baik kalau begitu"
"Jangan nolak rezeki tuan Aryos"
"Oke pak"
Aryos pun mengekor di belakang Rindi, di ruang makan nampak Rei dan Andra sudah menunggu ayah dan anak itu sudah duduk rapih.
Rindi mendekat duduk di samping Andra lalu membuka piring milik Andra setelah Daddy Rei dan om Aryos mengambil nasi.
"Mau pakai apa mas?"
Karena di meja ada menu yang bibik masak beberapa.
"Pake rendang sayang sama sayur buncis aja"
Rindi segera mengambil lauk yang Andra inginkan, mengambilkan SOP buntut yang art nya buatkan. Lantas Rindi segera mengisi piring nya dengan makanan yang sama.
Pagi itu, mereka makan dengan lahap, sendok dan garpu beradu di ruang makan itu tanpa ada pembicaraan.
Jam menunjukkan pukul 9 pagi, mereka telah usai sarapan.
"Ayo kita berangkat sekarang Vin?"
"Iya dad, aku nunggu Arin dulu, dia mau mengantar ke bandara setelah itu baru ke kantor paman"
"Oh baik lah"
"Tuan"
"Kau sudah datang Anita?"
"Iya tuan"
"Baik lah, selama aku tidak ada di rumah maka kau yang bertugas atas keselamatan nyonya"
"Baik tuan"
Tak berapa lama Rindi turun juga menggunakan setelan kantor, cantik, modis lagi elegan.
"Sudah siap yang?"
"Iya mas, loh kok Anita ada disini?"
"Iya Anita akan tinggal disini, selama mas tidak ada di rumah"
"Baik lah mas"
"Ayo kita ke bandara antar mas dulu ya"
"Iya"
Dengan segera Rindi bergegas menuju halaman masuk ke mobil, Andra ingin istri nya yang mengemudi. Sekitar 1 jam di jalanan kini mereka sudah berada di bandara.
"Mas berangkat ya yang"
"Iya mas, hati-hati ya"
"Iya, makasih sayang nya mas"
Andra berpamitan dengan istri nya lantas segera bergegas segera menyusul sang Daddy memasuki pesawat pribadi mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG.