
Lisa sudah keluar dari rumah sakit saat ini, kehamilan nya cukup kuat, mereka memilih pulang ke mansion Lordian.
"Kalian sudah pulang?"
Sambut ibu Amelia pada menantu dan anak nya.
"Mommy dan Daddy apa kabar?"
Ucap Will.
"Kami sangat baik, ayo masuk bawa istri mu, Daddy sudah menyiapkan kamar kalian di lantai bawah karena istri mu sedang hamil tidak mungkin kalian tidur di kamar atas"
William tersenyum dia sangat bersyukur sekali karena kedua orang tua nya begitu perhatian pada calon bayi mereka.
Lisa tersenyum mendapat perhatian hangat dari keluarga William.
"Terimakasih dad dan mom"
Mereka berdua mengangguk dan tersenyum.
"Ayo kita makan siang dulu, mom sudah masakan makanan kesukaan kamu dan bumil satu ini"
Meski perut Lisa masih rata namun perempuan itu terlihat lebih cantik karena aura kehamilan nya itu.
"Kalian sudah pulang ya?"
Ucap Aditya sang kakak karena ini weekend.
"Iya kak, kami pulang karena Lisa sudah lebih kuat kandungan nya"
"Sudah berapa bulan?"
"Jalan 4 bulan kak"
"Hanya 5 bulan lagi aku akan memiliki keponakan ya seperti nya?"
Ucap Aditya tersenyum memandang pasangan orang tua muda itu.
"Benar, kau akan punya keponakan yang nanti akan merocoki mu"
Ucap Will.
"Sudah ayo makan siang dulu kalian ini"
Mereka makan siang dengan khidmat di kediaman Lordian.
"Bagaimana dok?"
Ucap Daddy Rei pada dokter yang visit bersama profesor Andalas.
"Perkembangan anak mu cukup baik Rei, obat itu mampu dia serap sekarang giliran untuk membuka mata nya saja"
"Apa bisa harus dibuka sekarang dok, prof?"
Tanya Andra.
"Boleh di coba"
Andra mencoba perlahan membuka mata nya, kini nampak remang-remang ada cahaya dan warna nya.
"Masih remang-remang dok, prof"
"Ya sudah ditutup lagi saja, nanti bukan depan kita coba lagi ya"
Ucap profesor Andalas, Andra tersenyum sudah lebih dari 2 bulan dia berada di rumah sakit.
Namun aneh nya dia sakit apa, mengalami apa, Andra tidak tahu ditambah lagi Rindi tak pernah berbicara dengan nya hanya wangi parfum yang sering wanita nya itu gunakan Andra mencium nya.
__ADS_1
"Dad"
"Iya"
"Aku kangen istri ku"
Daddy Rei dan mommy Jasmin tentu trenyuh karena sudah 2 bulan ini Rindi bahkan tak mengabari apa pun.
"Baik lah kami pergi dahulu"
Ucap dokter, mereka profesor Andalas dan dokter bergegas pamit, mommy Jasmin ikut keluar seraya berdiri di samping tembok lalu menyemprotkan parfum milik menantu nya itu.
"Arvin ini istri mu, oh ya istri mu juga selalu membantu menjaga mu ya dia membantu para lansia memesankan makanan atau mengatur pelayan di mansion mommy mu"
"Iya dad, aku sudah senang kala bisa menghirup parfum nya saja"
Ucap Arvin tak bohong, maka membuat mommy Jasmin menjadi semakin banyak mengalirkan air mata nya.
Daddy Rei menempelkan telunjuk nya pada bibir nya sendiri memberi kode pada istri nya itu untuk jangan menangis atau bersuara.
"Sayang ku kau tahu mas sangat merindukan mu, kemari lah"
"Vin kau tahu kan dokter tidak memperbolehkan mu bersentuhan dengan istri mu"
Andra yang sudah merentangkan tangan nya kini menekuk dengan ekspresi kecewa.
