TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.149


__ADS_3

15 tahun kemudian.


Rencana tinggal rencana kejadian tragis yang menimpa 2 keluarga kini telah terlupakan, mereka mulai menerima keadaan itu sebagai sebuah keputusan takdir belaka.


Namun semua itu tak pernah lepas dari ingatan seorang Rei. Rei sudah menyatukan kedua perusahaan besar dua keluarga Aryandy dan Alkatiri di bawah kuasa tangan dingin nya.


Meski seluruh keluarga bahagia dengan pasangan nya masing-masing tapi tidak bagi Rei. Raksa dan Saluna memiliki seorang putri cantik, sedangkan Dimitri dan Indri baru saja memiliki putra pertama mereka 3 bulan lalu. Lain hal nya dengan Riana yang baru menikah 2 tahun lalu karena kesibukan Herdan membuktikan diri juga mencari saudara perempuan satu-satu nya.


Rei dengan kekuasaan nya yang terkenal otoriter namun dapat membawa perusahaan raksasa itu pada kejayaan tertinggi di seluruh dunia bukan hanya di perkotaan bahkan ke pelosok negeri.


"Tuan muda"


Dino memasuki ruang kerja Rei.


"Iya paman"


"Apa Minggu depan kita jadi menghadiri ulang tahun perusahaan cabang?"


"Nanti Rei pikirkan"


Dino segera pamit undur diri.


Sementara itu tiga hari yang lalu, seorang gadis muda dengan lulusan sertifikasi bidang bisnis terbaik, melamar pekerjaan di perusahaan yang lebel nya berada di negara mana pun gadis cantik yang berdandan rapih tanpa polesan make up. Seminggu ini gadis itu sudah menaruh lamaran nya.


"Lelah nya"


Gadis mengeluh kelelahan karena dia menaiki sepeda untuk sampai ke perusahaan besar itu.


"Memang dari mana Min?"


Tanya sang mamah.


"Mamah mengagetkan Min saja"

__ADS_1


Sang mamah tersenyum sambil membawa masuk sedikit sayur mayur untuk di masak sebagai makan siang mereka.


"Mamah masak apa?"


"Masak cah kangkung saja"


Gadis yang tak lain anak gadis semata wayang Laula Sanunjaya itu mengangguk, dialah Jasmina Melodia Sanunjaya.


"Pasti lezat sekali ya mah"


"Baik lah mamah masakan untuk mu ya, tunggu sebentar"


Hanya cah kangkung dan nasi putih saja yang mereka makan, kadang nasi dan garam. Karena setelah sampai kedesa jangan kan Mike menyusul mengirim uang saja tidak. Meski Laula membawa ratusan juga namun habis juga karena gadis nya butuh biaya untuk sekolah sedari 3 tahun hingga 19 tahun ini.


"Wah kenyang sekali mah, terimakasih"


"Sama-sama sayang"


Gadis yang sekarang akrab disapa Min itu tidak memberitahukan pada sang mamah jika diri nya melamar kerja di perusahaan besar itu.


Tepat jam 2 siang Min menerima panggilan kerja dari perusahaan untuk segera interview besok. Min begitu gembira, di rumah kecil itu dia menari dan tertawa.


"Kenapa berisik sekali?"


"Min di terima kerja mah"


"Benarkah?"


Min gadis lugu itu mengangguk, mereka saling berpelukan. Min langsung tidur awal agar pagi bisa interview dengan lancar.


"Min, mamah sudah bikin sarapan"


"Terimakasih mah"

__ADS_1


Min makan dengan lahap nasi goreng buatan sang mamah, lalu bergegas mencari angkutan umum untuk interview. Usaha yang keras dan gigih tak menghianati hasil, Min masuk dengan urutan calon pegawai potensial ke 3 di desa nya.


Sebulan akan mendapat gaji tiga kali lipat UMR, tunjangan perjalanan pulang pergi, makan di kantin perusahaan, lagi ada bonus jika kerja Min memuaskan.


Hari ini pekerja yang diterima hanya 30 orang, Min segera mendapat ruangan kerja dengan satu laptop layar datar.


Min segera menaiki angkutan umum yang meski hanya sampai di perempatan saja karena rumah yang dia tempati bersama sang ibu berada di gang kecil. Min harus berjalan sekitar 20 menit baru sampai di depan rumah nya.


"Mah"


Min berlari memeluk sang mamah.


"Hei kok manja sekali"


"Min dapet pekerjaan mah, besok Min baru masuk"


"Wah selamat ya nak"


"Makasih mah"


Sang mamah menciumi seluruh wajah Min, mamah Laula begitu beruntung memiliki Jasmin seorang putri yang tidak pernah rewel.


Rei terbang dari kota menuju pelosok desa yang di bangun cabang perusahaan ke 100 ini.


"Bos, perusahaan ini meski baru berdiri 6 bulan tapi dia naik pesat keuntungan nya, jadi 3 hari lalu mereka merekrut 30 pegawai baru di bidang nya masing-masing"


"Bagus, istirahat lah 1 jam lagi kita mendarat"


"Baik bos"


Ravenda Ardana baru saja 6 bulan bergabung menjadi asisten tangan kanan Rei, sedangkan Aryos sudah 2 tahun yang lalu menjadi tangan kiri bagi Rei karena dia menjadi wakil Dino.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2