
Andra beserta keluarga inti nya memasuki mansion besar milik keluarga Mid. Min tersenyum melihat rumah dimana dia menemukan Daddy dan mommy kandung nya.
"Apa kau bahagia sayang?"
Min mengangguk di tanyai demikian oleh lelaki yang sampai saat ini masih menjadi suami nya.
"Tentu saja sangat bahagia, meski pun hanya berdua dengan Arvino"
Andra tersenyum karena wajah ceria lelaki tua yang menjadi Daddy nya itu berubah muram.
"Ha.....ha, mom lihat wajah Daddy kelipet"
Mommy Jasmin melihat suami dan anak nya seraya tersenyum manis.
"Memang iya kok tidak ada Daddy mu"
Ucap mommy Jasmin.
"Loh Daddy kan tidak tahu kalau Arvin ada diantara kita sayang"
Andra melihat Daddy nya memperhatikan kedua pasangan tua disisi nya.
"Tidak tahu atau tidak mau tahu?"
Ucap mommy Jasmin agak cemberut.
"Tidak tahu"
Ucap Daddy Rei perlahan lantas membawa masuk anak dan istri nya ke rumah mertua nya yang sempat beberapa tahun dia lihat. Akibat memikirkan sang anak yang tak kunjung membuka mata juga cucu mereka yang hilang jadi nya pasangan Mid itu meninggal begitu saja.
Min melihat sekeliling rumah megah itu masih seperti dahulu, tidak ada yang berubah, banyak foto-foto dari keluarga nya.
"Rumah ini masih sama ketika baru aku tinggalkan"
Ucap mommy Jasmin ada gurat kesedihan di mata nya itu, Andra terdiam saja melihat kesedihan itu.
"Iya semua nya tidak ada yang berubah, aku sengaja mom, karena aku percaya mommy pasti akan kembali ke sini"
Mommy Jasmin mengangguk, dia mengusap air mata nya.
"Jangan sedih mom, opa dan Oma pasti senang karena mom bisa kembali berada di rumah ini"
Mommy Jasmin hanya mengangguk, karena saat ini Andra menggenggam kedua tangan nya itu.
Daddy Rei melihat interaksi kedua nya, sungguh dia menyesal karena 3 tahun terlewati dan 35 tahun menunggu nya kembali.
"Daddy senang sekali bisa berkumpul seperti ini lagi"
Mereka ibu dan anak itu menoleh pada seorang lelaki baya itu.
"Kapan kau akan mengenalkan istri mu sama mommy?"
"Mommy sehat dulu nanti kita kasih kejutan untuk nya mom, dia pasti sangat senang"
"Dia tidak ikut kemari?"
Andra terdiam dengan ucapan sang mommy.
__ADS_1
"Dia baru sebulan menikah istri nya langsung di tinggal untuk menemani mu sayang"
Ucap Daddy Rei menyahuti pertanyaan yang istri nya lemparkan pada sang putra.
Tiba-tiba pelayan datang ke hadapan mereka.
"Makan malam sudah siap tuan dan nyonya"
Mommy Jasmin tersenyum pada pelayan itu.
"Kami akan segera kesana"
Mereka bertiga memasuki rumah, Andra dan Daddy Rei berjalan sementara Daddy Rei mendorong kursi roda milik istri nya.
"Wah seperti nya ini semua makanan kesukaan mommy"
Mommy Jasmin tersenyum hangat saja, lantas mereka sudah sampai di meja makan.
Para pelayan menghidangkan berbagai menu di meja dengan banyak, semua makanan kesukaan dari Mommy Jasmin dan Andra.
"Wah ini kesukaan Avin semua, mom"
"Iya makan lah"
"Hem mantep nih"
Tak tanggung-tanggung Andra memakan hampir semua menu, Daddy Rei sampai kaget melihat selera anak nya yang memakan hampir semua nya.
"Enak sekali ya"
Mommy Jasmin juga mengucapkan hal yang sama dengan Andra.
