TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.134


__ADS_3

"Dino"


Aksara seakan bergumam.


"Saya bos"


Percuma juga jika Dino menghindar itu tidak ada guna nya dihadapan Aksara.


Rei menengok kearah sang paman yang menjawab sembari membungkukkan badan, yang berarti itu adalah tuan nya.


Cinta dan Melki yang kebetulan masuk membawa camilan sampai menjatuhkan camilan itu. Anak-anak Cinta juga merasa heran.


"Dimana Dino tuan?"


Aksara memandang lurus kearah Dino yang berdiri tak jauh dari ranjang yang dimana Aksara terbaring sakit.


Melki melihat lelaki berjubah yang menutupi sebagian wajah nya itu.


"Maaf"


"Kemari lah"


Dino mendekat lantas Aksara memeluk lelaki berjubah itu.


"Kenapa kau tidak kembali?"


Lirih Aksara.


"Maaf bos"


Melki mendekat serta merangkul nya dari belakang.


"Hai kawan kau semakin berat"


"Tentu saja karena aku makan banyak karena untuk menjaga tuan muda butuh tenaga kau tahu"


Deg.......


Mulut Dino memang seperti dulu tidak bisa di rem.


Aksara tersenyum miring, kelemahan orang terkuat ternyata ada pada mulut nya.


Rei memperhatikan semua nya, ada yang janggal karena selama di rumah kakek Aryandy dia tidak pernah memanggil tuan muda pada siapa pun.


"Arei Rafiensah Alkatiri, kau adalah putra bungsu ku"

__ADS_1


Aksara menatap Rei, menangkap salah satu tangan nya.


"Benarkah pa?"


Cinta sudah mendekat ke arah ayah dan anak bungsu lelaki nya.


"Benarkah dia Arei kita?"


Aksara mengangguk dengan cepat.


"Dia kembali pada kita pa, dia masih hidup"


Tangis pecah sang mamah, juga membuat Riana dan Indri mendekat.


"Adik bungsu kita masih hidup"


Ucap Riana dan Indri secara bersamaan.


"Yeaahhh, aku jadi kakak, aku jadi kakak"


Indri langsung merotasikan bola mata nya, secak kecil Riana selalu ingin di panggil kakak.


"Syukur lah kau sudah kembali"


BBRRAAKK


Raksa keluar dengan membanting pintu, Rieka hanya tersenyum hambar menyikapi kakak nya yang arogan itu.


"Riana seneng banget keluarga kita sudah lengkap papa"


Riana bergelayut manja pada sang papa.


Sementara Aksara tersenyum senang dengan keluarga nya yang lengkap.


"Dino kau sangat setia, menjaga harta berharga ku yang satu ini"


Mereka sudah beruforia namun tidak dengan Rei yang hanya terdiam sejak tadi.


"Sayang, ayo makan buah"


Tawar mama Cinta pada Rei.


"Terimakasih Tante"


Cinta menengok pada Aksara yang segera mengangguk. Cinta ingin menyuapkan buah itu namun Rei ingin memakan nya sendiri.

__ADS_1


"Pa makan malam kita pesan di restoran kesukaan Riana ya?"


"Boleh"


Riana segera memesan lewat ponsel pintar nya.


"Maaf saya harus segera pulang"


Deg...deg.


Cinta yang sedang membereskan tempat tidur segera mendekat.


"Ini keluarga mu nak, kau mau pulang kemana?"


"Benar, sebentar lagi kita akan makan malam"


Ucap Riana segera.


"Aku mau pulang, nenek sudah menunggu, kami biasa makan malam bersama"


"Kami juga mau makan malam bersama mu, papa dia akan tinggalkan bersama kita?"


Cinta meminta dukungan pada sang suami namun Aksara hanya diam.


"Maaf Tante, Rei harus pulang"


Cinta sudah menangis dengan kencang nya, tangisan yang membuat langkah Rei terhenti.


"Saya bisa menelpon nenek anda tuan supaya bisa makan bersama mereka"


"Rei bingung paman, kenyataan nya Rei bukan keluarga mereka"


"Mereka kedua orang tua kandung mu"


"Ini salah paman"


"Aku bukan paman mu tuan kecil, aku penjaga mu"


Saat pikiran Rei sedang kacau, Cinta mendekat lantas menggandeng putra bungsu nya untuk duduk dan makan malam bersama.


"Ayo sayang kita makan malam dulu ya"


Rei tidak menolak dan langsung duduk serta memakan makan malam nya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2