
Aksara sangat senang, membawa pujaan hatinya meski sebentar pergi berjalan di terik siang
Drrttt....ddrrtttt.
Nada panggilan darurat berdering di ponsel pintar milik Aksa, Aksara mendengus karena setting panggilan itu harus dia jawab.
"Iya"
"Cepat ke kantor, relasi kita ada yang datang mengajukan jadwal"
"Kan sudah ku bilang seharian aku ambil cuti"
"Ini semuanya sudah ada di lobi kantor"
Aksara mendengus kesal pasalnya mereka saat ini sedang ada di area pantai yang tenang juga sejuk.
"Baik lah, setengah jam lagi aku datang"
Tut.
Ponsel di matikan sepihak, lantas melihat sang istri yang terpulas di pundaknya. Aksara tersenyum, menepuk pipi istrinya pelan. Begitu lama, ditepuk namun tak ada reaksi. Aksara mendekatkan mukanya pada Cinta, sesaat kemudian ******* bibir istrinya yang ranum lagi manis.
"Hem, byy"
"Sudah bangun sayang"
Cinta mengucek matanya.
"Memang aku tertidur?"
Aksa tersenyum, menggelengkan kepalanya lalu tersenyum tampan.
"Byy ada kerjaan, sayang!"
"Mau ke kantor kah?"
"Iya tadi Dino telpon relasi byy sudah di kantor menunggu"
Cinta mengangguk.
Mereka segera berdiri meninggalkan kawasan pantai, menuju ke mobil Aksa yang tak jauh terparkir dikawasan itu.
"Kita ke kantor ya sayang?"
"Iya"
Senyum Cinta otomatis langsung membuat hati kesal Aksara yang dihubungi Dino sesaat tadi menguap entah kemana. Tak berapa lama kemudian mereka sampai di kantor, dengan segera Aksara menggandeng tangan Cinta untuk memasuki perusahaan milik nya.
"Sayang kamu disini dulu ya, byy mau meeting sebentar"
Cinta segera menganggukkan kepalanya, menyematkan senyum cantik yang menggetarkan jiwa Aksara.
"Kenapa lama sekali?"
"Kenapa harus memaksa!"
"Mereka sendiri yang datang secara mendadak, masa tidak di terima"
"Kau bisa beralasan yang lain"
"Paling 1 jam lah"
__ADS_1
Dino segera mengajak Aksara masuk ke ruang meeting. Mereka melakukan meeting sementara Cinta duduk sendiri di ruangan suaminya. Cinta berkeliling ruangan itu, semua serba ada, camilan kering di lemari, minuman dingin di lemari pendingin yang berukuran mini juga mesin kopi.
"Rapih, sempurna juga nyaman"
Cinta bergumam sendiri, duduk di sofa empuk di hadapan meja kerja sang suaminya. Perlahan Cinta mendekat ke kursi kerja itu, menduduki nya, memutar nya, nyaman lagi hangat juga harum tubuh suami nya berada disana. Meskipun Cinta selalu merasakan tubuh kekar itu berada diatasnya setiap malam. Cinta mendadak pipinya memerah, mengipas kemudian menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
"Rasa nya mengantuk sekali!"
Cinta tertelungkup di meja kerja itu, ada beberapa berkas yang tertumpuk rapih, Cinta menggesernya sedikit agar leluasa menaruh kepala nya di meja besar itu. Di tempat meeting itu, klien nya dari negara A membawa serta anak tunggal nya yang masih berusia 22 tahun, cantik, tinggi, lagi berpendidikan nan elegant. Sudah hampir 2 jam, Aksara berada di ruang meeting dengan kliennya hingga mencapai kata sepakat untuk sebuah proyek.
"Sudah berapa lama kita meeting?"
"Hampir 2 jam tuan"
Ucap Melki, Aksara menatap tajam pada kedua asisten nya itu.
"Menangani klien itu saja tidak becus!"
"Maaf beliau banyak mau nya tuan lagi tidak ingin bekerja sama jika tidak ada tuan"
"Tuan Wicaksara"
Tiba-tiba si klien menyusul dengan putri nya dibelakangnya.
"Oh tuan, ada apa anda mencegat saya?"
Tentu Aksara berkata dengan sopan dan seramah mungkin.
"Saya ingin berbicara secara pribadi tuan?"
