TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.333


__ADS_3

PRANG.......


Gelas koktail mahal meluncur ke muka Carmen, gadis itu menghindar tatkala dia memasuki rumah utama keluarga Lewes.


"Masih berani pulang kau!"


Mata papah nya melotot berwarna dengan seram, Carmen bergidik ngeri rasa nya, bulu kuduk nya meremang. Sang papah seperti raja neraka saja bagi nya yang siap menjemput nyawa Carmen.


"Pah.....!"


"Mana janji mu sudah dua Minggu, malah undangan keparat ini yang papah terima, apa kerja mu, apa kau masih menjadi pemuas lelaki tak bertulang yang selalu berlenggak-lenggok di depan umum itu!"


Tuduh Tuan Lewes berdasarkan fakta dari mata-mata nya memang demikian.


"Aku sudah berusaha pah, lagi pula yang akan menjadi istri nya adalah budak ku dia tak akan macam-macam meski Will ingin pernikahan normal sekali pun"


"Papah tidak percaya sama kamu ya Carmen kalau kamu merusak hubungan yang sudah sah maka kau akan dituding oleh orang-orang itu simpanan, wanita gelap atau pelacur dari Will. Papah ingin kau jadi istri sah meski dibelakang kau main serong asal kau punya ketegasan status"


Ucap Tuan Lewes kepada Carmen dia sangat geram pada anak semata wayang nya yang mengumbar tubuh pada pria lain yang menjadikan nya pemuas saja.


"Sekarang papah tanya apa mau mu?"


Carmen menunduk diam.


"Aku tak tertarik pada Will pah"


"Jika kau tak tertarik lantas kau menjadi pemuas nafsu lelaki yang tak bertanggung jawab itu, jika kau hamil apa lelaki itu akan bertanggung jawab?"


"Aku bisa mengurus anak ku sendiri"


Ucap Carmen lantang.


"Meski tanpa bantuan ku, dan tanpa dukungan dari papah mu ini"


Ucap Tuan Lewes, Carmen terdiam.


"Apa yang kau andalkan tanpa diri ku Carmen, bahkan lelaki itu pasti akan membuang mu seandai nya kau ku buang"


Carmen tersentak akan ucapan papah nya lantas dia berfikir, mungkin ucapan sang papah ada benar nya juga.


"Will begitu mencintai mu, meski dia tahu tubuh mu di berikan pada banyak lelaki asal tidak menyinggung perasaan nya, tapi kau justru melakukan kesalahan fatal dengan memberikan pengganti, lihat dia akan memanjakan istri nya itu, dan sebentar lagi kau akan menyesal karena menyia-nyiakan lelaki berhati malaikat seperti Will"


Tutur tuan Lewes panjang lebar.


"Bukan hanya untuk bisnis papah Carmen, tapi karena papah ingin kau tahu jika Will mencintai mu dan berharap bisa menjadi pendamping mu, meski German tahu namun lelaki itu diam sampai kau melemparkan bangkai ke muka mereka"

__ADS_1


Carmen terdiam saja tanpa sepatah kata pun.


"Pergi lah, lepaskan istri nya Will, kau sudah papah anggap gagal Carmen, semua nya percuma, papah juga akan pindah ke negara M saja, terserah jika kau masih ingin disini, perusahaan papah disini sebentar lagi akan bangkrut jadi papah akan melelang nya besok dan akan papah jadikan modal usaha di negara M"


Ucap sang papah terakhir untuk putri nya, Carmen terdiam. Dia merasa tidak berguna sama sekali karena membiarkan usaha sang papah bangkrut.


"Papah dan mamah mu akan pergi besok pagi, semua lelang akan di lakukan bank jadi papah menerima sisa pelunasan dari bank saja, jika kau berniat ikut maka ikut lah jika tidak maka biar lah kau disini"


"Lalu aku disini dengan siapa pah?"


