TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.332


__ADS_3

Mereka saat ini sedang berada di ruang makan keluarga, berbicara hangat sampai pada percakapan tadi.


"Bagaimana maksud mu Adidharma?"


Tanya Daddy Rei karena seolah sahabat tua nya itu menyimpulkan sesuatu.


Paman Rindi melirik keponakan nya yang sudah manyun itu, paman menghela nafas berat.


"Tanyakan pada menantu mu saja, aku bingung harus bagaimana?"


Ucap paman pada semua yang hadir.


"Paman!"


Rindi ngambek pada paman nya, Andra tersenyum jika istri nya sangat manja. Andra mengelus rambut cantik istri nya yang tergerai itu.


"Manja banget yang"


Bisik nya pada sang istri sambil mendekatkan bibir nya pada telinga istri cantik nya.


"Geli mas"


Andra tersenyum senang.


"Jadi kapan akan kau beri tahu suami mu itu?"


Andra heran pada paman Rindi itu.


"Memang ada apa paman?"


Tanya Andra memandang kearah paman dan istri nya secara bergantian.


"Beritahu saja nak, memang ada berita apa?"


Ucap mommy Jasmin, sambil tersenyum manis pada menantu nya itu.


"Jadi........"


Rindi mulai berkata namun dia bingung harus bagaimana. Andra menggenggam tangan sang istri.


"Katakan saja, mas akan selalu mendukung mu sayang ku"


Rindi mengangguk sambil tersenyum karena tangan nya di genggam oleh lelaki tercinta nya.


"Jadi sebenar nya, aku sudah hamil 3 Minggu"


Semua orang ternganga mendengarkan penjelasan Rindi. Melihat respon dari semua nya tentu nya Rindi heran, karena sedang hamil perasaan nya sangat sensitif.


"Kalian tidak bahagia ya?"


Langsung saja air mata Rindi turun membasahi pipi nya, Andra yang sadar dengan hal demikian memeluk tubuh mungil istri nya yang masih langsing.


"Kamu salah sayang, kita shock banget karena terlalu bahagia, begitu pun dengan mas, ya ampun yang kita baru saja menikah sudah diberi momongan loh, mas tinggalin ayang karena kita masih pengantin baru loh belum juga 6 bulan"


Ucap Andra, memeluk dengan hati berbunga-bunga seraya mengecup wajah Rindi.

__ADS_1


"Jadi Daddy akan segera jadi opa"


Daddy Rei sangat senang dan sangat bangga.


"Tokcer banget Vin, Daddy jadi opa ganteng nih"


Lelaki baya itu tertawa, bahkan paman hanya menggelengkan kepala nya karena merasa heran.


Tak terkecuali ayah Andreas.


"Aku mau mongmong lagi nih"


Ayah Andreas tersenyum, istri nya mengangguk menyetujui.


"Wah cucu nenek sudah hadir rupa nya sehat-sehat cucu ku ya"


Ibu Amelia mendekat kearah Rindi mengelus perut wanita yang menjadi istri Andra itu meski masih rata.


Rindi tersenyum, Andra sangat bahagia dia akan segera menjadi orang tua.


"Selamat sayang, kau memberi ku kesempatan untuk menjadi orang tua"


Andra mengecup kening istri nya itu.


"Niat nya mau ku jadikan surprise saat kamu ulang tahun mas"


"Sama saja sayang, terimakasih ya sayang, ini kado terindah buat mas sepanjang hidup mas loh"


Andra mengungkapkan rasa bahagia nya karena telah di beri hadiah sebesar ini oleh wanita tercinta nya.


Andra bahkan menitikkan air mata nya dengan tanpa malu, Rindi mengusap air mata yang menetes di pipi suami nya itu.


"Mas sangat sangat menerima nya sayang, mas bahagia sekali yang"


Andra kembali memeluk istri nya itu, segera menciumi nya hingga Rindi mengadu geli.


"Cepat bawa istri mu istirahat Vin, nanti kecapean mommy tidak ingin menantu mommy lelah dan anak mu merajuk, pasti anak mu nakal seperti diri mu"


Ucap mommy dan kedua suami istri itu saling tersenyum.


