
Min masih berkecamuk dengan pemikiran nya sendiri, sementara Rei sudah bangun dari sofa yang ada di kamar itu. Rei lantas berjalan pelan sambil mengulas seutas senyum devil nya, Rei mendekat kearah wanita cantik itu.
'Kau milik ku!'
Min tersentak tatkala tangan hangat menyentuh bahu nya.
Tok.....tok.....tok.
Tiba-tiba pintu kamar resort milik Min diketuk dari luar.
"Siapa?"
"Nona Cate makan siang sudah siap di lantai bawah"
"Baik aku segera turun"
Rei menatap wanita yang masih di dalam pelukan nya itu.
"Maaf pak saya harus makan siang"
Min mencoba dari sisi terlembut nya agar lelaki ini segera melepaskan nya.
"Aku tidak suka di permainkan, makanan bisa diantar kemari, aku ingin berbicara dengan mu?"
Min tidak tahu harus bagaimana lagi, kontrak nya disini masih tenggang dua bulan lagi sementara lelaki ini setiap hari mendesak nya.
"Apa yang mau bapak inginkan?"
"Aku hanya ingin kau berkata jujur akan diri mu"
Rei memandang wanita itu dengan tajam, karena dengan tatapan itu Min akan jujur, namun tak disangka saat ini wanita itu sangat tenang.
"Saya model yang anda pekerjakan untuk iklan internasional perusahaan dibawah kepemimpinan anda tuan CEO"
"Benarkah? tidak ada hal lain?"
Min menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada"
"Jika ada?"
"Itu adalah privasi saya pak, maaf saya ke bawah dulu untuk makan siang"
Min hendak mencapai handle pintu dari kamar resort itu namun seketika Rei kembali menarik diri nya. Rei segera memagut bibir manis wanita yang selama tiga tahun ini dia rindukan. Meski Min meronta tetap saja tenaga nya kalah, apa lagi sekarang sedang masa diet.
"Lepaskan!"
Min menjerit hingga tak sengaja tangan nya menampar pipi lelaki yang baru saja menikmati bibir nya setelah berpisah tiga tahun lama nya.
Min segera berlari menuju pintu, namun sebelum Min keluar Rei berkata.
"Cate belum bersuami, sedangkan kau sudah melahirkan seorang anak"
Min menghentikan langkah nya, hati nya mendadak gusar.
"Kenapa? kau kira aku orang bodoh yang tidak mengenali istri nya, seberapa cantik pun diri mu sekarang kau tetap Jasmina Melodia Sanunjaya bukan Cate Mid"
Min berbalik menghadap kearah Rei.
"Tahu apa kau masalah pribadi ku pak CEO yang terhormat, jangan mengurusi masalah pribadi orang lain urus lah masalah pribadi mu, istri dan anak-anak angkat mu, jangan sampai mereka juga meninggalkan mu, tinggalkan yang sudah kau buang dan rawat lah bunga di taman mu sendiri jangan sampai menunggu layu"
Ucapan itu Min ucapkan dengan garang dan lantang tanpa rasa takut. Lantas Min dengan segera bergegas menuju lift yang menuju pantai bawah untuk menyantap hidangan makan siang nya.
Rei membeku di kamar itu sendirian, wanita yang selalu dinantikan nya itu telah berubah menjadi dewasa. Benar kata wanita itu, dia tidak menyayangi bunga yang ada di taman nya ketika bunga itu tumbuh segar namun ketika mati, dia begitu terobsesi untuk menumbuhkan nya kembali. Rei menghela nafas berat dia sungguh tidak ingin menyerah.
Rei turun ke lantai bawah memasuki restoran resort milik nya, disana semua sedang menikmati hidangan makan siang yang lezat nampak ramai. Disana juga wanita yang dia cintai itu tersenyum senang melihat kelucuan dari salah satu kru mereka.
__ADS_1
"Tuan"
"Bayar penuh mereka selama 3 bulan, lalu bicarakan dengan mereka kalau pekerjaan mereka telah selesai"
"Kenapa tuan?"
"Tidak ada"
Rei hanya melihat kearah Min, sungguh hati nya sangat sakit. Beginilah cinta yang tak pernah bersambut, bagaimana dulu dia memperlakukan wanita itu hingga menyuruh nya menggugurkan kandungan nya itu.
