TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.62


__ADS_3

Aksara tidak tertekan namun dia harus mengingat bahwa ribuan karyawan nasib nya bergantung pada tangannya.


"Bos apa kita tidak mencari investor luar negeri?"


Aksara mendongak lantas terdiam.


"Seluruh investor perusahaan raksasa luar negeri sudah berada di tim kita"


Melki terdiam, rupanya percuma saja mencari investor karena semua sudah mendukung perusahaan milik Alkatiri.


"Lantas bagaimana menutupi pengeluaran perusahaan juga gaji karyawan bulan depan?"


"Entah lah"


"Smith benar-benar tidak menyisakan semua yang kita miliki"


Aksara mengangguk pasti lantas berpikir untuk kembali memutar otak nya.


Kring......


Telepon kantor berbunyi dari sambungan resepsionis perusahaan.


"Ya!"


"Pak, ada Mr Smith memaksa meminta bertemu anda"


Ucap salah salah satu resepsionis di lobi perusahaan.


"Suruh masuk saja"


"Baik"


Aksara mendongak pada asistennya Melki.


"Ada apa bos?"


"Smith datang!"


"Baik"

__ADS_1


Melki segera bergegas untuk menyiapkan pengawal terampil mereka, terlihat beberapa orang sudah siap. 10 menit berselang lift nampak terbuka, menampakkan sosok Smith dengan setelan jas mahalnya. Senyum dingin juga penampilannya yang arogan, sombong lagi sok berkuasa.


Nampak Smith berjalan menuju kantor petinggi utama di perusahaan milik Alkatiri yaitu ruangan milik seorang Aksara.


Pintu langsung di dorong Smith, pria tua sebaya dengan Daddy Ditya itu langsung terduduk di sofa putih nan empuk di ruangan Aksara. Smith tersenyum mengejek sambil memandang kearah Aksara.


"Langsung saja, ada urusan apa kau mencari ku?"


Smith tertawa terbahak disana, dia lantas menyilangkan kaki nya.


"Aku hanya berkunjung ke teman bisnis yang sudah menguntungkan diriku"


Senyum culas keluar dari bibir Smith yang penuh tipu daya itu.


"Kalau tidak ada urusan, silahkan keluar"


Ucap Aksara tegas.


"Jangan terburu emosi kawan"


Smith berdiri mendekat ke meja kerja Aksa, melintasi mendekat dengan perlahan.


"Jika ingin jadi konyol maka keluar lah dari kantor ku!"


Ucap Aksara berdiri dari kursi kerja nya.


"Kau memang lelaki yang sangat berwibawa, tidak salah jika kau anak kandung Ditya"


Smith menepuk bahu dari Aksara yang tinggi nya lebih 20 Senti meter dari dirinya. Mata Aksara menatap tajam, seolah ingin menelan Smith hidup-hidup.


'Aura menekannya sangat kuat, bahkan Ditya juga tidak sekuat ini!'


Gumam Smith, jujur Dy merinding melihat apa lagi mendengar suara lelaki muda yang boleh bisa di bilang seumuran anak nya itu.


"Apa mau mu?"


Lebih tegas Aksara bertanya.


"Membuat kesepakatan menguntungkan dengan mu dengan satu makan malam"

__ADS_1


Smith meletakkan sebuah undangan ke Mension milik nya.


"Tidak ada kesepakatan diantara kita"


Seketika Smith berhenti ketika dia mencapai handle pintu ruangan Aksara.


"Jika kau tidak datang, maka seumur hidup kau akan menyesal"


Ucap Smith, sambil berlalu pergi dari ruangan Aksara.


"Bos"


Melki segera masuk ke ruangan bos nya.


Aksara hanya terdiam sementara kedua tangannya mengepal diatas paha nya.


"Bos"


"Pergi cari pakaian sesuai dengan tema di undangan itu"


"Tapi bos"


Aksara memandang tajam kearah asisten nya, Melki segera menundukan kepalanya.


"Apa kau tidak percaya pada kemampuan ku?"


"Bukan begitu bos"


"Aku akan melawannya"


"Tapi dia licik"


"Bukan kah ada kalian yang membereskan di belakangku?"


"Baik bos"


Melki segera melangkahkan kaki menuju ke luar ruangan bos nya, untuk memenuhi keinginan juga perintah dari bos nya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2