Begitu pun dengan keluarga Lordian yang sedang makan malam anggota keluarga mereka sekarang ada 4 karena bertambah dengan wanita yang baru saja William nikahi.
"William bagaimana?"
"Dia setuju untuk mengadakan resepsi kapan pun"
German mengangguk paham.
"Baik lah Daddy akan mempersiapkan semua nya untuk acara resepsi nya, mungkin semingguan ini"
"Aku tidak mau mengundang Carmen, hari ini dia membuat masalah"
"Hem, masalah apa?"
"Dia ngelabrak kami dad, membuat masalah di tempat umum"
"Oh ya, jadi dia sudah tidak risau dengan nama baik mereka"
"Entah lah, dia jadi bar-bar"
"Mungkin dia sudah kena karma atau apa pun"
Aditya menyahut.
"Mana mungkin, pasti papah nya yang menyuruh nya kembali kepada William agar bisa mendapat suntikan dana dari Daddy"
__ADS_1
Baik Aditya, Lisa maupun William mereka saling pandang.
"Kok Daddy tahu sih?"
"Papah nya Carmen itu temen nya Daddy jelas dia mau anak nya berhubungan dengan William karena suntikan dana dari Daddy apa lagi"
William terdiam, rupa nya gadis yang di puja nya hanya menginginkan harta tak lebih. Pantas selama ini Will meminta keseriusan tak pernah di tanggapi. Tangan Will mencengkram kuat sendok nya, dada nya panas sekali.
Kesetiaan yang dia berikan, pujaan atau pun sanjungan tak lagi di pandang oleh wanita hiper *** itu.
"Sudah jangan di pikirkan Will, bagaimana pun kau harus bersyukur karena dari dia kau mengenal Lisa"
Ucap Daddy German.
"Aku terlalu buta dan bodoh karena mencintai Carmen, wanita pecinta banyak pria itu"
Ucap Will penuh dengan rasa bersalah pada sang Daddy karena tak sedikit uang yang Will keluarkan untuk memenuhi ambisi wanita murahan seperti Carmen.
"Tapi sejak kapan Daddy tahu jika Carmen itu wanita seperti itu?"
"Sejak kau pertama kali berhubungan dengan dia, bahkan dia masih menjadi kekasih dari preman yang menguasai jalanan kota selatan"
Pantas saja Carmen selalu meminta nya menjemput di rumah bibi nya yang terletak di kota selatan.
"Kenapa Daddy tidak memberitahu pada ku?"
"Daddy hanya ingin kau melihat nya sendiri boy"
Will mengangguk paham.
"Kau sudah dewasa tentu nya mengerti wanita seperti apa yang harus ada di sisi mu?"
"Iya dad, Will mengerti"
"Daddy tidak ingin mengekang mu jika pun kau menikah dengan Carmen tentu Daddy punya cara nya untuk membuat wanita liar itu duduk diam"
"Terimakasih dad, sudah melindungi dan menjaga perasaan ku"
"Tentu saja, itu juga berlaku untuk kakak mu kalian adalah putra kebanggaan dari Daddy"
Aditya tersenyum, memukul lengan adik bungsu nya satu-satu nya dengan pelan. Lisa hanya tersenyum saja melihat keakraban dari ketiga lelaki yang menghuni rumah besar itu.
"Aku pamit mau tidur dulu"
"Ya istirahat lah, Daddy juga lelah"
"Selamat istirahat dad"
Ucap kedua anak German dan juga Lisa tentu nya.
Lisa menaiki tangga menuju kamar nya, namun sebuah tangan besar menarik diri nya hingga tidak bisa masuk ke dalam kamar yang sudah dia huni selama seminggu ini.
"Tidur di kamar ku, kita sudah menikah sampai kapan kau akan membuat ku tidur sendirian"
"Tapi tuan......."
William menggendong Lisa masuk kedalam kamar nya, hingga Lisa mengalungkan tangan nya di leher lelaki yang berstatus suami nya itu
__ADS_1
BERSAMBUNG.