
Anak buah dari Aksara sudah bersiap hanya menunggu perintah dari tuan nya. Sedangkan Aksara menunggu waktu yang tepat agar kedua orang itu tidak sempat kabur.
"Sekarang waktu nya ayo serang!"
BRRAAKKK..........
Pintu rumah minimalis yang di pinggiran pemukiman warga itu di dobrak tepat pada jam 1 dini hari.
"Siapa itu?"
Ucap Karenina, karena saat ini mereka masih dalam kegiatan intim di sofa.
"Lupakan, paling juga angin"
Kearo kembali mengajak wanita itu itu melayang ke surga dunia.
"Kau lihat dulu sebentar?"
"Tidak usah, disini memang angin nya kencang"
Karenina malas mengajak kakak sepupu nya berbincang, dia selalu ngeyel kalau diberitahu sesuatu. Benar saja kekhawatiran Karenina, ketika sedang kembali menuju puncak, Karenina kaget bukan kepalang. Aksara memandang diri nya yang sedang keenakan di bawah kungkungan Kearo. Karenina mencoba mendorong Kearo dari atas badan nya.
"Biarkan saja, ini tanggung"
Paaakk......
Karenina langsung menampar kepala kakak sepupu nya itu.
"Kau mengganggu saja, bisa kan datang nya ketika sudah selesai?"
" Nanti kalian akan kabur"
Dengan santai Aksara menjawab kalimat lelaki yang dulu sahabat baik nya itu.
"Tangkap mereka"
Para pengawal menangkap mereka meski dalam keadaan bugil.
"Byy, maafkan aku, semua ini karena sahabat mu merayu ku"
Ucap Karenina.
Aksara tersenyum devil, jelas dia tahu jika Cinta belum pernah bertemu atau berkenalan dengan sahabat Aksara satu orang pun.
"Dia memaksa ku untuk melayani nya"
Karenina menundukkan wajah nya serta meraih handuk mandi yang Aksara lemparkan ke tubuh telanjang mereka.
"Apa ada pembelaan?"
"Lain kali kalau mau menyergap beri tahu dulu, aku belum menuntaskan hasrat ku"
Para pengawal termasuk Dino dan Melki menahan tawa mereka. Aksara hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Byy, sayang"
"Seret dia, jaga ketat, posisi A5"
"Siap bos laksanakan"
"Suami ku, kenap kau menangkap ku, bukan kah lelaki itu yang bersalah"
Karenina terus meraung ingin dilepaskan namun kaki juga tangan nya di borgol dengan borgol khusus. Semakin Karenina bergerak maka borgol itu semakin pula dengan kencang mengikat nya.
"Bagaimana liburan mu, sobat"
Sambil duduk Kearo menyalakan rokok yang Aksara sodorkan lelaki itu sangat suka merokok.
"Kau masih bertanya? hukuman mu saja masih terasa nyeri di bagian pusar ku"
"Ha ....ha.....ha"
Aksara hanya tertawa, memang benar jika dia menyiksa lelaki itu, meski sahabat dekat Aksara tak pandang bulu. Bahkan sampai sekarang seluruh keluarga lelaki itu di negara A menjadi tahanan nya.
__ADS_1
"Maaf jika hasil nya, tidak seperti yang kau inginkan"
Aksara menepuk bahu sahabat nya.
Flash back on.
Tepat nya 4 bulan lalu setelah Aksara menangkap lelaki itu yang tak lain adalah Kearo Milan. Aksara berkunjung untuk menjenguk Kearo yang sudah dia siksa habis-habisan. Kearo pun tidak melawan, namun tidak berpihak pada nya.
"Aku juga sudah menahan semua keluarga mu!"
Dengan suara angkuh dan dingin serta arogan Aksara berucap. Meski seluruh badan Kearo sakit, mata nya kabur, juga nyawanya serasa mau copot dari raga, namun Kearo mendengar jelas perkataan sahabat nya dan itu tidak bisa dianggap remeh.
"Rayz.....Rayz to......tolong jangan"
Suara nya bahkan terputus-putus.
"Beri dia minum, apa yang bisa dia negosiasikan dengan ku"
Salah satu pengawal membawa sebotol air mineral, Kearo langsung meneguk rakus dan habis.
