TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.47


__ADS_3

Aksara menatap nanar pada sang istri, lantas terdiam begitu saja di balkon. Melihat istrinya berbalas pesan dengan orang lain atau lebih tepatnya lelaki lain, Aksa terduduk di kursi balkon jam masih menunjukkan pukul 3 pagi.


Trriinngg......trrinngggg.


Ponsel kembali berdering, sang istri dengan bahagia mengangkat ponselnya sambil berlari kearahnya. Cinta menempelkan jari telunjuknya ke bibir nya sendiri, menjawab dengan lembut.


"Iya kak"


Aksa makin mempertajam pendengarannya, diseberang sana nampak suara seorang wanita berbicara meski dengan nada sendu.


"Cinta kakak kangen, maaf ya kakak selalu menghubungi mu setiap malam"


Mata Aksa membulat ketika suara si penelpon dia kenali, Cinta sadar itu langsung mengecup bibir suaminya, pipi, bahkan memeluk nya.


'Oh ya tuhan, apa yang baru saja ku pikirkan, aku pikir dia menerima telpon dari seorang lelaki nyata nya Rista'


Gumam Aksa.


"Kok masih disini?"


Aksa tergagap dari lamunannya, dia sangat kikuk menjawab pertanyaan sang istri.


"Ini sudah mau pagi byy!"


"Memang kenapa?"


"Nanti mommy marah"


"Ini rumah ku dan itu mommy ku juga"


Aksa meraih tubuh Cinta.


"Byy pikir aku selingkuhnya?"


Tanya Cinta polos sambil mendongak kearah sang suami.


"Iya kan?"


"Enggak"


Sesantai mungkin Aksa menjawab, bisa marah istrinya bila dia punya pikiran begitu dan lebih fatalnya lagi tidak akan memberikan hak nya malam nanti.


"Ngaku gak ?"


"Enggak"


"Jujur atau Cinta marah"


"Iya"


"Bisa-bisa nya berbohong"


"Enggak bermaksud kesana"


Cup...cup.....cup.


Cinta mengecupi leher sang suami dengan mesra, lantas Aksara menggendong kembali tubuh istrinya ke ranjang.


"Sebagai biaya tutup mulut"


Ucap Cinta mengecupi leher suami nya kembali dan itu sangat Aksara sukai dari istri cantik nya.


"Jadi, sudah berani bernegosiasi dengan suami mu ini"


"Bukan kah seorang pembisnis selalu bernegosiasi?"


"Tapi tidak dengan kamu sayang"


"Gombal"


"Kan cuma gombalan kesayangan nya byy"


"Jangan bilang kak Haris kalau kak Rista menghubungi Cinta"

__ADS_1


Aksa mengangguk namun dibawah sana dirinya terus bergerak aktif, untuk memuaskan hasrat mereka berdua. Tak berapa lama mereka telah selesai dengan kegiatan panas nya lantas tertidur.


Sedang mereka dalam keadaan mabuk cinta tapi tidak bagi seorang lelaki yang terdiam dan mengurung diri di rumah nya sendiri. Kesehariannya hanya duduk di meja kerja nya, karena dengan demikian Rista akan mencarinya.


"Ayy, mas menunggu mu"


Haris membuka buku diary dari sang istri lantas menorehkan isi hatinya disana.


DALAM INGATAN


Dalam kesepian ku


Terbalut pijar rindu


Selaksa narasi tak berirama


Sepi dalam setiap pijak ku


Kekasih


Kini aku telah jatuh


Akan pesona cinta mu


Aku serasa raga tak berjiwa


Pekat malam berjuta bintang


Seolah merajutkan senyum mu


Bak asa ku yang mengembara dalam waktu


Syair ku berisikan tentang hadir mu


Aku menanti akan cinta


Aku meniti akan rindu


Terpahat indah nama mu


Setelahnya Haris menutup diary itu, dia berdiam diruang kerja karena saat itu Rista akan masuk dengan segelas cangkir kopi. Dan tak lupa berkata pesan yang mengingatkan dirinya supaya beristirahat lagi menjaga pola makannya.


Haris terdiam beberapa saat mengelus meja tempat biasa yang selalu istrinya letakkan kopi.


"Ayy kau dimana"


Haris menelungkupkan wajah nya dimeja kerja.