"Ada paman dan kakek nenek mu disini"


Sang papah dengan lesu menaiki tangga rumah lantai 2 itu. Dia sudah pasrah untuk nasib nya kerena mungkin lebih baik pulang ke tempat asal nya di negara M.


"Maaf jika selama ini papah sudah memaksa mu untuk menerima lelaki yang tak kau suka"


Carmen masih berdiri di tempat nya, dia segera menelpon asisten nya di apartment.


"Iya nona"


"Pergi dan cari pekerjaan lain, papah ku bangkrut aku tidak punya uang untuk menggaji mu"


Sambungan ponsel diseberang tak ada jawaban, mungkin masih shock dengan kabar demikian.


"Aku tidak tahu"


Suara Carmen nampak serak, dia bingung karena tanpa di duga usaha sang papah sudah hancur karena diri nya.


"Ambil kalung dalam kamar ku, itu gaji terakhir mu, maaf"


"Nona"


"Besok aku akan kesana, menjual apartment ku dan resign dari modeling itu"


"Nona akan kemana?"


"Jangan hubungi Lisa lagi, blokir nomor nya, pergi lah"


Di seberang sana nampak menghela nafas berat, setelah sambungan Carmen matikan secara sepihak.


"Lisa semoga kau bahagia"


Itu lah sebaris kata yang asisten Carmen kirimkan pada Lisa lantas memblokir nomor nya.


"Ini semua buah dari perbuatan nona sendiri, membuang tuan William yang begitu mencintai nona pada akhir nya nona yang kehilangan semua nya"

__ADS_1


Lirih asisten Carmen, dia akan ke salon malam ini untuk menghadiri pesta resepsi milik Lisa dan William. Bagaimana pun Lisa sudah 6 bulan ini menjadi teman dari asisten Carmen ini.


Lisa sangat baik, cantik, namun nasib nya saja yang kurang beruntung ditabrak oleh Carmen dan di bawa ke negara A ini.


Drrtt.....drrtt.


Ponsel German bergetar di saku celana nya karena rambut nya sedang di stylis.


"Iya"


"Tuan, tuan Lewes perusahaan nya akan di lelang besok pagi, tapi menurut kabar tuan Lewes tak akan hadir karena beliau sudah memesan tiket perjalanan untuk menetap di negara M"


"Bagaimana dengan anak nya?"


"Belum ada kabar nya tuan, tapi 15 menit lalu menghubungi asisten nya itu agar mencari pekerjaan lain, gaji asisten nya di berikan kalung berlian dan dia sudah resign dari dunia model"


"Begitu kah?"


"Besok apartment milik nona Carmen akan di jual murah tuan"


"Baik beli semua nya nanti"


"Siap tuan"


German tersenyum manis, ini lah akhir perjalanan hidup sahabat nya. Mungkin mereka sudah tidak berjodoh pikir German.


"Siapa dad?"


"Hanya seseorang mengabarkan kebangkrutan keluarga Lewes"


"Kok bisa"


"Karena 3 bulan lalu produksi pabrik mereka tak laku di pasaran internasional dan biaya produksi membengkak tak tertutupi jadi lah hutang sana-sini dan bangkrut"


"Pada hal perusahaan keluarga Lewes itu terbilang sukses"


"Benar, tapi mereka tak membaca kemauan pasar jadi lah seperti ini, lagi pula bisnis itu di geluti keluarga Alkatiri dan Mid yang sekarang di kelolah oleh satu orang"


"Benar hampir lupa dad"


Ucap Aditya, dia tak ingat jika papah adopsi nya itu mahir dalam bidang ini. Tentu saja keluarga Lewes hanya debu di hadapan perusahaan milik Alkatiri grup.


Sedangkan di kediaman utama Mid, mereka yang mendapatkan undangan sedang bersiap-siap. Tak terkecuali bibik dan Anita, bahkan Novan dan Roy juga nampak sibuk memilih pakaian mereka untuk malam ini.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2