Dikamar hotel tinggal seorang bocah lelaki kecil yang tampan ditemani asisten dari Andreas.
"Om"
"Iya dek"
"Ayah kemana?"
"Ayah bekerja dek, sedang meeting sebentar, adek mau main ya?"
"Tidak, adek tunggu ayah saja"
"Baik lah"
Tak berapa lama kemudian, pintu kamar hotel terbuka sosok yang Arvino tunggu telah kembali.
"Ayaahh!"
"Eh jagoan ayah sudah bangun ya?"
"Iya"
"Sudah, adek kan pintar ayah"
"Maaf ya dek ayah lama meeting nya, sekarang mau kemana?"
"Boleh, nanti ayah mandi dulu ya, adek bisa tunggu"
"Bisa"
Andreas mandi selama satu jam lantas setelah dia berpakaian rapih lalu mengajak asisten dan semua bodyguard untuk ikut bersama nya.
"Adek lapar tidak?"
"Lapar"
"Kita makan dulu ya"
"Dengan om yang dibelakang juga ya ayah?"
"Iya dong, mereka juga manusia"
"Oke ayah"
Mereka memasuki restoran memesan beberapa hidangan, mereka makan dengan lahap. Setelah nya mereka memasuki mall yang terbesar di negara Z ini.
"Mall nya ramai ayah?"
"Benar"
Andreas selalu menggendong bocah lelaki kecil itu, dia amat senang tak henti tertawa, menunjuk bahkan berbicara juga bertanya apa pun yang tidak dia ketahui.
"Ayah, adek mau main disitu"
Menunjuk pada perosotan yang agak sepi karena Arvino ditemani om bodyguard milik ayah nya.
"Baik lah, ayah mengawasi"
__ADS_1
"Oke"
Tapi nampak diseberang sepasang suami istri yang mulai sepuh namun terlihat masih energik siapa lagi jika bukan Aksara dan istri tercinta nya Cinta.
"Mamah sebenar nya mau beli apa sih?"
"Beli kado buat anak nya Raksa dan Aluna"
"Kenapa repot sekali?"
"Mamah bingung pah?"
"Kan anak perempuan belikan pernak pernik, tas lucu, baju ala-ala princess di kartun-kartun itu pasti suka"
"Pah dia anak umur 12 tahun loh, semua cucu kita tidak ada yang berusia dibawah 5 tahun loh"
"Oh iya papah lupa, mah"
"Papah sudah mulai pikun"
"Maklum lah mah, umur papah sudah 80 tahun loh"
"Ngaku tua juga"
"Siapa yang ngaku muda"
"Ya sudah mamah mau keliling toko dulu"
Mamah Cinta berkeliling, dia melihat sekeliling hingga mendengar tawa nyaring dari permainan anak yang ada disebelah toko. Mamah Cinta melihat anak kecil tampan lantas keluar melihat nya.
Dengan segera memotret anak itu, dia tidak sedang berhalusinasi karena putra bungsu nya sangat mirip dengan anak kecil itu.
"Segera selidiki foto anak itu"
"Baik nyonya Alkatiri"
"Ingat aku hanya menunggu selama dua jam"
"Baik nyonya"
Puk.....
Cinta menengok pada belakang nya, ternyata suami tua nya sudah berdiri dibelakang nya itu.
"Papah kirain mamah siapa?"
"Kenapa mamah disini?"
"Ah, tidak mamah sedang melihat anak-anak itu"
"Kita sudah punya 4 anak mah, dan lagi kita sudah punya 3 cucu meskipun perempuan semua tapi mereka sangat lucu"
"Lalu?"
"Jangan berpikir untuk punya anak lagi, meskipun papah mampu membiayai nya tapi kita sudah tuan papah sudah lansia mah"
"Papah kegeeran siapa yang mau punya anak lagi pah?"
"Nah mamah kan"
"Mamah cuman lihat anak kecil saja"
"Sudah lah ayo kita pulang, kita beli dari rumah saja kado nya"
Mereka segera menuju parkiran mall untuk pulang pasal nya cucu tertua mereka akan berulang tahun seminggu kemudian.
BERSAMBUNG.
__ADS_1