"Aku tidak boleh gila, aku harus menemukan nya"


Gumam Haris sendiri.


"Kau tahu, lihat sekarang aku hancur tanpa mu"


Haris mengelus Poto istrinya yang terpajang besar di ruang kerjanya, memeluk nya, menciumnya bahkan saat ini air mata nya jatuh deras. Haris duduk di lantai sambil menekuk kaki nya, merangkulnya merapat serta menenggelamkan wajahnya diatas lututnya itu sambil bahu nya bergetar.


Setiap malam Haris tak pernah tertidur, bahkan sudah terhitung 3 hari dia diam.


Tok...tok


Mamah Paramitha datang ke rumah sang anak karena sudah tiga hari bahkan ini hari ke 5 putra sulung nya tak keluar rumah.


"Kemana anak itu?"


Monolog mamah Paramitha.


Nampak rumah sangat gelap serasa tak berpenghuni. Mamah melihat pijar lampu dari ruang kerja sang anak. Dengan segera melangkah membuka pintu tersebut, dan alangkah terkejutnya sang mamah melihat putra nya tergeletak dilantai yang dingin.


"Harriiisssssssss......"


Seru mamah Paramitha dengan sekuat tenaganya. Mendengar jeritan sang istri, Alan Dimitri berlari memasuki pintu rumah sang anak diikuti Ditya Alkatiri juga Aksara dibelakang nya.


"Ada apa ini mah?"

__ADS_1


"Tolong Haris pah, tolong....."


Sang papah begitu trenyu melihat sang putra begitu terpuruk, papah Alan hanya menyangka jika sang putra baik saja lantas hanya bekerja dari rumah agar tidak mengganggu yang lain di kantor.


Papah Ditya segera menelpon sang supir agar bersiap ke rumah sakit, mereka bertiga menggotong Haris ke rumah sakit. Dan pada akhirnya Haris di larikan ke rumah sakit di hari ke 5 itu.


"Jangan melamun, angkat dia dulu"


Mobil segera melaju, ketiga pria gagah yang menaikinya. Sementara mamah Paramitha hanya menangis tersedu, seakan tak punya daya sekedar melihat anak nya itu.


"Jangan menangis mah"


Mamah Paramitha menggelengkan kepalanya dengan cepat namun air matanya semakin membanjiri pipinya.


"Kita harus tabah mah"


"Mamah tidak sanggup pah jika harus melihat Haris direhabilitasi lagi"


"Kali ini tidak akan, percaya lah"


Mamah Paramitha hanya mengangguk lemah.


Mobil sampai di rumah sakit terbesar dikota itu, tubuh Haris segera dibaringkan ke brankar. Tubuh yang kurus tak terurus bahkan hanya seperti tinggal jasad tanpa jiwa. Aksara pun sangat terpukul lagi dan lagi Haris mengalami tragedi percintaan yang dramatis sekali pikir nya.


Drrttt......ddrrttt.


"Iya sayang ku?"


"Bagaimana kabar kak Haris, byy?"


"Entah lah sayang, byy sendiri tidak tahu bagaimana mestinya sekarang"


"Apakah parah"


"Sayang pada dasarnya sakit yang berasal dari jiwa itu tidak ada obatnya sama sekali hanya orang itu sendiri dan penyebab nya yang bisa membuat obat"


Ucap Aksara, Cinta terdiam mencerna semua perkataan sang suaminya.


"Apa byy butuh bantuan dari Cinta?"


Ucap Cinta ragu.


"Kalau sayang mau, maka bantu lah sebisa nya"


"Tapi Cinta kesel sama kak Haris"


Lirih Cinta.


"Kan kita tidak tahu urusan rumah tangga mereka, jangan ikut campur tapi kita wajib membantu"


"Iya deh byy"


"Kok ada deh nya"


"Ya ga apa dong"


"Makin gemesh byy tuh sama kamu sayang"


"Iya kan semalem full"


"Ha...ha....ha"


Aksa tersenyum geli, untung dia angkat telepon istrinya di balkon yang cukup jauh dari kamar rawat Haris.


"Cinta tutup dulu telponnya ya byy"


"Iya sayang hati-hati di rumah ya"


"Iya"


Aksa mengakhiri sambungan ponselnya, bergegas kembali ke ruang rawat Haris untuk melihat kondisi adik sepupunya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2