"Iya sana bawa istri mu istirahat, manja manjakan dia"


Timpal Daddy Rei.


"Siap"


Andra menggendong istri nya menuju kamar paling depan, karena sesaat tadi Daddy Rei memerintahkan pelayan untuk memindahkan semua barang di kamar Andra ke kamar bawah agar istri nya yang hamil tidak harus naik turun tangga.


Andra menaruh istri nya di ranjang dengan pelan, tanpa aba-aba menyingkap kaos yang melekat di tubuh istri nya itu.


"Kesayangan Daddy apa kabar?"


Rindi memperhatikan wajah suami nya yang sedang menempel di perut nya.


"Maaf ya sayang Daddy baru melihat mu, kamu di dalam perut mommy ya, sehat-sehat ya, Daddy mencintai mu, terimakasih sudah datang ke perut mommy"

__ADS_1


Andra mengelus pelan perut rata istri nya.


"Masih sebiji jagung kali mas dedek nya"


"Aku tahu sayang"


Rindi mengelus rambut kepala Andra suami nya yang sangat tampan, dia tidak menyangka bisa menikah dengan lelaki yang sangat dia cintai.


"Kangen ya yang?"


Rindi mengangguk tersenyum malu, Andra tersenyum dengan tampan memeluk istri nya.


"Lama sekali tidak bisa memeluk mu sayang"


Andra langsung melabuhkan bibir nya mengecup bibir lembut istri nya, menjilati nya bahkan menyesap nya.


"Mas........"


Lirih Rindi tapi tangan nya di kalungkan ke leher Andra, seolah tidak ingin berpisah jauh dari suami nya.


"I love you"


Rindi tersenyum cantik mereka kembali menautkan bibir mereka dengan panas, kerinduan Andra sebulan ini begitu menggebu.


"Mas pelan-pelan"


"Iya sayang"


Andra dan Rindi bergumul menyatukan hasrat Rindu mereka yang terpendam, namun baik Rindi atau Andra berlaku sangat lembut. Terutama Andra, dia tidak ingin anak nya ngambek sehingga bisa menyakiti mereka berdua Rindi dan calon anak mereka.


"Cape yang?"


Rindi mengangguk.


"Tapi aku sangat suka"


Ujar nya meski Rindi kelelahan namun Andra tersenyum senang karena istri nya sangat menginginkan nya.


"Tidur lah, nanti malam jam 8 kita ke pesta pernikahan Will"


"Iya sayang"


Andra tak ingin mandi selesai mereka bercinta namun menemani istri dan anak nya sekaligus.


Rindi tidur miring sehingga Andra memeluk nya dari belakang bahkan merengkuh seluruh tubuh kurus istri nya.


Beberapa kali juga Andra mengecup pucuk kepala istri nya, mengusap perut istri nya dan membelai rambut nya. Tak berapa lama nafas istri nya mulai teratur, Andra menyingkap rambut yang menutupi wajah istri nya itu.


Rambut istri nya basah karena keringat, dan itu disebabkan oleh diri nya karena hampir 2 jaman memacu tubuh cantik istri nya itu.


"Mas sangat menyayangi mu dan anak kita, selamat tidur nyenyak sayang ku"


Andra pun ikut menyusul istri nya berkelana di alam mimpi dan terlelap bersama.


Sementara di hotel yang akan diadakan resepsi mewah dan megah lagi secara besar-besaran itu semua keluarga inti sedang di rias oleh penata rias terkondang di negara A. Dengan balutan gaun dan jas mahal tuan rumah tak tanggung-tanggung untuk mengenakan rancangan designer ternama.

__ADS_1


William dan Lisa di make up dalam satu kamar, yaitu kamar kedua nya untuk melakukan prosesi malam pertama setelah nanti resepsi selesai. Begitu pun dengan kakak dan Daddy nya di rias di kamar mereka masing-masing.


BERSAMBUNG


__ADS_2