"Kau lelaki yang bisa membeli apa pun sesuka mu, namun hari ini sebotol air saja kau mengemis dari ku, Aro!"
Kearo tertawa mengejek diri nya sendiri. Lalu telentang dilantai yang dipenuhi darah nya yang mengering.
"Lepaskan keluarga ku, aku akan mencoba mengungkap semua nya, kau boleh menjadikan ku apa saja"
"Apakah itu sebanding harga nya?"
"Tentu saja, kau tidak akan menyesal"
"Bagus"
Aksara berdiri dari duduk nya hendak melangkah pergi.
"Rayz"
Aksara berhenti melangkah bersiap menantikan ucapan lelaki itu.
"Jika masih bisa memohon, mohon lepaskan pelaku itu untuk ku, kau boleh meminta apa pun sebagai ganti nya"
"Benar, namun jika dia mau ikut dengan ku tolong Rayz berikan dia kepada ku, aku memohon"
"Kau memohon untuk orang yang sudah memisahkan ku dengan istri ku, membuat nya menderita bahkan aku menjadi gila apa kau tahu!"
Emosi Aksara membara seketika ingin rasanya menelan Kearo hidup-hidup.
"Rayz aku berjanji, akan membawa nya pergi jauh dari mu, jika kau melihatnya kau boleh membunuh ku termasuk seluruh keluarga ku"
BUKKK.....
Aksara langsung menendang tubuh Kearo yang sudah kurus kering itu.
"Tepati janji mu"
Aksara keluar, dan Kearo tertawa namun air mata nya mengalir.
"Kau selalu saja memenuhi permintaan ku sobat"
Flashback off.
"Aku sudah tahu hasil nya seperti ini, tapi sampai detik ini aku masih berusaha"
"Baik lah, aku hanya akan menyiksanya dan memenjarakan nya setelah dia mengakui semua kejahatan nya"
"Baik lah"
Raut wajah Kearo begitu mendung karena kekasih hati nya Aksara tangkap.
"Apa rencana mu selanjut nya?"
"Entah lah"
"Kau tidak pulang ke negara mu"
__ADS_1
"Aku akan menunggu Karen bebas kalau kau tidak melenyapkan nya"
"Baik lah, tapi kau punya istri"
"Kami hanya menikah sirih"
"Tentu, apa ini rumah mu?"
"Iya, bagus kan untuk hari tua"
"Memang nya kau mau mati cepat?"
"Oh tentu tidak bro"
"Jika kau mau pulang cepat, aku bisa mengirim mu untuk segera pulang"
"Tidak terimakasih"
Aksara segera berlalu menuju halaman disana sudah ada Dino dan Melki.
"Peliharaan mu masih lengkap bro?"
"Tentu saja, mereka setia"
"Ya nikmati lah hidup mu mulai sekarang"
"Tentu saja"
Aksara melajukan mobil nya yang dikendarai Melki dengan cepat ke jalan raya.
"Kita mau kemana bos?"
"Tentu saja ke penjara markas ku"
"Baik"
Drrtt....ddrrtt.
"Iya"
"Bos nona Karenina kabur"
"Oh, tunggu mobil ku sampai kita berangkat bersama"
"Baik bos"
Tut.
Ponsel di matikan, Aksara kembali menyimpan nya disaku celana nya.
"Ada apa bos?"
"Sesuai rencana"
"Maksud bos?"
"Rubah itu melarikan diri, Melki ke rumah sakit sekarang"
"Siap bos"
Melki memacu mobil nya dengan kecepatan penuh.
"Tidak usah buru-buru, rubah itu baru akan memasuki rumah sakit"
"Baik bos"
"Kita tunggu waktu yang tepat, untuk menangkap nya hidup-hidup"
Melki mengemudi dengan kecepatan normal, karena ada rencana dari tuan nya.
'Kau sudah memilih jalan kematian mu sendiri Karenina Aryandy, aku tidak akan mengampuni mu, penderitaan istri ku sudah tak terhitung, maka hitung lah jumlah dosa-dosa mu pada nya, bahkan membuat anak kembar ku seperti yatim piatu saja'
Ucap Aksara dengan geram didalam hati nya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.