"Tunggu mas ya sayang, mas pengen peluk kamu"
Sungguh ibu mana pun di dunia tak akan sanggup melihat anak nya yang sedang sengsara di tambah dengan istri nya yang tak menerima diri nya lagi.
Namun kembali lagi demi kesehatan Andra kedua orang tua nya akan merahasiakan semua nya. Mommy Jasmin menggelengkan kepala nya tanda kalau dia sudah tidak sanggup melihat rindu anak nya pada menantu nya, melihat senyum yang terkembang untuk wanita pujaan hati nya.
"Istri mu akan kembali ke mansion mommy mu karena dia sudah menjenguk mu dari luar sebelum dokter visit"
Andra mengangguk.
Mommy Jasmin hanya mengangguk.
"I love you, tunggu mas"
Semakin hancur saja hati kedua orang tua Andra.
"Kamu harus semangat ya buat sembuh agar bisa berkumpul lagi dengan istri mu"
"Iya dad, aku semangat"
Andra tersenyum ceria, Daddy Rei terdiam bahkan air mata nya sudah tak dapat menetes lagi.
"Dad, maaf sudah merepotkan, bagaimana kabar Roy dan pacar nya?"
"Roy sudah putus dengan wanita itu karena wanita itu memiliki pria lain"
"Ha....ha, pasti dia tidak tahan dengan Roy yang kaku"
"Sembarang kau menghina ku dasar adik durhaka"
Ucap Roy, itu semakin membuat tawa Andra pecah dan sukses membuat sakit perut nya.
"Kau ini terlalu kaku menjadi lelaki, coba cari wanita lugu saja"
"Awas saja kalau aku dapat wanita lagi pasti aku akan langsung buatkan keponakan yang banyak untuk mu"
"Memang kau mu ternak anak?"
Andra semakin tertawa karena gurauan Roy meski lelaki itu garing dulu nya namun di belajar melawak agar jika Andra bangun dia bisa melawak untuk menambah keramaian.
"Rupa nya kau sudah sehat, aku menunggu mu untuk berduel"
__ADS_1
"Nanti kau akan aku patahkan kaki mu"
"Aku akan memelintir kuping mu"
Mereka berdua saling menyerang.
"Roy"
"Iya"
"Kau sudah tua menikah lah atau kau mau menikah dengan kakak ku jika dia sudah sembuh"
"Dia sudah punya calon"
"Hah, siapa?"
"Tentu Aditya lelaki itu anak om German sekarang pasti dia lebih belagu"
"Kalian ini sesama lelaki senang sekali berkencan"
"Eh calon bapak"
Ucap Roy, William kaget Roy bisa menggoda nya dan tersenyum, Roy pun mengkode nya.
"Iya dong bangga nih istri ku bisa bunting, tokcer kan"
Ucap William pada kedua lelaki itu yang sama tua nya dengan diri nya.
"Baru calon aja bangga!"
Ucap Andra.
"Lah kan mau launching 5 bulan lagi baby W"
"Ih jijik amat pake nama depan nya ntar anak suka bikin heboh kaya bapak nya pernah bakar buku materi profesor Andalas"
Ucap Andra mulai mempermalukan William.
"Iya jangan lupa narik rok anak jurusan sebelah"
Tambah Roy.
"Semprul kenapa jadi membongkar aib sih"
"Salah sendiri muncul kaya jin iprit"
Andra tertawa, mereka juga tertawa disana.
"Sampai lupa nih aku bawa titipan mommy ku masakan nya terlezat di dunia, jangan masak masakan istri mu saja"
Ucap William.
"Baik lah tuan raja, hari ini aku akan makan masakan ibu Amelia ku yang tercantik"
"Mommy ku itu"
"Aku lebih dulu jadi anak nya loh"
"Tidak bertanya tuh"
"Seperti nya lezat nih"
Sela Roy, membuka taperware yang dibawa William ke rumah sakit tempat Andra di rawat itu.
"Yang dapet kiriman belum nyomot, itu perkedel ntar keburu habis kau caplok"
Ucap William pada Roy.
__ADS_1
BERSAMBUNG.