
Rei nampak sangat gagah, dia sudah menyerahkan semua nya pada polisi. Namun keinginan Rei tak sebagus kenyataan, karena nyata nya lelaki bernama belakang Sanunjaya telah kabur dari himpitan para polisi yang Rei bayar.
Lelaki paruh baya, dengan pakaian compang-camping, sandal yang sangat usang, bau keringat yang menyengat.
'Kenapa diri ku bau sekali?"
Tanya nya pada diri sendiri.
"Ah, sudah lah, perut ku juga lapar, aku harus bertahan hidup dulu"
Mike segera menyusuri pedesaan untuk mencari pakaian yang layak dan mencari tempat tinggal.
"Ada pakaian juga"
Dia menemukan pakaian lusuh, lantas Mike mengacak rambut nya. Dia berniat menetap di desa yang sepi ditinggalkan oleh banyak penghuni untuk merantau. Menghilangkan jejak memang sangat efektif di lakukan Mike saat ini.
"Bagaimana?"
"Dia menghilangkan jejak, bos"
"Pantau"
"Herdan Sanunjaya anak sulung nya dikirim ke luar negeri, sedangkan putri bungsu nya yang baru berumur 3 tahun dikirim ke desa"
"Awasi mereka terus"
"Baik tuan muda"
Setiap pagi buta Rei berangkat bekerja baik ke perusahaan atau ke resort milik kakek Aryandy. Dan hampir dini hari baru dia kembali ke rumah besar keluarga Alkatiri.
Klek.
__ADS_1
Rei melewati dapur, disana lampu dapur masih terang benderang.
"Rei baru pulang?"
"Hem"
Rei kembali melangkahkan kaki nya menuju tangga ke kamar nya.
"Selalu saja dingin pada ku, pada hal aku berusaha perhatian"
Ucap Saluna kecewa akan sikap Rei, ya Saluna mendekati Rei karena dia menyukai pemuda tampan itu dia sungguh-sungguh tulus ingin menjalin hubungan dengan anak bungsu papah Aksara. Namun kenyataan tak sesuai khayalan Saluna, karena Rei selalu saja dingin ketika di sapa bahkan acuh tak acuh.
Rei kembali turun ke dapur untuk membuat makanan, dia sangat lapar.
"Apa mau makan?"
"Iya"
"Tidak usah, kau istirahat lah"
Di tolak lagi, Saluna agak kesal namun begitu lah Rei.
Pagi hari seperti biasa Rei keluar dari kamar menuju lantai bawah, terlihat semua anggota keluarga Alkatiri yang sedang menyantap sarapan mereka dengan lesu.
"Rei ayo duduk, kakak ambilkan sarapan mu"
Riana menyapa adik bungsu nya itu. Rei juga nampak sangat lahap memakan sarapan nya, pada hal sangat hambar. Namun Rei tetap memakan apa pun meski tanpa rasa lagi di lidah nya. Waktu sudah dengan cepat berlalu, begitu pun Rei sudah menetap satu atap dengan keluarga Alkatiri ini selama 3 bulan lama nya.
"Papah ada pengumuman, jadi tinggal lah di rumah dulu"
Mereka semua saling pandang, karena sarapan hari ini lengkap dengan seluruh anggota keluarga bukan dari Alkatiri saja tapi Dimitri juga.
__ADS_1
"Pengumuman apa pah?"
Riana bertanya dengan ke kepoan nya yang tinggi.
"Keluarga kita akan mengadakan dua pernikahan sekaligus"
Mereka masih menyimak ucapan kepala keluarga kedua.
"Kakak pertama kalian akan menikahi putri ayah Haris, sedangkan Dimitri akan menikahi Indri"
Mereka nampak kaget sekali, karena belum ada konfirmasi.
"Opa dan Oma setuju saja kalau kalian sudah memutuskan"
Ucap Daddy Ditya.
"Bagaimana apa kalian akan protes?"
Mereka semua menggeleng.
"Jadi kalian setuju?"
Mereka semua mengangguk.
"Yeaa, selamat untuk kedua pasang pengantin"
Riana begitu bahagia untuk kedua pasang pengantin para kakak nya.
SREEKK....
Rei menarik kursi lantas berpamitan pada semua keluarga untuk bekerja hari ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG.