TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.83


__ADS_3

EPS 83.


Karenina sangat puas dengan hasil kerjanya, meski pun tidak sesuai dengan ekspektasi nya.


Drrtt...ddrrttt.


Ponsel yang Karen bawa bergetar didalam tas nya, tentu saja hanya Karen yang merasakan getaran itu Karen ponsel nya di silent. Melihat mereka sedang asik bersenda gurau tentu tidak menimbulkan kecurigaan jika Karen ijin.


"Maaf aku angkat telpon dulu sebentar"


"Iya silahkan sayang"


Yang menjawab hanya mommy Diah. Karenina segera pergi meski dengan langkah santai, setelah cukup jauh dia melihat ponsel nya, disana tertera nama Kearo Milan.


"Ada perlu apa si bajingan lemah ini menghubungi ku?"


Karenina segera mengangkat telepon lelaki yang tertera nama nya di ponsel nya.


"Ada apa?"


Dengan ketus Karen menjawab, jelas dia malas mengangkat nya karena setiap tugas yang dikerjakan lelaki itu selalu gagal atau setengah-setengah.


"Jangan ketus gitu kesayangan Aro"


"Cih, siapa yang mau jadi kesayangan mu! jangan berbelit-belit cepat katakan apa mau mu?"


"Meski ketus tapi aku suka, aku hanya menagih bonus ku saja"


"Hah! bonus, bonus apa maksud mu?"


"Bonus misi tingkat A+"


"Tidak ada bonus"


"Kalau begitu kau mau ambil resiko kan?"


"Bisa mu mengancam, baik lah sebutkan tempat nya aku akan segera kesana"


"Sampai puas ya"


"Iya sampai puas"


Tut.


Karenina mendengus kesal dengan lelaki lemah yang dia piara itu. Dia segera bergegas kembali ke ruang rawat yang dihuni keluarga Alkatiri.


Klek.


Karenina menampilkan senyum manis nya.


"Sudah telpon nya?"


Karenina mengangguk dengan cepat.


"Mom, boleh tidak Cinta pergi ke rumah majikan Cinta?"


Semua orang menatap Karenina.


"Untuk apa kesana lagi?"


"Jadi begini tadi sebelum kesini majikan Cinta itu mengabari lewat SMS mereka bilang anak kecil yang Cinta asuh sakit, Cinta sudah tidak membalas, tapi tadi mereka menelpon"


"Oh begitu"


"Tadi juga Cinta sempet nolak, dad"


"Kalau mereka butuh banget kamu, pergi lah tolong mereka"


"Baik dad, cinta permisi dulu"

__ADS_1


Dengan segera Karenina menuju ke sebuah hotel megah, lantas memasuki nya. Kebetulan hotel itu termasuk hotel sepi hanya untuk bisnis orang-orang ternama saja.


Ting.....tong.


Bel di tekan Karen, dari dalam pintu kamar hotel terbuka menampilkan sosok Kearo Milan yang tinggi tegap, berkulit putih, berambut pirang. Karenina di tarik masuk lantas digendong ke atas ranjang besar. tubuh langsing Karenina di hempaskan ke ranjang itu.


"Kau salah orang"


"Ha....ha...ha hanya kau yang tau kamar hotel ku"


"Kau tidak terkejut dengan topeng ini"


"Tidak, bagaimana pun aku sudah mengenal baik aroma tubuh mu Karen"


Dengan segera Kearo menindih Karen yang sudah telentang diatas ranjang besar itu. Tanpa menunggu lama Kearo segera memagut bibir Karen yang tidak menggunakan lipstik, *******, bahkan menjilatinya, menyesapnya lantas mengekplor kedalam mulut wanita itu. Tak lama Karen membuka paha nya memberikan akses agar lelaki itu leluasa.


"Aku mulai ya"


Dengan tanpa perkataan Kearo menyatukan diri nya kedalam tubuh Karenina, ******* demi ******* mereka bersahutan bahkan peluh sudah mengucur dari kedua nya. Hingga beberapa jam mereka lakukan kegiatan panas itu sampai tertidur pulas di ranjang itu tanpa sehelai benang pun.


Di ruang rawat setelah kepergian Karenina, Aksa mendial nomor seseorang, dia pergi ke balkon.


"Siap bos"


"Ikuti Cinta dan laporkan semua nya"


"Baik bos"


Aksara menutup ponsel nya dari lantai 3 rumah sakit, Aksa jelas melihat wania berpakaian sederhana itu.


'Aku sudah berbaik hati membiarkan mu tinggal bercampur dengan keluarga ku, jika tidak ingat dengan penderitaan kami maka sudah pasti kau ku lenyapkan!'


Ucap Aksara dalam benak nya melihat wanita yang mirip dengan Cinta memasuki taksi.


"Rayz ada apa?"


"Tidak ada dad"


"Taruh disana, aku segera datang"


Aksara kembali ke ranjang Cinta untuk menyuapi sang istri dengan bubur yang sudah Melki belikan baru saja.


"Aaaa buka mulut mu"


Cinta dengan cepat membuka mulut, memang dia sudah sangat lapar meski memakan camilan.


"Hampir lupa mommy membawakan buah kering nak, apa cucu mommy senang?"


"Mom dia masih mau beranjak 2 bulan bagaimana mommy mau bicara dengan dia?"


Terlihat sang Daddy agak ilfeel pada istri nya.


"Kalian sudah seharian menemani kami disini?"


Ucap Aksara.


"Oh benar mommy ayo kita pulang, Daddy lelah sekali"


"Alasan saja"


Namun mereka berpamitan pula setelah hampir jam 3 sore.


Ddrrtt....ddrrtttt.


"Sebentar aku angkat telepon dulu"


"Iya"


Aksara ke arena balkon kamar rumah sakit.

__ADS_1


"Ada berita penting apa?"


"Nyonya Cinta menemui Kearo Milan"


Deg........


"Baik lah awasi terus"


"Baik bos"


Aksa berpikir sejenak, Cinta tidak mungkin kenal dengan Kearo Milan karena lelaki itu hidung belang.


Drrtttt.....ddrrttt.


"Iya tuan"


"Melki kau tanyakan pekerja kita yang ada di rumah Karenina, kemana wanita itu selama 3 minggu ini?"


"Baik tuan"


Aksara menutup ponsel nya, Cinta jelas mendengar semua itu.


'Apa si om sudah curiga, tunggu.....'


Ucap Cinta dalam hati, otak nya tiba-tiba loading dengan segera.


'Benar sikap om berubah 180°, apakah dia tahu jati diri ku?'


Lanjut nya.


Cinta terdiam memikirkan semua itu, hingga tak mendengar langkah kaki dari om suami nya itu.


"Serius sekali? sedang berpikir apa?"


"Tidak"


'Aku akan coba sedikit trik jika dia tahu jati diri ku maka dia pasti melakukan nya'


Gumam Cinta dalam benak licik nya.


Cinta segera mengalungkan kedua tangan mungil nya lantas dengan sengaja mendekat kearah pipi suaminya bermaksud untuk mengecup nya, tapi Aksa dengan segera menengok hingga bibir mereka menempel. Aksa ******* bibir mungil yang selalu dia rindukan, mengecup dalam lalu melepaskan nya agar wanita cantik nya tidak kehabisan nafas.


"Jangan nakal, dedek masih kecil"


Cinta merasa malu sendiri, lalu berbaring di ranjang nya. Hari semakin sore, Aksa mendekat tubuh istri nya ikut berbaring pula, mengecup puncak kepala sang istri.


'Benar sekali, dia tahu siapa aku'


Cinta tersenyum manis.


Meski Cinta masih bingung, jika benar Aksara mengetahui identitas nya maka harus nya berbicara dengan nya.


'Apa mungkin dia ingin mengungkap penjahat nya, kalau begitu sebaik nya aku juga harus berpura-pura seperti diri nya'


Pikir Cinta dalam benak nya.


Sementara tangan Aksara mengelus perut istri nya yang masih rata.


"Tidur lah, jangan banyak berpikir nanti anak-anak kita juga banyak berpikir"


Cinta segera berbalik sehingga kini mereka berhadapan. Cinta mengelus lembut rahang wajah suaminya meski sebentar lagi berusia kepala 4 namun lelaki di hadapan nya itu sangat tampan.


"Kenapa? apa suami mu begitu tampan"


Cinta tersenyum manis.


"Ayo kita istirahat"


Cinta mengangguk mereka segera terbuai ke alam mimpi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2