Aksara melihat kearah Melki, Melki segera mempersilahkan para tamu bos nya itu untuk masuk ke ruangannya.
Ucap nya dengan nada yang sangat sopan namun penuh dengan kesombongan.
"Alie cepat sapa tuan Wicaksara!"
"Halo tuan saya Nath"
"Senang kenal dengan mu, lantas apa yang membuat tuan ini ingin berbincang dengan saya secara pribadi"
"Saya ingin berbincang dengan tuan tidak lain untuk mengenalkan anak kami ini agar kiranya di pertimbangkan menjadi calon istri bagi tuan"
Aksara langsung tersenyum, sementara Melki dan Dino saling pandang.
'Beruntung nya tuan Aksa selalu dikelilingi wanita cantik tanpa bersusah payah'
Monolog Melki dalam hatinya.
'Di rumah saja sudah ada dua, ini tambah lagi mau diapakan nanti'
Monolog Dino juga.
"Maaf tuan saya sudah menikah secara legal baik hukum juga agama"
"Anak kami bisa menjadi yang ke berapa pun!"
"APA!"
Bukan suara Aksara melainkan suara kedua asisten berstatus jomblo nya itu.
"Tidak tuan, terimakasih, maaf saya ada kesibukan lain"
__ADS_1
Aksara langsung bergegas pergi menuju ruangannya yang mewah.
'Sombong sekali kau lelaki muda, sebentar lagi kau akan menangis darah'
Ucap lelaki paruh baya seusia Daddy Ditya itu.
Lantas lelaki itu segera menarik wanita berusia 22 tahun itu untuk pergi dari kantor Aksara, kantor termegah dikawasan elit itu.
Aksa melangkah dengan cepat dan terburu menuju ke ruang kantornya, lantas membuka pintu kantornya yang nampak sepi lagi bersih. Aksara clingukan disana karena tak mendapati istri belia nya. Dengan teliti Aksara mencari hingga di dapatnya di kursi kerjanya, tubuh mungil itu. Aksara mendekati tubuh mungil yang tertelungkup di meja kerja nya itu.
"Aku sangat khawatir, sedangkan kau tidur dengan nyenyak nya"
Aksara segera membopong istrinya menuju ranjang besar yang ada disebelah ruang kerjanya. Aksara ikut berbaring bersama istrinya itu, mereka terlelap dengan saling berpelukan.
"Eeuungghh......"
Cinta melenguh kan tubuhnya, segar dan nyaman lagi ada di pelukan hangat sang suami. Cinta memandang suaminya yang tampan, yang sedang tertidur pulas, Cinta mendongakan wajah nya.
"Kau memang sangat tampan"
Mengelus rahang sang suami, mengelus dada nya kemudian turun ke perut.
"Sixpack, dan.........."
"Dan hot"
Aksara sudah menangkap jari jemari Cinta yang nakal. Membalik tubuh mungil kesukaannya itu dibawah kungkungan tubuhnya. Dalam sekejap mereka memulai pergulatan panjang di atas ranjang.
"Ahhhh.....sudah om, pinggang Cinta pegel nih"
"Bar juga sebentar"
Aksa hendak memulai kembali menggempur istri nya, namun dengan segera Cinta menahannya.
"Cape byy......"
"Baik lah"
Aksara segera turun dari atas tubuh istrinya, dan langsung menggendong istrinya untuk mandi bersama. Tepat makan malam sepasang suami istri itu sampai di rumah utama Alkatiri.
"Ayo kalian makan lah!"
Ucap sang mommy ramah.
Dengan segera sepasang suami istri itu ikut duduk memakan hidangan lezat itu.
"Hari ini mommy sekaligus mengumumkan pada kalian, jika mommy menerima Cinta menjadi menantu mommy, jadi tidak ada lagi pencarian menantu, mommy meminta maaf pada kalian"
Setelah berucap demikian sang mommy segera menuju kamarnya, sementara 2 orang wanita itu terlihat begitu geram nya.
'Aku tidak akan membiarkan wanita itu bahagia'
Ucap Cath dalam hati.
'Lihat saja nanti'
Monolog Karenina dalam hati.
Kali ini mereka tak akan mengalah atau kehilangan lagi. Dengan berbagai hal licik telah siap di otak mereka.
BERSAMBUNG.
__ADS_1